Stock News

Senin
March 16, 2020

BRPT: PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melakukan Penawaran Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2020 dengan pokok obligasi sebanyak-banyanya Rp750 miliar. Pefindo memberikan peringkat idA untuk obligasi ini dimana penjamin pelaksana PT BCA Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas dengan wali amanat Bank BTN. Masa penawaran umum pada 26-27 Maret 2020 dan pencatatan di BEI pada 2 April 2020

AKRA: PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) akan melakukan pembelian kembali saham dalam kondisi berfluktuasi dengan mengalokasikan dana sebanyak-banyaknya Rp500 miliar. Dana tersebut untuk membeli sebanyak – banyaknya 172.631.882 saham atau sebanyak banyaknya 4,3% dari jumlah saham yang ditempatkan dan disetor dalam perseroan. Buyback saham ini akan dilakukan selama tiga bulan mulai 16 Maret 2020 sampai 16 Juni 2020.

BEST: PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) sepanjang periode tahun buku 2019 mengalami penurunan laba dibandingkan dengan kinerja keuangan yang dibukukan pada tahun sebelumnya di 2018. Penurunan laba yang dibukukan oleh perseroan di periode tahun 2019 ini terjadi seiring dengan menurunnya pendapatan yang dibukukan oleh perseroan.

PNBN :PT Bank Panin Tbk (PNBN) bakal mulai menggelar aksi pembelian kembali saham (buyback) mulai besok Senin (16/3) hingga 15 Juni 2020 mendatang.Dana maksimum Rp 480 miliar telah disiapkan perseroan untuk menggelar aksi ini. Sementara minimum 400 juta saham dan maksimum 685 juta saham akan dibeli kembali oleh perseroan.

Senin
March 9, 2020

HERO: PT Hero Supermarket Tbk (HERO) berhasil meraih laba sebesar Rp70,64 miliar hingga periode akhir 2019 usai mencatat rugi Rp1,25 triliun di tahun sebelumnya. Menurut keterangan perseroan Jumat disebutkan, hal itu diraih karena penurunan beban lainnya terkait mengatur ulang bisnis perseroan menjadi Rp239,35 miliar dari Rp1,38 triliun tahun sebelumnya.

TBIG: PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) akan melakukan penawaran umum berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan III Tower Bersama Infrastructure dengan target dana yang akan dihimpun sebesar Rp 7 triliun Dalam rangka penawaran umum berkelanjutan obligasi berkelanjutan III tersebut, TBIG telah menerbitkan obligasi sebesar Rp 1,98 triliun. Selanjutnya, perusahaan ini juga akan menerbitkan serta menawarkan obligasi berkelanjutan III Tower Bersama Infrastructure tahap IV tahun 2020 dengan jumlah pokok sebesar Rp 1,5 triliun.

CTRA: PT Ciputra Development Tbk (CTRA) menyampaikan laporan bahwa pemegang sahamnya yaitu PT Sang Pelopor telah melakukan pembelian saham sebanyak 1,08 miliar saham atau setara 5,81% dari jumlah modal disetor yaitu 18,56 miliar lembar. Dengan transaksi tersebut jumlah kepemilikan PT Sang Pelopor di CTRA naik dari 46,96% menjadi 52,77%. Transaksi tersebut dilaksanakan dengan harga pembelian sekitar Rp 725-Rp 750. Dus, nilai transaksi tersebut sekitar Rp 781,58 miliar-Rp 808,53 miliar. Direktur Ciputra Development Tulus Santoso menjelaskan transaksi tersebut merupakan transaksi internal dari pengendali. PT Sang Pelopor hanya melakukan restrukturisasi penyatuan kepemilikan.

ITMG: Perusahaan tambang batubara PT Indo Tambangraya Megah Tbk mencoba memperkuat bisnisnya di tahun ini. Karenanya, emiten berkode saham ITMG tersebut menyiapkan dana belanja modal alias capital expenditure (capex) senilai US$ 49 juta—US$ 50 juta pada tahun ini. Direktur Hubungan Investor Indo Tambangraya Megah Yulius Gozali mengatakan, mayoritas capex ITMG di tahun ini dialokasikan untuk proyek pembangunan jalan tambang atau hauling road di Kalimantan Tengah.

.

Jum'at
March 6, 2020

ROTI: PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) menyatakan kesipakan dana untuk pelunasan Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2020 sebesar Rp512,5 miliar. Menurut keterangan Sri Mulyana, Sekretaris Perusahaan perseroan Rabu, dana itu disimpakn untuk pelunasan pokok dan bunga ke-20 obligasi. Adapun obligasi tersebut akan jatuh tempo pada 18 Maret 2020 mendatang

LPPF: Seperti yang telah diumumkan minggu lalu, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) mencatat laba bersih sepanjang tahun 2019 sebesar sekitar Rp 1,4 triliun. Hari Rabu ini Manajemen Perseroan telah mengambil keputusan untuk mengusulkan dividen tunai sebesar 30% dari laba bersih, untuk disampaikan pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) mendatang.

MEGA: PT Bank Mega Tbk (Bank Mega) berhasil mencatat pertumbuhan kredit sebesar 25% di sepanjang tahun 2019 menjadi Rp53 triliun dari periode yang sama pada tahun 2018 sebesar Rp42 triliun. Pertumbuhan ini tercatat diatas rata-rata industri perbankan sebesar 6.0%.

BTPS: PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk (BTPS) meraih laba bersih Rp1,4 triliun hingga periode 31 Desember 2019 naik dibandingkan laba bersih Rp965,31 miliar di periode sama tahun sebelumnya. Laporan keuangan perseroan Jumat menyebutkan, pendapatan ooperasional bersih naik jadi Rp1,88 triliun dari Rp1,30 triliun dan laba sebelum pajak penghasilan diraih Rp1,88 triliun naik dari laba sebelum pajak Rp1,30 triliun tahun sebelumnya

.

Kamis
March 5, 2020

ADRO: PT Adaro Energy Tbk (ADRO) mencatat laba tahun berjalan yang dapat diatribusikanke pemilik entitas induk sebesar US$404,19 juta hingga periode 31 Desember 2019 turun dari laba US$471,72 juta di periode sama tahun sebelumnya.

GEMS: PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) mencatat penurunan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk menjadi US$65,41 juta hingga periode 31 Desember 2019 dari laba US$98,77 juta di periode sama tahun sebelumnya.

