Wednesday
22/05/2019

UNVR: PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) telah mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) hari ini, Selasa (21/5). Hasil RUPST ini salah satunya soal pembagian dividen interim untuk tahun buku 2018 dari laba bersih perusahaan yang telah dibagikan pada 5 Desember 2018. Saat itu UNVR membagikan dividen sebesar Rp 410 per saham. Tapi dalam RUPST kali ini, perusahaan telah menyetujui pembagian dividen final dari laba bersih Perusahaan sejumlah Rp 775 per saham. Sehingga, dividen seluruhnya yang diterima oleh pemegang saham yang berhak untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2018 sejumlah Rp 1.185 per saham atau seluruhnya berjumlah Rp 9 triliun. Dividen ini akan dibagikan ke pemegang saham selambat-lambatnya pada 18 Juni 2019.

 

RANC: PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC) menargetkan pertumbuhan pendapatan bersih pada tahun ini sebesar 6%. Asal tahu saja, tahun lalu pendapatan RANC mencapai Rp 2,35 triliun dan laba Rp 49,9 miliar. “Target pendapatan bersih tahun 2019 tumbuh sebesar 6% menjadi Rp 2,5 triliun dan laba bersih sebesar Rp 52 miliar,” ujar manajemen dalam keterbukaan informasi, Selasa (21/5). Selain itu, RANC juga pada tahun ini menargetkan pembukaan delapan gerai baru dengan rincian tujuh gerai Farmers Market dan satu The Gourmet by Ranch Market. Untuk memuluskan rencana ekspansi tersebut, Supra Boga mengalokasikan dana belanja modal Rp 75 miliar.

 

SSIA: PT Surya Semesta Internusa (SSIA) akan segera merealisasikan penjualan beberapa hektare persediaan landbank perusahaan sebagai salah satu penunjang pemasukan perusahaan pada tahun ini. Setelah menjual 8 hektare tanah pada kuartal I tahun ini, SSIA akan mendapat pemasukan dari penjualan tanah seluas 7 hektare. Bila terealisasi, maka jumlah tersebut sama dengan 45% dari target penjualan tanah SSIA pada tahun ini. Di tahun 2019 ini, SSIA menargetkan penjualan tanah seluas 15 hektare. Angka itu belum menimbang adanya permintaan seluas 30 hektare dari sektor barang, otomotif, dan material bangunan.

 

INTP: Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk menyepakati seluruh perolehan laba bersih yang dibukukan tahun 2018 untuk dividen tunai. Adapun laba bersih tahun 2018 senilai Rp 1,15 triliun. Selain itu, sebesar 4,74% dari saldo laba ditahan yang belum ditentukan penggunaannya, setara Rp 878,74 miliar, juga digunakan untuk pembagian dividen. Sehingga, total dividen yang diterima oleh pemegang saham adalah Rp 550. “Jadi total dividen yang dibagikan Rp 1,15 triliun ditambah Rp 878,74,” kata Direktur & Corporate Secretary PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk Oey Marcos  Selasa (21/5). Sebagai informasi, pembagian cum dividen untuk pasar reguler dan pasar negosiasi akan dilakukan pada Selasa, 28 Mei 2019. Sementara untuk ex dividen akan dibagikan hari Rabu, 29 Mei 2019.

 

TBIG: PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG, anggota indeks Kompas100 ini,) menyampaikan tahun ini menargetkan pertumbuhan tenant sebanyak 3.000 tenant. Dari jumlah tersebut, pada kuartal I sudah terealisasi sebanyak 510 tenant baru dengan rincian 127 sites telekomunikasi dan 383 kolokasi. Herman Setya Budi, Presiden Direktur TBIG menjelaskan bahwa sampai kuartal I perusahaan ini memiliki 25.998 penyewaan dengan 15.192 sites telekomunikasi yang terdiri dari 15.131 menara telekomunikasi dan 61 jaringan DAS. Dengan tambahan 510 tenant, TBIG mencatat pendapatan sebesar Rp 1,13 triliun dengan EBITDA sebesar Rp 965 miliar. Selain itu dari sisis rasio kolokasi juga mengalami peningkatan dari 1,69x menjadi 1,71 x. Pendapatan terbesar berasal dari Telkomsel yang mencapai 44%, disusul kemudian Indosat sebesar 21% dan XL Axiata yang mencapai 18%. Tahun ini dirinya optimis dengan target penambahan 3.000 tenant akan mampu mengerek kinerja perusahaan.

 

SCMA: Emiten media PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) telah mengakuisisi dua perusahaan digital dan satu modal ventura dengan total nilai Rp 360 miliar pada Jumat (17/5). Perusahaan yang diakuisisi adalah PT Vidio Dot Com, PT Kapanlagi Dot Com Networks, dan PT Binary Ventura Indonesia. Tiga perusahaan tersebut juga berada di bawah naungan induk perusahaan SCMA, yakni PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK). Secara rinci, SCMA mengakuisisi 99,99% saham Vidio dari PT Mediatama Anugrah Citra (MAC). Persentase tersebut setara dengan 1.041.410 saham seharga Rp 115 miliar. Kemudian, SCMA mengakuisi 50,0001% saham PT Kapanlagi Dot Com Networks yang dimiliki PT Kreatif Media Karya (MAC). Jumlah saham yang diakuisisi mencapai 349.401 saham dengan harga Rp 192 miliar. SCMA juga mengakuisisi 99,99% saham PT Binary Ventura Indonesia dari PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK). Dengan kata lain, SCMA membeli 454.500 saham yang dimiliki EMTK seharga Rp 53 miliar. Dana akuisisi ini bersumber dari Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement SCMA. Sebagai informasi, jumlah maksimal private placement tersebut adalah 1,46 miliar saham atau 10% dari modal ditempatkan dan disetor. Dari jumlah saham maksimal ini, perusahaan bakal meraup sekitar Rp 3,58 triliun melalui aksi korporasi tersebut. Jangka waktu private placement tersebut adalah selama dua tahun.