SMAR: PT Sinar Mas Agro Resources and Technologies Tbk (SMAR) akan melakukan Penawaran Obligasi Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2020 dengan jumlah pokok sebanyak-banyaknya Rp1 triliu yang merupakan bagian dari total Penawaran Obligasi Berkelanjutan II senilai Rp3 triliun. Menurut prospektus ringkas perseroan Rabu disebutkan, Obligasi tahap I ini akan terdiri dari dua seri yakni Seri A dengan jangka waktu 3 tahun serta Seri B dengan jangka waktu 5 tahun.

PTBA: PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatat laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp4,06 triliun hingga periode 31 Desember 2019 turun 19,25% dari laba Rp5,02 triliun di periode sama tahun sebelumnya. Laporan keuangan perseroan Rabu, pendapatan meningkat menjadi Rp21,79 triliun dibandingkan pendapatan Rp21,17 triliun tahun sebelumnya dan kenaikan beban pokok pendapatan menjadi Rp14,18 triliun dari Rp8,55 triliun membuat laba bruto turun menjadi Rp7,61 triliun dari laba bruto Rp8,55 triliun.

.

Rabu
March 4, 2020

ROTI: PT Nippon Indosari Tbk (ROTI) mencatat laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp301 miliar hingga periode 31 Desember 2019 naik dari laba Rp172,68 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

INPP: PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) mencatat lonjakan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk hingga periode 31 Desember 2019 menjadi Rp2,03 triliun dibandingkan laba Rp76,28 mliiar di periode sama tahun sebelumnya.

LPKR: PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) menetapkan Tevilyan Yudhistira Rusli (Yudhis) sebagai chief financial officer (CFO) perusahaan. Bersamaan dengan itu, perusahaan juga menetapkan Surya Tatang sebagai chief investment officer (CIO) LPKR. Penetapan keduanya sebagai bagian dari direksi perusahaan akan efektif berlaku pada 16 April 2020 mendatang. Manajemen LPKR menerangkan bahwa Yudhis mempunyai pengalaman di bidang keuangan dan tata kelola perusahaan sebagai chief Auditor selama lebih dari 20 tahun di Global Unilever. Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai CFO di Unilever Indonesia selama lima tahun.

SMCB: Perusahaan semen PT Solusi Bangun Indonesia Tbk mencatatkan kenaikan pendapatan sepanjang tahun 2019. Pendapatan perusahaan dengan kode emiten SMCB itu bertumbuh 6,55% sepanjang tahun, menjadi Rp 11,06 triliun dari sebelumnya Rp 10,38 triliun.

.

Selasa
March 3, 2020

PALM: PT Provident Agro Tbk (PALM) berniat melakukan pembelian kembali saham (buyback) sebanyak 110 juta lembar atau 1,55%. Menurut keterangan perseroan Senin disebutkan, perseroan menyuapkan dana sebanyak-banyaknya Rp28,93 miliar dimana buyback ini akan dilakukan secara bertahap selama paling lama 12 bulan.

IRRA: PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) meraih pendapatan usaha sebesar Rp281,75 miliar hingga periode 31 Desember 2019 naik dibandingkan pendapatan usaha Rp265,63 miliar di periode sama tahun sebelumnya. Laporan keuangan perseroan Senin menyebutkan, beban pokok penjualan naik menjadi Rp222,16 miliar dari Rp209,61 miliar dan laba kotor naik menjadi Rp59,59 miliar dari laba kotor Rp56,02 miliar.

UCID: PT Uni-Charm Indonesia Tbk (UCID) meraih penjualan bersih Rp8,52 triliun hingga periode 31 Desember 2019 naik dari Rp8,35 triliun di periode sama tahun sebelumnya. Laporan keuangan perseroan Senin menyebutkan, laba bruto meningkat menjadi Rp2,15 triliun dari laba bruto Rp2,11 triliun dan sebelum pajak naik menjadi Rp549,37 miliar dibandingkan laba sebelum pajak tahun sebelumnya Rp289,88 miliar.

WTON: PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) meraih laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp512,35 miliar hingga periode 31 Desember 2019 naik dari laba bersih Rp486,35 miliar di periode sama tahun sebelumnya. Laporan keuangan perseroan Senin menyebutkan, pendapatan usaha naik menjadi Rp7,08 triliun dari Rp6,93 triliun dan laba bruto diraih Rp950,72 miliar naik dari laba bruto Rp882,42 miliar.

.

Senin
March 2, 2020

APLN: Emiten properti PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) bakal menerbitkan saham baru sebanyak-banyaknya 3,98 miliar dengan skema memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias rights issue. Jumlah tersebut setara 17,07% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Rights issue ini bakal dilaksanakan dengan harga Rp 240 per lembar saham sehingga jumlah dana yang akan diterima APLN mencapai Rp 956,83 miliar.

LPPF: Penurunan daya beli yang menghantui perusahaan ritel di tahun lalu ternyata tak berpengaruh signifikan kepada kinerja PT Matahari Department Store Tbk. Buktinya, anak usaha Lippo Group ini berhasil menorehkan keuntungan yang cukup besar di tahun 2019. Berdasarkan laporan keuangan Matahari Department Store, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp 1,37 triliun. Jumlah ini naik 24,54% dibanding periode yang sama tahun 2018 yang sebesar Rp 1,1 triliun.

LSIP: Produsen kelapa sawit atawa crude palm oil (CPO) PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (Lonsum) mencetak kinerja kurang menggembirakan. Mengingat, Lonsum mencatatkan penurunan laba bersih hingga 23,38% dari Rp 331,36 miliar di 2018 menjadi Rp 253,9 miliar pada 2019. Penurunan laba bersih ini seiring dengan penurunan volume penjualan CPO dan harga jual rata-rata atau average selling price (ASP) produk sawit London Sumatra.

SIMP: PT Salim Ivomas Tbk (SIMP) meraih penjualan sebesar Rp13,65 triliun hingga periode 31 Desember 2019 turun dari Rp14,06 triliun di periode sama tahun sebelumnya. Laporan keuangan perseroan Jumat menyebutkan laba bruto turun menjadi Rp2,08 triliun dari laba bruto Rp2,33 triliun dan laba usaha tercatat turun menjadi Rp639,12 miliar dibandingkan laba usaha Rp973,26 miliar.

.

Jum'at
February 28, 2020

AALI: Laba yang diatribusikan ke pemilik entitas induk PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) tercatat sebesar Rp211,12 miliar hingga periode 31 Desember 2019 turun tajam dibandingkan laba Rp1,44 triliun di periode sama tahun sebelumnya. Laporan keuangan perseroan Kamis menyebutkan, pendapatan bersih turun jadi Rp17,45 triliun dari Rp19,08 triliun tahun sebelumnya dan laba bruto turun menjadi Rp2,14 triliun dari laba bruto Rp3,54 triliun.