Tuesday
21/05/2019

CTRA: PT Ciputra Development Tbk (CTRA) optimistis pasar properti tahun ini lebih baik. Harun Hajadi, Direktur Ciputra Development menjelaskan siklus downturn pasar properti di Indonesia sudah berlangsung sejak 2014 semester II. “Jadi sebenanarnya 2019 ini berpotensi untuk membaik,” ujarnya Senin (20/5). Emiten berkode saham CTRA di Bursa Efek Indonesia ini menargetkan pendapatan tumbuh 20% menjadi Rp 7,7 triliun di 2019. Sementara margin laba kotor pada 2019 diharapkan naik menjadi 47% dari 46,9%.

 

MDKA: Sepanjang kuartal pertama 2019, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mencatatkan pertumbuhan pendapatan usaha, namun labanya justru turun . Perusahaan ini mengantongi pendapatan sebesar US$ 91,70 juta, naik 27,57% dari periode sama tahun lalu US$ 71,88 juta. Sayangnya, beban pokok penjualan MDKA juga tumbuh 69,73% menjadi US$ 52,99 juta, padahal pada tahun sebelumnya hanya US$ 31,22 juta. Alhasil, MDKA memperoleh laba kotor US$ 38,71 juta atau turun 82,76% dari kuartal pertama tahun 2018 sebesar US$ 40,66 juta. Selain itu, beban umum dan administrasi juga meningkat, sehingga laba periode berjalan MDKA yang dapat diatribusikan ke entitas induk di kuartal I 2019 juga turun 19,01% menjadi US$ 20,31 juta.

 

SHIP: PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP) melalui entitas anak perusahaan pada tanggal 16 Mei 2019 memperoleh fasilitas pinjaman dari PT Bank Mandiri (persero) Tbk (BMRI). Pinjaman tersebut akan digunakan anak usaha PT Suasa Benua Sukses untuk investasi. Kredit investasi I akan digunakan untuk pembiayaan kembali asset eksisting 1 unit kapal CST SHIP 111 sebesar US$ 30 juta dan kredit investasi II akan digunakan untuk pembiayaan kembali asset eksisting 1 unit kapal FSO Petrostar sebesar US$ 36,77 juta.

 

ENRG: PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) umumkan bahwa Blok Bentuk KKS yang 100% dimiliki dan dioperasikan oleh emiten tersebut, terhitung sejak 7 Mei 2019 telah memulai aktifitas produksi gasnya. Fasilitas produksi tersebut berada di Segat Gas Plant (SGP) II yang berada di Kabupaten Pelalawan, Riau-Sumatera. Disampaikan bahwa SGP II memiliki kapasit produksi 60 juta kaki kubik gas per hari. Nantinya, perusahaan tersebut akan menyalurkan gas hasil produksinya untuk memenuhi kebutuhan gas Refinery Unit II Dumai milik PT Pertamina (persero). Hal tersebut sesuai dengan Perjanjian Jual Beli Gas yang telah ditandatangani oleh ENRG dan Peramina sebelumnya. Lebih lanjut, gas produksi SGP II nantinya akan disalurkan melalui jaringan pipa gas PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) dengan titik penyerahan gas di Stasiun Pengukuran Gas Segat (Segat Delivery Station/SDS).

 

EKAD: PT Ekadharma International Tbk (EKAD) baru saja melangsungkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di hari Senin ini, (20/5). Salah satu keputusan yang diambil adalah pemegang saham dan managemen sepakat membagikan dividen untuk para pemegang saham perseroan. Direktur Ekadharma International Lie Phing mengatakan, jumlah dividen yang dibagikan sebesar Rp 30 per lembar saham. “Total dividen tunai hampir 29% dari capaian laba bersih tahun 2018,” ujarnya saat paparan publik perseroan berlangsung, Senin (20/5).

Monday
20/05/2019

BBTN: PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN membagikan dividen tunai sebesar Rp561,58 miliar kepada pemegang saham. Jumlah itu setara 20 persen laba bersih perseroan tahun 2018 sebesar Rp3,2 triliun. Direktur Finance, Treasury, and Strategy Nixon L.P Napitupulu menyebutkan nilai dividen per unit saham sebesar Rp53,029. Ia menjelaskan alokasi dividen hanya sebesar 20 persen dari laba lantaran perseroan membutuhkan penguatan modal, ekspansi kredit, dan pengembangan usaha perseroan tahun ini. Dengan demikian, perseroan memutuskan menggunakan 80 persen dari laba tahun 2018 atau sebesar Rp2,24 triliun sebagai saldo laba ditahan. “Karena dalam rangka penguatan PSAK 21 kami membutuhkan kapital serta untuk ekspansi ke depan, sehingga kami perlu menjaga CAR (Capital Adequacy Ratio/rasio kecukupan modal),” katanya, Jumat (17/5).

 

PTPP: PT PP Tbk (PTPP) berhasil membukukan kontrak baru sebesar Rp 10,75 triliun hingga April 2019. Angka tersebut setara dengan 21% dari total target yang ditetapkan tahun 2019 sebesar Rp 50,30 triliun. Direktur Perencanaan dan Pengembangan PTPP, M. Aprindy mengatakan, pencapaian tersebut sudah sejalan dengan target PTPP. Pencapaian kontrak baru tersebut terdiri dari kontrak baru induk PTPP sebesar Rp 9,41 triliun dan kontribusi anak usaha sebesar Rp 1,34 triliun. Aprindy mengatakan, proyek yang berhasil diraih hingga April antara lain RDMP RU V Balikpapan tahap II Rp 3,38 triliun, jalan tol Indrapura Kisaran Rp 3 triliun, Pesantren Mualim Yogyakarta Rp 470 miliar, Bandara Soekarno Hatta Seksi I dan II Rp 455 miliar, Kereta Api Makassar Pare-Pare Rp 450 miliar, Sapras SPBU Rest Area Rp 334 miliar, SPAM Gresik Rp 300 miliar dan RSUD Soreang Rp 269 miliar. Menurutnya, sampai dengan April 2019, perolehan kontrak baru dari proyek pemerintah memberikan kontribusi sebesar 8,93%, disusul oleh BUMN sebesar 67,59% dan swasta sebesar 23,46%.

 

SRIL: Emiten tekstil dan garmen berorientasi ekspor PT Sri Rejeki Isman Tbk merespons penguatan dolar AS yang terjadi belakangan ini. Corporate Communication SRIL Joy Citra Dewi mengatakan, perusahaannya memang selalu mendapatkan sedikit keuntungan dari penguatan nilai tukar tersebut. Per kuartal I-2019, SRIL mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 18% year on year (yoy) menjadi US$ 316,84 juta. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, pendapatan SRIL hanya mencapai US$ 267,83 juta. Menurut Joy, kenaikan ini disumbang oleh penjualan ekspor SRIL yang naik 31% secara tahunan, dari US$ 145,37 juta menjadi US$ 191,11 juta. “Permintaan garmen dari Amerika Serikat meningkat karena ada perang dagang,” ucap dia. Kenaikan ini juga terjadi karena adanya peningkatan permintaan benang di pasar internasional maupun domestic Di sisi lain, penjualan lokal SRIL hanya tumbuh 3% menjadi US$ 125,727 juta. Pada periode sama tahun sebelumnya, penjualan lokal SRIL adalah US$ 122,46 juta. Kenaikan penjualan di pasar domestik ini lebih didorong oleh naiknya permintaan jelang Lebaran. Meskipun mengalami kenaikan pendapatan, SRIL menunjukkan penurunan laba bersih sebesar 32% menjadi US$ 28,04 juta. Pada periode sama tahun sebelumnya, laba bersih SRIL adalah US$ 41,34 juta.

 

BBRI: Pemegang saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI, anggota indeks Kompas100) bersiap menerima rezeki nomplok. BBRI akan membagikan dividen senilai Rp 131,14 per saham. Jumat (17/5), harga saham BBRI turun 1,81% ke level Rp 3.790 per saham. Merujuk harga saham tersebut, imbal hasil atau dividend yield BBRI sekitar 3,46%. Secara total, dividen tunai yang akan dibagikan BBRI mencapai Rp 16,17 triliun. Jumlah itu setara 50% dari laba bersih tahun 2018 yang senilai Rp 32,35 triliu

 

UNTR: PT United Tractors Tbk meningkatkan target volume produksi batubara pada tahun ini. Sekretaris United Tractors, Sara K. Loebis menyampaikan dari 3 konsesi milik emiten berkode saham UNTR ini, dua di antaranya memproduksi thermal coal dengan kalori tinggi, dan satu produksi coking coal. “Penjualan tahun lalu sekitar 5.5 juta ton, target tahun ini sekitar 7 juta ton belum termasuk offtakes,” tuturnya pada Kontan, Minggu (19/5). Sampai kuartal pertama tahun ini, mereka sudah memproduksi thermal coal sebanyak 2,24 juta ton. Sementara untuk produksi batubara kokas 325.000 ton.

 

ASII: Grup Astra telah mengakuisisi 44,4% saham PT Jasa Marga Surabaya Mojokerto (JSM), pemegang konsesi jalan tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) sepanjang 36,3 kilometer (km). Akuisisi ini dilakukan anak usaha PT Astra International Tbk (ASII), PT Astra Tol Nusantara.CEO Group Astra Infra Djap Tet Fa mengatakan, setelah menyelesaikan akuisisi ini, Astra Infra kini memiliki 44,5% saham JSM. Sedangkan sisa 55,5% saham JSM dimiliki oleh PT Jasa Marga Tbk (JSMR).

Friday
17/05/2019

SCMA: PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) akan membagikan dividen final tahun buku 2018 senilai Rp 31 per saham. Dividen ini merupakan bagian dari total dividen tahun buku 2018 yang sebesar Rp 51 per saham atau mencapai Rp 742,38 miliar. Jumlah tersebut setara dengan 50% dari laba bersih tahun buku 2018. Sebagai informasi, laba bersih SCMA per 2018 mencapai Rp 1,48 triliun. Angka ini naik 11,51% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1,33 triliun. Sebelumnya, SCMA telah membagikan dividen interim sebesar Rp 20 per saham pada 28 Desember 2018.

 

BMRI: RUPST perseroan menyepakati pembayaran dividen 45% dari laba bersih tahun buku 2018 yang sebesar Rp. 11,2 triliun atau Rp. 241 per saham. Sementara itu 55% dari laba bersih akan digunakan sebagai laba ditahan.

 

AMRT: PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) menyepakati pembagian dividen sebesar Rp 2,64 per lembar saham. Dividen itu merupakan tambahan dividen akhir tahun senilai Rp 3,6 per lembar. Karenanya total dividen yang diambil dari laba bersih per 31 Desember 2018 sebesar Rp 6,24 per lembar saham.