CITY: PT Natura City Tbk (CITY) berdasarkan kesepakatan jual beli tertanggal 24 Februari 2020 telah menjual 59 bidang tanah Hak Milik Adat Berdasarkan Surat Pelepasan Hak Utama (SPHU) kepada PT Bumi Serpong Damai Tbk. Menurut keterangan yang diperoleh Kamis disebutkan, total luas tanah yang ditransaksikan 131.863 meter persegi yang terletak di Tangerang Selatan. Jual beli dilaksanakan dengan nilai keseluruhan sebesar Rp98,89 miliar.

PNBS: PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk (PNBS) alami penurunan laba yang diatribusikan ke pemilik entitas induk menjadi Rp13,24 miliar hingga periode 31 Desember 2019 dari laba Rp20,79 miliar di periode sama tahun sebelumnya. Laporan keuangan perseroan Kamis menyebutkan, pendapatan setelah distribusi bagi hasil turun menjadi Rp140,04 miliar dari Rp205,55 miliar dan beban operasinal lainnya tercatat Rp121,49 miliar turun dari Rp201,45 miliar.

UNTR: PT United Tractors Tbk (UNTR) mencatat laba setelah pajak yang diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp11,31 triliun hingga periode 31 Desember 2019 naik dibandingkan laba Rp11,13 triliun di periode sama tahun sebelumnya. Laporan keuangan perseroan Kamis menyebutkan, pendapatan bersih turun menjadi Rp84,43 triliun dari pendapatan bersih Rp84,62 triliun dan beban pokok pendapatan turun menjadi Rp63,20 triliun dari Rp63,52 triliun.

.

Kamis
February 27, 2020

ACST: PT Acset Indonusa Tbk (ACST) akan melakukan Penawaran Umum Terbatas II melalui Penambahan Modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Menurut keterangan Rabu disebutkan, jumlah saham yang dikeluarkan sebanyak-banyaknya 15.000.000 saham biasa dengan nilai nominal Rp100 per saham.

SGRO: PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) menawarkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2020 dengan jumlah pokok Rp300 miliar dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2020 dengan sisa imbalan ijarah Rp300 miliar. Menurut keterangan Rabu menyebutkan, Obligasi terdiri dari dua seri yakni Seri A dengan jumlah pokok Rp208,5 miliar dengan bunga 9,35% per tahun dan jangka waktu 3 tahun dan Seri B dengan jumlah pokok Rp1,5 miliar dengan bunga 9,75% per tahun dan jangka waktu 5 tahun.

PNBN: PT Bank Panin Tbk membukukan kinerja keuangan yang cukup memuaskan pada tahun lalu. Perseroan mencetak laba bersih sebesar Rp 3,5 triliun yang terutama dikontribusi oleh peningkatan pendapatan bunga bersih yang mencapai Rp 9,08 triliun. Presiden Direktur Bank Panin Herwidayatmo menjelaskan, laba perseroan juga ditopang oleh net interest margin (NIM) yang tercatat sebesar 4,83%, sedangkan beban operasional lainnya berhasil ditekan menjadi Rp 7 triliun atau turun 6,27% dibanding tahun 2018.

ASSA: PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) berniat melakukan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) untuk digunakan sebagian besar untuk kebutuhan pengembangan usaha baru dan pelunasan pinjaman bank. Menurut keterangan perseroan Rabu disebutkan, perseroan akan mengeluarkan sebanyak-banyaknya 1.250.000.000 saham dengan nilai nominal Rp100 per saham.

AUTO: PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) meraih laba yang diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp739,67 miliar hingga periode 31 Desember 2019 naik 21,06% dibandingkan laba Rp610,98 miliar di periode sama tahun sebelumnya. Laporan keuangan perseroan Rabu menyebutkan, pendapatan bersih naik jadi Rp15,44 triliun dari pendapatan bersih Rp15,36 triliun dan bbean pokok turun menjadi Rp13,26 triliun dari Rp13,48 triliun.

.

Rabu
February 26, 2020

URBN: PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) berencana mengambilalih 576.878 lembar saham atau setara 51% saham milik PT Ciptaruang Persada property (CPP) di PT Jakarta River City. Menurut keterangan yang diperoleh Selasa disebutkan, nilai transaksi mencapai Rp633 miliar untuk 576.878 saham atau setara 51,01% saham di JRC.

GDYR: PT Goodyear Indonesia Tbk (GDYR) telah menandatangani Perjanjian Pemberian Fasilitas Perbankan dengan PT Bank BNP Paribas Indonesia. Menurut keterangan Selasa menyebutkan, fasilitas pinjaman berulang ini guna memenuhi kebutuhan modal kerja perseroan dengan jangka waktu sampai 28 Februari 2021. Jumlah fasilitas sampai dengan maksimum sebesar Rp140 miliar.

MLBI: PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) meraih penjualan bersih sebesar Rp3,71 triliun hingga periode 31 Desember 2019 naik dari penjualan bersih Rp3,57 triliun di periode sama tahun sebelumnya. Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, laba kotor tercatat Rp2,29 triliun naik dari laba kotor Rp2,21 triliun tahun sebelumnya dan kenaikan beban operasi terjadi menjadi Rp640,46 miliar dari Rp555,25 miliar.

WSKT : PT Waskita Karya Tbk (WSKT) tahun ini berencana melepas beberapa konsensi ruas tol.
Dengan divestasi itu, WSKT berharap bisa menerima kas masuk hingga Rp 33,2 triliun.

LPKR: PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) melepas 5% kepemilikan saham PT Siloam International Hospitals (Siloam) kepada konglomerat bisnis asal Jepang, Marubeni Corporation. Divestasi saham Siloam itu dilakukan bersamaan dengan jalinan kemitraan ekspansi ke sektor layanan kesehatan di Indonesia antara LPKR dan Marubeni. CEO LPKR, John Riady, mengungkapkan bahwa kedua pihak telah menandatangani nota kesepamahaman dalam rangka mengejar peluang bisnis di sektor layanan dan infrastruktur kesehatan di Tanah Air, termasuk investasi di bidang farmasi, laboratorium, dan industri lainnya yang berkaitan dengan layanan kesehatan. Ia menambahkan, akuisisi yang dilakukan oleh Marubeni tidak mengubah porsi kepemilikan saham LPKR dalam Siloam. Pasalnya, 5% saham yang dibeli Marubeni berasal dari pemegang saham minoritas.