 

APLI: Perusahaan plastik, PT Asiaplast Industries Tbk (APLI) terus berusaha memperbaiki kinerja bisnisnya. Sepanjang awal tahun 2019 ini, Asiaplast berhasil meningkatkan performa bisnis. Penjualan bersih Asiaplast sepanjang tiga bulan pertama 2019 mencapai Rp 117,80 miliar atau naik 14,12% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 103,22 miliar. “Performance (penjualan plastik) memang meningkat di awal tahun,” ujar Wilson A. Pranoto, Direktur Utama APLI saat paparan publik, Kamis (16/5). Kontribusi penjualan plastik mendominasi pendapatan Asiaplast lebih dari 80%. Permintaan pasar yang naik mendorong penjualan APLI. Sementara beban pokok penjualan juga naik 12,5% secara year on year (yoy) di kuartal-I 2019 menjadi Rp 97,66 miliar. Namun laba kotor masih dapat bertumbuh menjadi 39,5% menjadi Rp 20,14 miliar di triwulan pertama tahun ini dari tahun lalu hanya Rp 14,43 miliar. Gross profit yang besar di awal tahun ini, menyebabkan pengurangan dari pos-pos beban lainnya tak menggerus banyak perolehan laba bersih Asiaplast. Tercatat laba bersih APLI di kuartal pertama tahun ini mencapai Rp 2,16 miliar, dimana pada periode yang sama tahun lalu masih rugi Rp 3,38 miliar. Pada 2018, pendapatan APLI mampu naik 14,6% yoy. Tapi, perusahaan ini merugi Rp 23,49 miliar.

 

MAPI: Emiten retail PT Mitra Adi Perkasa (MAPI) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp 165,3 miliar dari laba tahun buku 2018. Melansir dari hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Kamis (16/5) menyetujui dividen tunai yang akan dibagikan kepada investor adalah Rp 10 per saham. Kemudian Rp 5 miliar akan dimasukkan ke dalam dana cadangan. Dan dana sisa akan menjadi laba ditahan. Menilik dari laporan keuangan MAPI di Kuartal I 2019, mencatatkan pertumbuhan pendapatan bersih di Kuartal I 2019 naik 8,4% year on year (yoy) menjadi Rp 4,7 triliun. Adapun laba bersih merosot 52% dari Rp 351 miliar di kuartal I 2019 menjadi Rp 167 miliar.

 

HRUM: PT Harum Energy Tbk (HRUM) menggelar rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada Kamis (16/5). Dalam rapat itu pemegang saham menyetujui penetapan penggunaan laba bersih pada tahun lalu. Dalam RUPST tersebut menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 100 miliar. “Rp 100 miliar ini setara Rp 38,96 per saham,” ujar Direktur Utama Harum Energy, Ray Antonio Gunara dalam paparan publik, Kamis (16/5). Pada tahun lalu HRUM membukukan pendapatan sebesar US$ 336,7 juta naik 3,4% dari pendapatan pada 2017 sebesar US$ 325,6 juta. Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan pada pemilik entitas induk pada 2018 sebesar US$ 31,8 juta turun 29,7% dari laba bersih tahun 2017 sebesar US$ 45,3 juta. Sampai kuartal pertama tahun ini, Harum Energy mengantongi pendapatan sebesar US$ 72,1 juta atau turun 17% ketimbang periode yang sama tahun sebelumnya dengan laba bersih sebesar US$ 6,4 juta.

Tuesday
14/05/2019

GPRA: PT Perdana Gapuraprima Tbk akan bagikan dividen sebesar Rp 4,2 miliar atau sebanyak 11,32% dari total laba bersih tahun 2018. Arvin F. Iskandar, Direktur Utama Perdana Gapuraprima menyebutkan bahwa dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) menyepakati pembagian dividen kepada para pemegang saham. “Dividen sebesar Rp 4,2 miliar atau setara Rp 1 per saham,” ujarnya di Jakarta, Senin (13/5).

 

ISAT: Emiten telekomunikasi, PT Indosat Tbk. membukukan perbaikan rugi bersih pada kuartal pertama tahun ini seiring dengan pertumbuhan pendapatan. Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2019, emiten bersandi saham ISAT tersebut mencatatkan perbaikan rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 27,81% menjadi Rp292,50 miliar pada kuartal I/2019 dari posisi  rugi Rp405,20 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun, pendapatan ISAT pada periode Januari—Maret 2019 tercatat naik 3,89% menjadi Rp6,04 triliun secara tahunan (year-on-year/yoy) dari posisi Rp5,81 triliun pada kuartal I/2018.

 

BBNI: PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) memutuskan membagi dividen sebesar Rp 3,75 triliun untuk kinerja perseroan tahun 2018. Jumlah tersebut setara 25% dari laba bersih BNI atau atau Rp 805 per lembar saham. Pembagian dividen tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Senin (13/5). Selain menetapkan dividen, RUPS juga menyetujui sebesar 75% dari laba bersih tahun 2018 sebesar Rp 15 triliun atau setara Rp 11,26 triliun sebagai saldo di tahan.

 

SRIL: PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL, anggota indeks Kompas100 ini,) mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 18% year on year (yoy) menjadi US$ 316,84 juta pada kuartal I-2019. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, pendapatan SRIL hanya mencapai US$ 267,83 juta. Kenaikan ini didorong oleh penjualan ekspor SRIL yang naik 31% secara tahunan, dari US$ 145,37 juta menjadi US$ 191,11 juta. Sementara itu, penjualan lokal SRIL tumbuh 3% menjadi US$ 125,727 juta. Pada periode sama tahun sebelumnya, penjualan lokal SRIL adalah US$ 122,46 juta. Sebagai informasi, per kuartal I-2019, penjualan SRIL didominasi oleh penjualan benang yang mencakup 44,9% dari total penjualan. Disusul oleh kain jadi sebesar 24,2%, pakaian jadi 23,7%, dan kain mentah 7,2%. Kenaikan pendapatan ini seiring dengan kenaikan beban pokok penjualan yang naik 15% menjadi US$ 252,04 juta. Pada periode sama tahun sebelumnya, beban pokok penjualan SRIL adalah sebesar US$ 219,264 juta. Meskipun mengalami kenaikan pendapatan, SRIL menunjukkan penurunan laba bersih sebesar 32% menjadi US$ 28,04 juta. Pada periode sama tahun sebelumnya, laba bersih SRIL adalah US$ 41,34 juta.