.

Selasa
February 25, 2020

PPRO: PT PP Properti Tbk (PPRO) menawarkan Obligasi Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2020 dengan jumlah pokok sebanyak-banyaknya Rp1,2 triliun. Obligasi Rp401,3 miliar dijamin secara kesanggupan penuh dan terdiri dari dua seri. Menurut keterangan perseroan Senin disebutkan, obligasi ini terdiri dari dua seri yakni Seri A dengan jumlah pokok Rp357,8 miliar berbunga 9,90% per tahun dan jangka waktu 3 tahun. Sedangkan Seri B dengan jumlah pokok Rp43,5 miliar dengan jangka waktu 5 tahun. Sisa pokok obligasi Rp798,8 miliar dijamin dengan kesanggupan terbaik.

ISAT: PT Indosat Tbk (ISAT) meraih laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp1,57 triliun hingga periode 31 Desember 2019 usai mencatat rugi Rp2,40 triliun di periode sama tahun sebelumnya. Laporan keuangan perseroan Senin menyebutkan, pendapatan meningkat menjadi Rp26,12 triliun dari Rp23,14 triliun dan jumlah beban turun menjadi Rp21,89 triliun dari Rp23,60 triliun usai diraihnya keuntungan penjualan menara Rp2,57 triliun yang tidak terdapat pada periode tahun sebelumnya.

BFIN: PT BFI Finance Tbk (BFIN) meraih pendapatan sebesar Rp5,24 triliun hingga periode 31 Desember 2019 naik tipis dari pendapatan Rp5,02 triliun di periode sama tahun sebelumnya. Laporan keuangan perseroan Senin menyebutkan, beban meningkat menjadi Rp4,15 triliun dari Rp3,18 triliun dan laba sebelum pajak turun menjadi Rp1,09 triliun dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp1,84 triliun. Sedangkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk turun menjadi Rp711,68 miliar dari laba Rp1,47 triliun tahun sebelumnya atau menjadi Rp48 per saham dari Rp98 per saham.

JSKY: PT Sky Energy Tbk (JSKY) berencana menerbitkan Medium Term Notes (MTN) dengan nilai sebesar-besarnya Rp300 miliar. Untuk itu, perseroan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk meminta izin kepada para pemegang saham. Dalam keterangannya, perseroan akan menggunakan seluruh dana bersih yang diperoleh dari penerbitan MTN untuk mmeperbaiki struktur keuangan meliputi kewajiban utang yang ada (refinancing) dan investasi untuk pengembangan bisnis.

.

Senin
February 24, 2020

FASW: PT Fajar Suryawisesa Tbk (FASW) meraih menandatangani fasilitas pinjaman pada 18 Februari 2020 dengan anak usahanya PT Dayasa Aria Prima. Menurut keterangan perseroan Kamis disebutkan nilai pinjaman sebesar US$60 juta dan Rp700 miliar dengan jangka waktu 7 tahun untuk pembiayaan kembali utang -utang yang ada dan membiayai tambahan belanja modal.

ITMG: PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mencatat penurunan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar 50,6% hingga periode 31 Desember 2019 menjadi US$129,43 juta dibandingkan laba US$261,95 juta di periode sama tahun sebelumnya. Laporan keuangan perseroan Jumat menyebutkan, pendapatan bersih turun menjadi US$1,72 miliar dari pendapatan bersih tahun sebelumnya yang US$2,00 miliar dan beban pokok pendapatan turun menjadi US$1,39 miliar dari US$1,42 miliar.

TOPS: PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS) mengaku, penurunan harga saham perseroan dalam tiga bulan terakhir telah mengubah sikap perseroan atas rencana melakukan penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD/rights issue) sebanyak empat miliar lembar saham. Pernyataan tersebut seperti disampaikan Direktur TOPS, Eko Wardoyo saat Public Expose Insidentil di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Jumat (21/2). Pelaksanaan paparan publik tersebut atas permintaan BEI terkait penurunan kumulatif harga saham TOPS hingga ke level Rp50 per lembar.

IPTV: PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV) membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 3,5 triliun pada akhir tahun 2019. Naik 9% YoY dari tahun sebelumnya sebesar Rp 3,2 triliun. Ade Tjendra, Direktur Utama IPTV mengatakan, pendapatan layanan satelit, yang terdiri dari bisnis direct to home (DTH) tetap memberikan bagian yang signifikan dari IPTV yang dikonsolidasikan pendapatan di 71,5%.

.

Kamis
February 13, 2020

PLIN: PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN) berniat menambah free float atau saham beredar di pasar. Emiten sektor properti ini akan menggelar aksi korporasi berupa penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Meski ada 50 juta saham dengan yang dimiliki oleh masyarakat dengan 300 pemegang saham, persentase kepemilikan publik di bawah 5% hanya sebesar 4,23%. “Sehingga masih belum memenuhi minimal persentase jumlah yang yang dimiliki pemegang saham masyarakat (free float) yang disyaratkan sebesar 7,5%,” ungkap Plaza Indonesia dalam keterbukaan informasi, Rabu (12/2).

FASW: PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) alami penurunan laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar 31% hingga periode 31 Desember 2019 menjadi Rp968,83 miliar dibandingkan laba bersih Rp1,41 triliun di periode sama tahun sebelumnya. Laporan keuangan perseroan Rabu menyebutkan, penjualan bersih turun menjadi Rp8,27 triliun dari Rp9,94 triliun dan laba kotor turun menjadi Rp1,81 triliun dari Rp3,02 triliun.

ICBP: PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) tengah menjajaki akuisisi seluruh saham Pinehill Company Limited, perusahaan berbadan hukum negara British Virgin Island yang ditawarkan oleh Pinehill Corpora Limited, Grup Pinehill.Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa (11/2), Corporate Secretary PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) Gideon A Putro mengatakan, untuk menjajaki penawaran tersebut, perusahaan akan melakukan uji kelayakan (due diligence) atas Grup Pinehill sebelum memutuskan apakah akan menerima penawaran akuisisi tersebut atau tidak.

GEMS: PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) berniat akan melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias rights issue guna memenuhi peraturan free float atau menambah saham beredar di pasar. Dalam prospektus yang disampaikan ke BEI hari ini Rabu (12/2) di paparkan, GEMS berniat menggelar rights issue ini pada akhir semester I tahun 2020 atau berdasarkan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Emiten Grup Sinarmas ini berniat melepas saham baru sebanyak-banyaknya 294,12 juta saham atau 5 persen dari modal disetor pada saat pengumuman rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB). Saat ini saham GEMS masih dalam suspensi oleh Bursa Efek Indonesia pada harga Rp 2.550 per saham.