Monday
13/05/2019

PBRX: PT Pan Brothers Tbk (PBRX, anggota indeks Kompas100 ini,) masih mampu mencatatkan pertumbuhan bisnis di tahun ini. Selain itu bottomline perseroan mampu terkerek beberapa kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Merujuk laporan keuangan perseroan, kuartal-I 2019 revenue tercatat senilai US$ 112,87 juta atau tumbuh 5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu US$ 107,43 juta. Sementara beban pokok penjualan turut naik 4,8% year on year (yoy) menjadi US$ 97,73 juta di tiga bulan pertama tahun ini. Target pertumbuhan 10%-15% di tahun ini dirasakan masih mampu digapai PBRX. Adapun sepanjang kuartal-I 2019 perseroan membukukan laba kotor hingga US$ 15,14 juta atau naik 6,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu US$ 14,18 juta. Setelah dikurangi beban keuangan, administrasi dan lainnya maka laba bersih perusahaan menjadi senilai US$ 825.000 di triwulan pertama 2019, jumlah ini melonjak hingga 161% dibandingkan triwulan pertama 2018.

 

FASW: Perusahaan asal Thailand Siam Cement Public Company Limited (SCG), lewat anak usaha yang dimiliki 99,04% SCG Packaging, akan mengakuisisi mayoritas saham PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW). Jumat (10/5) SCG telah menandatangani perjanjian jual beli bersyarat ini dengan pemegang saham terbesar FASW. Direktur Utama FASW Yustinus Y. Kusumah dalam keterbukaan informasi menyatakan, saham yang dibeli SCG Packaging adalah saham milik PT Intercipta Sempana, PT Garama Dhananjaya dan Hartono Herjanto yang seluruhnya mewakili 55% dari seluruh modal yang disetor FASW. Dalam informasi ke Bursa Efek Thailand, SCG mengungkapkan bahwa nilai akuisisi 55% saham FASW berkisar Rp 9,6 triliun. Persentase saham yang dibeli oleh SCG ini mencapai 1,36 miliar saham dari total modal ditempatkan dan disetor penuh 2,48 miliar saham. Artinya, harga akuisisi SCG atas 55% saham Fajar Surya Wisesa di kisaran Rp 7.050 per saham, lebih rendah daripada harga penutupan pekan lalu pada Rp 8.000 per saham.

 

ARNA: Produsen keramik PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) membukukan pertumbuhan dobel digit baik dari segi top line maupun bottom line. Tahun ini, ARNA fokus mengembangkan semua segmen penjualannya. Berdasarkan laporan keuangan kuartal-I 2019, ARNA meraup pendapatan Rp 561,22 miliar, naik 13,44% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, Rp 494,71 miliar. Alhasil, laba kotor yang diperoleh ARNA sepanjang tiga bulan pertama 2019 mencapai Rp 144,14 miliar atau naik 24,18% dibandingkan kuartal-I 2018 yang tercatat Rp 116,07 miliar. Adapun raihan laba bersih ARNA melesat 41,20% di kuartal pertama 2019 yang tercatat Rp 55,69 miliar. Pada kuartal pertama 2018 laba bersih emiten keramik ini Rp 39,86 miliar.

 

TBIG: PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) menawarkan Obligasi Berkelanjutan III Tahap III Tahun 2019 dengan jumlah pokok Rp 750 miliar. Penawaran ini adalah bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan III TBIG dengan total dana yang akan dihimpun sebesar Rp 7 triliun. Jenis dan tingkat bunga yang ditawarkan obligasi ini bersifat tetap pada 8,00% per tahun. Frekuensi pembayaran bunga obligasi yang memiliki tenor 370 hari ini akan dilakukan secara triwulan. Pembayaran bunga pertama obligasi ini jatuh pada 24 Agustus 2019. Sementara, jatuh tempo obligasi ini adalah tanggal 4 Juni 2020. Masa penawaran obligasi tersebut akan berlangsung pada 21 dan 22 Mei 2019. Kemudian, tanggal penjatahan jatuh pada 23 Mei 2019 dan tanggal distribusi obligasi secara elektronik jatuh pada 24 Mei 2019. Sebagai informasi, perusahaan pemeringkat PT Fitch Ratings Indonesia memberikan peringkat A+ (idn) atau single A Plus atas obligasi ini. Peringkat ini masuk ke dalam empat teratas dan masuk kategori layak investasi

 

ROTI: PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) telah melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2018 dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 2019. RUPST menghasilkan beberapa keputusan, antara lain menyetujui Laporan Tahunan Direksi Perseroan mengenai jalannya Perseroan untuk Tahun Buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018. Termasuk Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Perseroan, mengesahkan Neraca dan Perhitungan Laba Rugi Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018. Dalam rilis yang diperoleh Kontan.co.id, Rabu (8/5), pemegang saham pun menyetujui pembagian Dividen Tunai sebesar Rp 59,72 miliar atau 35% dari Laba Bersih tahun 2018. “Dividen Tunai dijadwalkan untuk dibagikan pada tanggal 31 Mei 2019 nanti,” terang Stephen Orlando, Public Relations ROTI dalam rilis tersebut.

 

WSBP: PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP, anggota indeks Kompas100) berencana untuk menerbitkan obligasi dengan skema penawaran umum berkelanjutan I (PUB I) tahap pertama sebesar Rp 500 miliar. Adapun total PUB secara keseluruhan sebesar Rp 2 triliun. Direktur Keuangan WSBP, Antonis Yulianto mengatakan, untuk tahap pertama yang akan diterbitkan sebesar Rp 500 miliar dengan tenor 3 tahun. Menurutnya, penjamin pelaksana efek rencana ini adalah PT Danareksa Sekuritas, PT Bahana Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT Indopremier Sekuritas dan PT CGS-CIMB Sekuritas Indonesia.