Rabu
February 12, 2020

TOWR: PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) segera mengantongi dividen interim tunai Rp 230 miliar dari anak usahanya, PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo). Dividen interim ini merupakan dividen interim dari tahun buku 2019. Sebanyak 99,9997% saham Protelindo dimiliki oleh Sarana Menara Nusantara sehingga hampir seluruh dividen interim ini pun akan masuk kas TOWR. Ini adalah pembagian dividen interim keempat Protelindo untuk tahun buku 2019.

SCBD: Rencana penawaran tender (tender offer) sukarela PT Danayasa Arthatama Tbk (SCBD) yang seharusnya berlangsung sepanjang bulan Januari 2020 batal karena sampai saat ini pihak emiten belum menerima pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tender offer ini merupakan langkah Danayasa untuk merealisasikan rencana menjadi perusahaan tertutup dan delisting dari Bursa Efek Indonesia.

BJTM: Rencana spin-off atau pemisahan unit syariah dari Bank Jatim masih terkendala masalah teknis, dan tidak bisa direalisasikan pada 2020 atau 2021, kata salah satu pejabat Bank Jatim. “Kendala teknis ada karena aset, penyertaan modal, laba dan sebagainya,” kata Pgs Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) Ferdian Timur Satyagraha di Surabaya, Selasa.

LPKR: PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) telah berhasil menyelesaikan Tap Issue senilai US$ 95 juta dari obligasi lima tahunnya saat ini senilai US$ 325 juta. John Riady, CEO LPKR, menyampaikan, Tap Issue senilai US$95 juta tersebut, menawarkan imbal hasil 7,80%. Lebih rendah 32.5 bps dari obligasi yang diluncurkan pada Januari lalu. “Nantinya, dana Tap Issue digunakan untuk membayar obligasi yang jatuh tempo pada 2022. Transaksi ini menunjukkan investor memiliki keyakinan pada posisi keuangan dan masa depan LPKR,” ucap John dalam keterangannya, Selasa (11/2).

Selasa
February 11, 2020

TDPM: PEFINDO menegaskan peringkat “idA-” terhadap PT Tridomain Performance Materials Tbk (TDPM), Medium-Term Notes (MTN) I Tahun 2017, MTN II Tahun 2018, MTN III Tahun 2018, Obligasi I Tahun 2018, dan Obligasi II Tahun 2019. Outlook untuk peringkat Perusahaan adalah “stabil”. Menurut keterangan yang diperoleh Senin, peringkat Perusahaan mencerminkan posisi pasar Perusahaan yang kuat di setiap segmen pasarnya, operasi yang terintegrasi, dan marjin profitabilitas yang stabil.

PTPP: PT PP (Persero) Tbk, perusahaan konstruksi dan investasi berhasil memenangkan kontrak senilai Rp3,5 Triliun untuk pembangunan Pollux Technopolis di Karawang Jawa Barat. Penunjukan sebagai kontraktor utama dituangkan melalui perjanjian kerja sama yang ditandatangani manajemen PT PP Tbk dengan PT Pollux Lito Karawang (joint venture PT Pollux Properti Indonesia Tbk dan Lito Group). PTPP dipercaya untuk mengerjakan proyek multi fungsi sebanyak 26 tower apartemen dan 368 unit ruko termasuk berbagai fasilitas penunjang.

TINS: Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan kembali menyampaikan keinginan pemerintah provinsi ingin memiliki 10% saham PT Timah Tbk (TINS) untuk bisa membangun daerahnya. Saham 10% yang dimaksud diusulkan dari saham pemerintah pusat. Adapun saat ini komposisi kepemilikan PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero) mencapai 4,84 miliar saham atau setara 65%.

WSKT: PT Waskita Karya Tbk (WSKT) memutuskan untuk menarik peringkat atas penawaran umum berkelanjutan IV (PUB IV) yang dilakukan oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Direktur Keuangan Waskita Karya Haris Gunawan menjelaskan latar belakang penarikan peringkat atas PUB IV dilakukan karena pihaknya tidak jadi melaksanakan penerbitan obligasi PUB IV tahun 2019. Obligasi tersebut belum terlaksana tahun lalu karena perusahaan telah mendapatkan arus kas masuk dari pembayaran proyek dan dana talangan. “Karena WSKT memperoleh kas masuk sebesar Rp 21,5 triliun pada akhir tahun lalu ditambah kondisi market yang kurang stabil,” ungkap Haris melalui keterangan resmi yang diterima Kontan, Senin (10/2).

Senin
February 10, 2020

INOV: Produsen serat staple buatan (re-PSF) PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV) optimis bahwa pertumbuhan industri re-PSF dan non-woven akan terjaga dengan baik di tahun ini. Oleh sebab itu, INOV berupaya terus untuk mengamankan rantai pasokan bahan baku yakni sampah botol polyethylene terephthalate (PET). Untuk itu INOV menyiapkan capital expenditure (capex) untuk tahun 2020 sebesar Rp23 miliar akan digunakan salah satunya untuk penambahan washing facility pada semester I 2020 dan keperluan revitalisasi mesin pabrikan yang saat ini mencapai kapasitas produksi 35.000 ton per tahun serta membangun washing facility.

ARNA: Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemillik entitas induk PT Arwana Citra Mulia Tbk (ARNA) hingga akhir 2019 naik 37,61 persen menjadi Rp215,53 miliar dari laba Rp156,62 miliar di periode sama tahun sebelumnya. Laba sebelum beban pajak penghasilan naik menjadi Rp291,61 miliar dari laba sebelum beban pajak pengghasilan Rp211,72 miliar tahun sebelumnya.

MBSS: PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) menandatangani kontrak kerja sama pembongkaran dan penyewaan floating crane dengan PT Artha Daya Coalindo (ADC). Kontrak ini meliputi perjanjian mengenai pembongkaran batubara dan penyewaan floating crane di SPOJ Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya Power Generation. Adapun jangka waktu perjanjian kerja sama ini adalah selama lima tahun. Dalam keterangan resminya, Wakil Direktur Utama Mitrabahtera Lucas Djunaidi mengatakan, MBSS berpotensi menerima total pendapatan hingga sekitar US$ 9 juta atau dapat disesuaikan dengan jumlah kargo yang diangkut MBSS.