Friday
10/05/2019

KAEF: PT Kimia Farma Tbk (Persero) bakal membagikan dividen tunai di bulan ini. Menurut publikasi yang berasal dari situs Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (9/5) pembagian dividen tunai dijadwalkan tanggal 28 Mei 2019. Jumlah dividen yang dibagikan ialah Rp 14,98 per lembar saham. Total dividen yang dibagikan mencapai Rp 83,2 miliar kepada pemegang saham atau 20% dari laba bersih yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk perseroan pada tahun buku 2018 sebesar Rp415,89 miliar.

 

WSKT: PT Waskita Karya Tbk (WSKT, anggota indeks Kompas100 ini) menargetkan tambahan dana dari divestasi tol tahun ini bisa mencapai Rp 8 triliun. Adapun perolehan dana tersebut akan didapatkan dari divestasi tiga ruas tol yang saat ini masih dalam tahap uji tuntas. Direktur Utama WSKT, I Gusti Ngurah Putra mengatakan, proses uji tuntas oleh para investor terus berjalan. Ada beberapa pertimbangan investor sebelum mengambil aset ruas tol tersebut, antara lain dari menunggu situasi politik yang lebih stabil.

 

HMSP: PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) akan membagikan dividen dari hasil keuntungan tahun buku 2018 senilai Rp 13,63 triliun. Sementara itu, dividen per saham yang dibagikan adalah Rp 117,2 per saham. Adapun besaran dividen tersebut lebih tinggi dari laba bersih 2018 yang mencapai Rp 13,53 triliun.

 

ERAA: Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) memutuskan bahwa perusahaan akan mengalokasikan sekitar Rp 159,5 miliar dari keuntungan tahun buku 2018 sebagai dividen. Sedangkan sisanya akan dijadikan sebagai laba ditahan perusahaan.“Itu berarti nantinya para pemegang saham perusahaan akan mendapatkan dividen sekitar Rp 50 per saham,” kata Direktur PT Erajaya Swasembada Sim Chee Ping ketika ditemui setelah acara RUPS di Gedung Bursa Efek Indonesia, Kamis (9/5). Sedangkan untuk besaran dividend payout ratio perusahaan sendiri sebesar 18,8%. Untuk jadwal pembagian dividen, perusahaan mengatakan akan segera merilis informasi tersebut dalam waktu dekat.

 

SMGR: PT Semen Indonesia Tbk (SMGR, anggota indeks Kompas100) akan menerbitkan dan menawarkan obligasi berkelanjutan tahap II tahun 2019 dengan total Rp 4,9 triliun. Berdasarkan pemberitahuan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Kamis (9/5), obligasi ini diterbitkan dengan jumlah pokok sebesar Rp 3,48 triliun yang dijamin secara penuh (full commitment). Nantinya obligasi ini terdiri dari dua seri yakni, seri A sebesar Rp 2,8 triliun dengan tingkat bunga tetap sebesar Rp 9% per tahun. Jangka waktu obligasi seri A ini adalah lima tahun terhitung sejak tanggal emisi. Pembayaran obligasi dilakukan secara penuh sebesar 100% dari jumlah obligasi seri A pada saat jati tempo yakni 28 Mei 2024. Kemudian, untuk seri B ditawarkan sebesar Rp 654 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,10% per tahun. Jangka waktu obligasi seri B adalah tujuh tahun terhitung sejak tanggal emisi. Pembayaran obligasi juga dilakukan secara penuh sebesar 100% dari jumlah obligasi seri B pada saat jatuh tempo, 28 Mei 2026. Adapun sisa dari jumlah pokok obligasi yang ditawarkan sebanyak-banyaknya Rp 1,41 triliun akan dijamin secara kesanggupan terbaik (best effort). Bila jumlah dalam penjamin terbaik tidak terjual sebagian atau seluruhnya, maka atas sisa yang terjual tersebut tidak menjadi kewajiban SMGR untuk menerbitkan obligasi tersebut.

 

DSNG: PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), resmi menebar dividen tunai kepada pemegang saham sebesar Rp 104,6 miliar atau Rp 10 per saham pada kesempatan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Financial Hall, Graha CIMB Niaga, Jakarta Selatan, Kamis (9/5). Total dividen yang dibagikan adalah 25% dari laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tahun 2018, yang berjumlah Rp 420,5 miliar. Menilik laporan keuangan perseoran pada 2018, DSNG mengalami penurunan pendapatan sebesar 7,57% di nilai Rp 4,76 triliun. Pada tahun sebelumnya, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 5,15 triliun. Tak hanya itu, laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk ikut menurun sebesar 28,4% di nilai Rp 420,50 miliar dari nilai Rp 587,95 miliar pada 2017.

Thursday
09/05/2019

MBSS: PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) pada tanggal 6 Mei 2019 melakukan penandatanganan kontrak dengan PT Cotrans Asia untuk coal transportation. Asal tahu saja, Cotrans Asia merupakan akan perusahaan yang secara tidak langsung dikendalikan oleh PT Indika Energy Tbk (INDY). Sehingga MBSS dengan Cotrans memiliki hubungan afiliasi, selain itu perjanjian ini mengatur mengenai kerjasama pengangkutan batubara engan menggunakan kapal tunda dan tongkang milik MBSS. “Perjanjian ini akan berlaku hingga 31 Maret 2023 dengan total nilai pendapatan yang akan diperoleh perusahaan yaitu sebesar US$ 30 juta,” ujar Surya Aribowo, Direktur MBSS dalam keterbukaan informasi, Rabu (8/5) Manajemen menegaskan transaksi ini akan memiliki dampak pada keberlangsungan usaha perusahaan dan peningkatan pendapatan perusahaan.