TOTO: Produsen produk saniter, fitting, dan peralatan sistem dapur, PT Surya Toto Indonesia Tbk (TOTO) belum berencana melakukan ekspansi besar-besaran. Tahun ini, Surya Toto hanya menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 5 juta untuk keperluan peremajaan dan perawatan mesin. “Surya Toto Indonesia tidak melakukan ekspansi, sebatas peremajaan dan perawatan mesin-mesin saja,”ujar Direktur PT Surya Toto Indonesia Tbk Setia Budi Purwadi ketika dihubungi Kontan Rabu (5/2). Keputusan untuk menahan ekspansi tidak terlepas dari kondisi ketidakpastian pasar serta proyeksi permintaan pasar yang diperkirakan masih akan melandai tahun ini.

Jum'at
February 7, 2020

LIFE: PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk (LIFE) menggandeng PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM) meluncurkan Simas Legacy Plan yang merupakan produk asuransi jiwa memberikan jaminan atau proteksi terhadap risiko ekonomi akibat kematian. “Produk ini menawarkan bermacam pilihan masa pembayaran premi dari 5 hingga 20 tahun, bahkan dibuka secara sekaligus sehingga masyarakat bisa menentukan sesuai kebutuhan mereka,” kata Direktur PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk (LIFE) , Gideon dalam rilisnya di Jakarta, Kamis (6/2).

DMAS: PT Puradelta Lestari Tbk. (DMAS) meraup pendapatan pra penjualan atau marketing sales sebesar Rp2,97 triliun pada tahun 2019 lalu dari penjualan lahan industri seluas 120 hektare. Realisasi pada 2019 jauh melampaui target yang ditetapkan perseroan pada awal tahun, yaitu sebesar Rp1,25 triliun. Dengan kata lain, realisasi target pendapatan pra penjualan mencapai lebih dari dua kali lipat. Kinerja penjualan perseroan ditopang permintaan yang kuat sejak awal 2019.

JSKY: Memasuki tahun 2020, PT Sky Energy Indonesia Tbk (JSKY) fokus menyelesaikan proyek pembangunan pabrik panel surya atau solar panel yang berlokasi di Cisalak, Jawa Barat. Chief Commercial Officer JSKY Kurniadi Widyanta mengatakan, pabrik panel surya perusahaan sudah bisa beroperasi di tahap awal pada bulan Maret nanti. Diharapkan di pertengahan tahun ini, pabrik tersebut bisa beroperasi penuh sesuai kapasitas yang dimiliki. Untuk menuntaskan proyek tersebut, pihak JSKY sudah menyiapkan dana belanja modal atau capital expenditure sebesar Rp 30 miliar pada tahun ini.

BIRD: Sebagai bagian dari strategi Perseroan untuk menjalin kolaborasi mengembangkan booking channel dan juga metode pembayaran, maka PT Blue Bird Tbk (BIRD) dan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa sebagai pengelola Gojek pada tanggal 4 Februari 2020 telah menandatangani perjanjian yang memperpanjang dan memperluas kolaborasi yang telah berjalan selama ini. “Kami telah melakukan kolaborasi bersama Gojek dari sejak 2017, dan kedua belah pihak melihat ada berbagai kesempatan baik yang bisa diraih dengan melanjutkan kolaborasi yang sudah ada dan memperluasnya dengan melakukan integrasi sistem pemesanan kendaraan dan juga metode pembayaran melalui Gopay,” ujar Noni Purnomo, CEO PT Blue Bird Tbk.

TOWR: TOWR, PT Sarana Menara Nusantara Tbk menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 9%-10% pada tahun ini. Angka tersebut tak jauh berbeda dengan target pertumbuhan 2019 yang berkisar 8%-9%. Kenaikan pendapatan tersebut didorong oleh penambahan tenant yang diperkirakan bisa sebanyak 2.000-3.000. Sementara itu, dari bisnis kabel fiber optic, perusahaannya sudah banyak memperoleh pesanan.

NARA: Bursa Efek Indonesia (BEI) atas perintah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akhirnya menunda pencatatan saham perdana (IPO) PT Nara Hotel Internasional Tbk (NARA) yang semestinya dilakukan pencatatan sahamnya (listing) pada Jumat (7/2/2020). Direktur BEI I Gede Nyoman Yetna dan Direksi BEI Laksono W. Widodo dalam pengumuman pada Kamis malam (6/2) mengatakan, BEI menunda mencatatkan efek PT Nara Hotel Internasional tbk (NARA) hingga pengumuman lebih lanjut. Namun belum dijelaskan secara detail alasan penundaan pencatatan saham NARA tersebut.

Kamis
February 6, 2020

PGAS: PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk akan memperluas pembangunan infrastruktur, termasuk jaringan pipa transmisi dan distribusi sepanjang lebih dari 450 kilometer di beberapa sentra ekonomi baru di Sumatera dan Jawa pada 2020. “Sebagai subholding gas, PGN juga sudah mengelola lini bisnis LNG dari Pertamina, sehingga kepastian pasokan gas ke pelanggan lebih terjamin,” kata Direktur Utama PGN Gigih Prakoso dalam keterangannya yang diterima di Bandarlampung, Rabu.

TPIA: Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) menyetujui pelaksanaan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias right issue sebanyak-banyaknya 7,1 miliar saham. Presiden Direktur Chandra Asri Petrochemical Suryandi mengatakan perseroan telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham untuk melakukan HMETD dengan jumlah maksimal rencana pengeluaran sebesar 7,1 miliar saham dengan nilai nominal Rp200 per saham. Bagi pemegang saham yang tidak menggunakan haknya untuk memesan saham baru dalam HMETD akan terdilusi sebesar maksimum 29 persen.

LPCK: Mantan bos PT Lippo Cikarang Tbk, (LPCK) Bartholomeus Toto menjalani sidang dakwaan kasus pemberian suap Rp 10,5 miliar untuk Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Kelas IA Khusus Bandung, Rabu (5/2/2020). Dalam dakwaannya, jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut Toto bersama Edi Dwi Soesianto, Satriyadi dan PT Lippo Cikarang, diduga melakukan tindak pidana suap. Pemberian uang Rp 10,5 M itu terkait surat izin peruntukan dan penggunaan tanah (IPPT) yang akan digunakan untuk proyek apartemen Meikarta.

JSMR: PT Jasa Marga Tbk (JSMR) menargetkan tahun ini EBITDA bisa tumbuh minimal 15%. Hal ini sejalan dengan kenaikan tarif sekitar 6%-7% di beberapa ruas tol. “Yang naik tarif adalah ruas-ruas yang sudah mengalami kenaikan tarif di 2018, naik tarif sebesar inflasi dua tahun sekitar 6%-7%,” ujar Corporate Finance Group Head Jasa Marga Eka Setya Adrianto, Rabu (5/2)

Rabu
February 5, 2020

BBCA: PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melakukan peningkatan modal ditempatkan dan disetor pada PT Bank Royal Indonesia sebesar Rp1 triliun. Menurut keterangan perseroan disebutkan, bank Royal akan menyesuaikan model bisnis pada layanan perbankan digital. Sehubungan dengan hal tersebut, Bank Royal memerlukan tambahan modal agar total permodalan menjadi di atas Rp1 triliun dan menjadikan Bank Royal sebagai bank BUKU 2 yang dapat menyediakan layanan elektronik. Setelah peningkatan modal tersebut maka modal dasar Bank Royal menjadi Rp3 triliun dengan modal ditempatkan dan disetor Rp1,287 triliun.

INAF: Emiten farmasi pelat merah,PT Indofarma Tbk (INAF), melakukan pengalihan 2,49 miliar saham seri B milik Negara Republik Indonesia. Saham tersebut dialihkan untuk tambahan penyertaan modal negara di PT Bio Farma. Dengan adanya pengalihan saham ini, maka 80,664% saham seri B kini dimiliki oleh PT Bio Farma. Sementara 19,336% lainnya dimiliki oleh publik.

WSKT: Emiten konstruksi PT Waskita Karya (Persero) Tbk., menargetkan perolehan kontrak baru sebanyak Rp45 triliun hingga Rp50 triliun pada 2020. Jumlah tersebut setara dengan pertumbuhan 80 persen s.d 100 persen dibandingkan realisasi pada 2019. Shastia Hardianti, SVP Corporate Secretari Waskita Karya mengatakan perseroan masih akan mengincar sejumlah proyek infrastruktur, mulai dari jalan tol, bendungan, hingga proyek kereta api. “Sektor-sektor Itu masih menjadi fokus pasar yang diincar oleh Waskita Karya,” jelas Shasti kepada Bisnis.com, Selasa (4/2/2020).

PGAS: PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) melalui perusahaan afiliasinya akan mengambil alih seluruh hak partisipasi Petronas Carigali Muriah Ltd (PCML) pada Blok Muriah. Hal ini menindaklanjuti rencana pengunduran diri PCML sebagai operator di blok tersebut yang disampaikan pada 18 Desember 2019. Berdasarkan Production Sharing Contract Muriah, PCML memiliki hak partisipasi sebesar 80% dalam Wilayah Kerja Blok Muriah ini. Sementara itu, Saka Energi Muriah Ltd (SEML) yang merupakan entitas anak PT Saka Energi Indonesia (anak usaha PGAS) memegang 20% hak partisipasi.

Selasa
February 4, 2020

BDMN: Fitch Ratings telah mengafirmasi Peringkat Jangka Panjang Issuer Default Rating (IDR) PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) dan anak perusahaannya, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance), masing-masing di ‘BBB’. Pada saat yang sama, Fitch Ratings Indonesia juga mengafirmasi Peringkat Nasional Jangka Panjang Danamon di ‘AAA (idn)’. Outlook adalah Stabil.

ANTM: PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sepanjang 2019 membukukan penjualan sebesar Rp32,81 triliun atau tumbuh 30 persen dibanding tahun 2018 yang hanya sebesar Rp25,24 triliun. Sepanjang tahun lalu, penjualan emas Antam merupakan tertinggi sepanjang sejarah atau mencapai 34.023 kg, naik 22 persen dari tahun sebelumnya 27.894 kg. Volume produksi emasnya sekitar 1.963 kg. “Antam terus berupaya untuk meningkatkan penjualan emas dengan melakukan inovasi pada berbagai produk emas logam mulia, memperluas jaringan pemasaran,” ujar Direktur Utama Dana Amin dalam keterangan resmi, Senin (3/2).

PSAB: PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) menawarkan obligasi berkelanjutan I J Resources Asia Pasifik Tahap III tahun 2020 dengan jumlah pokok sebanyak-banyaknya sebesar Rp 800 miliar dengan jangka waktu tiga tahun sejak tanggal emisi dengan tingkat bunga tetap sebesar 10,0 persen per tahun. PSAB menjamin obligasi dengan kesanggupan penuh serta jumlah pokok sebesar Rp 566.60 miliar. Nantinya, bunga obligasi akan dibayarkan setiap triwulan.

MARK: Emiten pemasok molding atau cetakan sarung tangan PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) membidik pertumbuhan pendapatan hingga 15% year on year (yoy) di sepanjang 2020. Pasalnya pendapatan perusahaan ini terdongkrak kebutuhan sarung tangan medis karena wabah 2019-nCoV atau Novel Coronavirus di awal tahun ini. Presiden Direktur PT Mark Dynamics Indonesia Tbk, Ridwan Goh menjelaskan saat ini terjadi lonjakan permintaan cetakan sarung tangan atau molding meski belum begitu signifikan.

Senin
February 3, 2020

SMMA: PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) kembali menggelontorkan dana Rp69,8 miliar kepada salah satu anak usahanya yang bernama PT Shinta Utama. Dengan adanya tambahan penyertaan modal tersebut, kini jumlah kepemilikan saham perseroan atas anak usahanya itu meningkat menjadi sebanyak 799.152 lembar saham senilai Rp399,58 miliar atau sebesar 99,91%, dan sisa nya dimiliki oleh PT Arthamas Solusindo dengan kepemilikan sebanyak 848 lembar saham senilai Rp424 juta atau sebesar 0,09%.

PPRE: Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) yang digelar PT PP Presisi Tbk (PPRE), menyepakati rencana perseroan untuk melakukan pembelian kembali (buyback) saham yang beredar di publik dengan mengalokasikan dana maksimal Rp293 miliar. Hal tersebut sebagaimana dikemukakan oleh Direktur Utama PP Presisi, Iswanto Amperawan. “Buyback akan kami lakukan melalui transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) di pasar reguler secara bertahap selama 18 bulan terhitung sejak 6 Februari 2020 sampai 30 Juli 2021,” ucapnya. “Pertimbangan kami melakukan buyback, lantaran harga saham PPRE tidak mencerminkan kondisi fundamental dan likuiditas yang kuat,” tambah dia.