 

PTBA: Pada perdagangan hari ini, Rabu (8/5) telah terjadi transaksi saham dalam jumlah besar di pasar negosiasi untuk saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Nilai transaksinya sebesar Rp 2,67 triliun. Berdasarkan data RTI, jumlah saham yang ditransaksikan mencapai 786,66 juta saham dengan harga saham di level Rp 3.400 per saham. Crossing saham ini menjawab pertanyaan sebelumnya terkait saham treasury PTBA, anggota indeks Kompas100 ini, yang harus dilego sebanyak 572 juta saham.

 

BIPI: PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) mencatatkan pendapatan sebesar US$ 16,04 juta per kuartal I-2019. Angka ini naik 4.235% dari pendapatan kuartal I-2018 yang sebesar US$ 0,37 juta. Berdasarkan laporan keuangan BIPI, pendapatan ini berasal dari sewa pelabuhan sebesar 71,4% dan sewa crusher 28,6%. Di periode sama tahun sebelumnya, bisnis BIPI hanya berasal dari bisnis petambangan yang menyumbang 100% terhadap pendapatan perusahaan ini. Dari sisi beban, BIPI mencatatkan penurunan pada beban keuangan. Beban keuangan BIPI per kuartal I-2019 turun 44% secara tahunan, dari US$ 21,99 juta menjadi US$ 15,27 juta. Penurunan beban tersebut membuat perusahaan ini dapat mencatatkan laba bersih sebesar US$ 8,61 juta per kuartal I-2019. Padahal, pada periode sama tahun sebelumnya BIPI merugi US$ 2,75 juta. Dari jumlah tersebut, laba bersih yang dapat diatribusikan pada entitas induk adalah sebesar US$ 6,05 juta, meningkat signifikan dari sebelumnya yang rugi US$ 2,46 juta.

 

TLKM: Layanan data menjadi kontributor utama atas pendapatan emiten-emiten telekomunikasi. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM, anggota indeks Kompas100) misalnya, per kuartal I-2019 mencatatkan pendapatan dari bisnis digital (connectivity broadband dan layanan digital) sebesar Rp 23,83 triliun. Angka ini berkontribusi 68,4% terhadap total pendapatan perusahaan. Pendapatan dari bisnis digital ini meningkat 26,2% secara tahunan. Per kuartal I-2018, TLKM mencatatkan pendapatan dari bisnis digital adalah sebesar Rp 17,58 triliun. Besaran tersebut berkontribusi 54,4% terhadap total pendapatan TLKM yang sebesar Rp 32,34 triliun.

 

ENRG: Emiten pertambangan minyak dan gas PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) meraih fasilitas pinjaman sebesar US$56,5 juta, atau sekitar Rp808,23 miliar. Dalam surat kepada Bursa Efek Indonesia yang ditandatangani Direktur ENRG Syailendra S. Bakrie dan Amir Balfas, manajemen mengungkapkan perseroan telah melakukan perjanjian fasilitas pinjaman batu dengan Elektra Assets Ltd. Total pinjaman senilai US$56,5 juta. Mengacu kepada kurs tengah BI pada Rabu (8/5/2019) senilai Rp14.305 per dolar AS, maka nilai pinjaman itu setara dengan Rp808,23 miliar.“Pinjaman tersebut digunakan untuk membiayai kembali pinjaman jangka pendek yang jatuh tempo dari PST Finance Ltd.,” paparnya, Rabu (8/5/2019). Perjanjian fasilitas pinjaman baru ini memiliki suku bunga sebesar 15% per tahun, dan akan jatuh tempo dalam 24 bulan ke depan. Transaksi pembiayaan kembali tersebut nantinya dapat menurunkan beban bunga perusahaan hingga 5% per tahun.

Wednesday
08/05/2019

KAEF: PT Kimia Farma Tbk (KAEF) capai kenaikan pendapatan bersih hingga dobel digit sepanjang kuartal pertama tahun ini. Hanya saja bottomline mencatatkan penurunan pertumbuhan. Menilik laporan keuangan perseroan sepanjang tiga bulan pertama 2019, revenue yang didapatkan senilai Rp 1,81 triliun atau tumbuh 21,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sedangkan beban pokok penjualan juga turut naik 21,2% year on year (yoy) menjadi Rp 1,18 triliun di kuartal I-2019. Alhasil laba kotor yang didapat ialah Rp 625 miliar, masih tumbuh 21,1% dibandingkan kuartal pertama tahun kemarin Rp 516 miliar. Namun pos beban administrasi dan keuangan mengalami pembengkakan cukup besar. Sehingga menggerus laba bersih KAEF dari Rp 30,9 miliar di kuartal pertama 2018 menjadi Rp 16,7 miliar di kuartal pertama 2019. “Tekanan di bottomline ini karena adanya beban bunga akibat akuisisi PT Phapros Tbk,” sebut Honesti Basyir, Direktur Utama KAEF saat paparan publik perseroan berlangsung, Selasa (7/5).

 

SMSM: Perusahaan produsen filter dan radiator kendaraan PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM)  merilis jadwal pembagian dividen kepada para investor. Berdasarkan data yang dirilis pada laman Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), perusahaan memutuskan membagikan dividen senilai Rp 18 per saham. Bila dihitung berdasarkan kepemilikan saham publik yang mencapai 2, 411 miliar saham, maka alokasi laba perusahaan untuk dividen berada di kisaran Rp 43, 49 miliar. Pada tahun 2018 lalu, anggota indeks Kompas100 ini meraup laba bersih sebesar Rp 556,9 miliar. Laba tersebut naik 11,4% dari laba dua tahun sebelumnya yakni sebesar Rp 499, 4 miliar. Bila mengacu pada data RTI, itu berarti dividend yield SMSM kali ini sebesar 3,71%. Ketika berita ini ditulis, harga saham SMSM sendiri berada pada level 1565. Sedangkan untuk dividend payout ratio (DPR) perusahaan sebesar 59, 79%. Tanggal cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi SMSM sendiri tercatat akan dilakukan pada 13 Mei 2019. Sedangkan sehari setelahnya, yakni tanggal 14 Mei 2019 adalah tanggal ex dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi.