MEDC: PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) kembali akan menerbitkan dan menawarkan Obligasi Berkelanjutan III Tahap III tahun 2020 dengan jumlah pokok sebanyak-banyaknya sebesar Rp1,5 triliun. Obligasi Berkelanjutan III Medco Energi Internasional Tahap III tahun 2020 ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan III Medco Energi Internasional dengan target dana yang akan dihimpun sebesar Rp5 triliun.

COCO: PT Granali Budi Berjaya mengurangi kepemilikan sahamnya di PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) pada 27 Januari 2020. Menurut keterangan perseroan Jumat disebutkan, Granali Budi Berjaya melepas 4.838.710 lembar saham COCO dengan harga Rp930 atau total transaksi mencapai Rp4.500.000.300 Dengan demikian maka kepemilikan Granali Budi Berjaya di PT Wahana Interfood Nusantara Tbk berubah dari 60.120.400 lembar atau 15,47% menjadi 55.281.690 lembar atau 10,47%.

KKGI: PT Resouces Alam Indonesia Tbk (KKGI) menyatakan telah melakukan pembelian 40 persen saham perusahaan pengelolaan pelabuhan batu bara, PT Palaran Sinergi Mas (PSM). Nilai transaksi yang terjadi pada tanggal 30 Januari 2020 itu senilai Rp11,353 miliar. Direktur KKGI, Agoes Soegiarto menyampaikan, pembelian saham PSM itu untuk menunjang operaisonal anak usaha perseroan yakni PT Insani Baraperkasa. “Nilai transaksi tidak material dengan harga pembelian sebesar Rp11,353 miliar,” tulis Agoes dalam keterbukaan informasi perseroan pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (31/1/2020).

Jum'at
January 31, 2020

TINS : PT Timah Tbk melaksanakan groundbreaking pembangunan smelter baru berteknologi EPCC TSL Furnace Ausmelt untuk mengembangkan teknologi terbaru dalam pemurnian dan pengolahan timah, di Muntok Bangka Barat, Kamis (30/1). Pembangunan tanur pengolahan pemurnian ini memiliki kapasitas 40.000 ton dibangun pada lahan seluas 2,1 hektare (ha). Pengerjaan proyek ini dilakukan oleh PT Wijaya Karya Tbk (WIKA).

KINO: PT Kino Indonesia Tbk (KINO) telah memberikan pinjaman kepada anak usahanya PT Ristra Klinik Indonesia yang dilakukan pada 28 Januari 2020. Budi Muljono Direktur dan Sekretaris Perusahaan KINO dalam suratnya yang disampaikan ke OJK kamis (30/1) disebutkan, Kino memberikan pinjaman sebesar Rp2 miliar guna menunjang porses bisnis Ristra guna melaksanakan kegiatan operasional.

FASW: Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) menyatakan telah menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman dengan Oversea-Chinese Banking Corporation Limited pada 28 Januari 2020. Marco Hardy Sekretaris Perusahaan Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) dalam keterbukaan informasi BEI Kamis (30/1) menjelaskan, pinjaman tersebut sebesar USD100.000.000 dengan jangka waktu 7 tahun. Perseroan akan pergunakan pinjaman tersebut untuk pembiayaan kembali utang-utang yang ada dan untuk membiayai tambahan belanja modal.

BJTM: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) berhasol mencatat laba bersih sebesar Rp1,38 triliun di sepanjang tahun 2019. Perolehan laba tersebut didukung oleh pertumbuhan kredit yang mencapai 13,16 persen menjadi Rp38,35 triliun. “Pada kinerja per akhir Desember 2019, aset Bank Jatim tercatat Rp76,72 triliun atau bertumbuh 22,37 persen, sedangkan laba bersih tercatat Rp1,38 triliun atau bertumbuh 9,22 persen (year-on-year),” kata Direktur Keuangan BJTM, Ferdian Timur S di Jakarta, Kamis (30/1).

Kamis
January 30, 2020

CSIS: PT Cahaya Sakti Investindo Sukses Tbk (CSIS) berencana melepas penyertaan saham entitas anak sebesar 70% pada PT Olympic Bangun Persada (OBP) yang bergerak di bidang real estate dan juga akan melakukan pengambilalihan saham yang dimiliki PT Andalan Utama Bintara (AUB) dalam PT Bogorindo Cemerlang (BC). Jumlah saham yang akan dilepas perseroan dalam OBP sebesar 157.500 saham atau dengan nilai transaksi mencapai Rp125,23 miliar. Sedangkan rencana akuisisi perseroan terhadap saham BC sebanyak 123.375.000 saham dengan nilai transaksi Rp125,23 miliar atau 52,50% dari saham BC dimana transaksi keduanya merupakan transaksi yang tidak terpisahkan.

IMPC: PT Impack Pratama Industry Tbk (IMPC) pada 24 Januari 2020 telah memberikan jaminan perusahaan sesuai dengan dokumen Penanggungan dan Kesanggupan Pergantian Kerugian untuk menjamin dalam pemenuhan kewajiban pembayaran kredit Alsynite One NZ limited (AONL) kepada HSBC cabang Selandia Baru berdasarkan pada Facility Agreement 2 Agustus 2017 dan perubahan 24 Januari 2020. Menurut keterangan Selasa disebutkan, nilai jaminan perusahaan adalah sebesar makisimal NZD 11,806 juta. AONL adalah anak perusahaan dari Impack International Pte Ltd (IIPL) yang sahamnya 100% dimiliki IIPL dan IIPL merupakan anak usaha perseroan dengan kepemilikan 100%.

MEDC: PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) telah menyelesaikan divestasi asetnya di Meksiko, Tunisia, dan Amerika Serikat (AS). Nilai pelepasan aset ini mencapai US$ 63,74 juta. MEDC akan menggunakan dana tersebut untuk merealisasikan rencana kerja serta pengembangan usahanya.

BALI: Fitch Ratings Indonesia telah menetapkan Peringkat Nasional Jangka Panjang ‘BBB (idn)’ atas PT Bali Towerindo Sentra Tbk (Bali Tower). Outlook adalah Stabil. Pada saat yang bersamaan, Fitch juga telah menetapkan Peringkat Nasional Jangka Panjang ‘A(idn)’ untuk program obligasi berkelanjutan sebesar IDR1,6 triliun dan penerbitan IDR800 miliar fase pertama dari program obligasi berkelanjutan tersebut. PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF, .AAA(idn)/ Stabil), suatu lembaga kebijakan di bawah Kementerian Keuangan Indonesia, telah memberikan jaminan kredit parsial sebesar 50% atas obligasi yang diterbitkan dari program obligasi Bali Tower.

Close Menu