 

KINO: Pertumbuhan laba PT Kino Indonesia Tbk (KINO) pada kuartal I tahun ini melonjak secara fantastis. Pada kuartal I tahun lalu, laba yang berhasil diperoleh perusahaan hanya sebesar Rp 32,19 miliar. Sedangkan pada kuartal I tahun ini, laba perusahaan melesat tinggi hingga mencapai Rp 306,13 miliar. Bila dihitung-hitung, kenaikan laba perusahaan itu mencapai 851%.Direktur PT Kino Indonesia Tbk Budi Muljono menjelaskan, selain dari pendapatan penjualan, raihan laba tersebut disokong pula oleh karena selisih nilai investasi dengan nilai wajar aset neto yang diperoleh pada saat anak perusahaan KINO yaitu PT Kino Food Indonesia diakuisisi oleh entitas induk. Bila menilik laporan keuangan Kino, nilai keuntungan tersebut mencapai Rp 264,21 miliar. Sedangkan di satu sisi, pendapatan perusahaan tumbuh sebesar 20,19% atau sebesar Rp 1 triliun pada tahun ini. Sedangkan pada kuartal I tahun lalu, pendapatan yang dicatatkan oleh perusahaan sebesar Rp 832, 49 miliar.

 

SWAT: Kinerja PT Sriwahana Adityakarta Tbk (SWAT) pada kuartal I 2019 sumringah. Penjualan emiten produsen kertas dan pulp ini meningkat 15% menjadi Rp 62,05 miliar dibandingkan periode sama 2018 yang sebesar Rp 53,95 miliar. Mengutip laporan keuangan Sriwahana yang dirilis di Bursa Efek Indonesia, SWAT membukukan laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 694,39 juta atau meningkat 29,71% dibandingkan periode sama tahun 2018 yang sebesar Rp 535,32 juta. SWAT juga mencatat kenaikan beban pokok penjualan 12,25%  menjadi Rp 51,94 miliar dibandingkan periode sama 2018 yang sebesar Rp 46,27 miliar. Namun perseroan mencatat penurunan aset menjadi Rp 545,32 miliar per 31 Maret 2019. Aset itu lebih rendah daripada nilai aset SWAT per 31 Desember 2018 yang sebesar Rp 550,57 miliar.

PBRX

Monday
15/04/19

PT Pan Brothers Tbk (PBRX) menorehkan kinerja yang memuaskan sepanjang tahun 2018. Produsen garmen dan tekstil ini berhasil meraih pertumbuhan baik dari segi topline maupun bottomline. Karena itu, pada tahun 2018 lalu PBRX membukukan kenaikan laba bersih 107% menjadi US$ 16,2 juta dibandingkan 2017. Berdasarkan laporan keuangan tahun lalu, pendapatan yang diperoleh anggota indeks Kompas100 ini mencapai US$ 611 juta atau tumbuh 11,2% dibandingkan tahun sebelumnya US$ 549 juta. Sementara beban pokok penjualan turut naik 12,2% year on year (yoy) menjadi US$ 530 juta di 2018.

ASGR

Monday
15/04/19

PT Astra Graphia Tbk (ASGR) akan membagikan dividen kepada pemegang saham sebesar 40% dari laba bersih. Mengutip keterangan resmi yang dipublikasikan oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Jumat (12/4), jumlah dividen yang dibagikan oleh perusahaan multinasional diversifikasi ini sebesar Rp 50 per saham. Tanggal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi akan diselenggarakan pada 22 April 2019. Sedangkan di pasar tunai, tanggal cum bakal diselenggarakan 24 April 2019. Selang 12 hari setelahnya yakni tanggal 10 Mei 2019, ASGR akan membagikan dividennya secara tunai kepada para investornya.

BBCA

Friday
12/04/19

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA, anggota indeks Kompas100) akan membagikan dividen dari laba tahun buku 2018. Nilainya mencapai Rp 340 per saham. Nilai dividen ini meningkat 33,3% dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah dividen tunai tersebut sudah termasuk dividen interim sebesar Rp 85 per saham yang telah dibayarkan BCA pada 21 Desember 2018 silam. Dalam keterangan tertulis yang diterima Kontan.co.id, Kamis (11/4), pembagian dividen tersebut sudah mendapat persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BCA.

PNLF

Friday
12/04/19

Anak usaha Panin Group, PT Paninvest Tbk (PNIN) menambah kepemilikannya di PT Panin Financial Tbk (PNLF) menjadi 61,86%. Hal ini dilakukan PNIN dengan membeli saham secara bertahap dari 4 April 2019 sampai 9 April 2019. Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (11/4), perusahaan ini membeli saham Panin Financial dengan total 147,1 juta saham. Sebelum transaksi, Paninvest menggenggam 19,75 miliar saham PNLF.

WOOD

Friday
12/04/19

PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD, anggota indeks Kompas100 ini,) berhasil meraih pertumbuhan kinerja yang memuaskan sepanjang tahun lalu. Untuk itu perseroan terus mengupayakan pertumbuhan bisnis yang signifikan di tahun ini. Mengulik laporan keuangan 2018, revenue WOOD tercatat Rp 2,1 triliun atau naik 21,3% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp 1,73 triliun. Wang Sutrisno, Direktur Keuangan WOOD bilang penjualan naik tak terlepas dari permintaan customer perseroan yang terus bertambah. Wang menyebutkan bahwa pertumbuhan segmen bisnis ini lantaran harga kayu tumbuh baik tahun lalu. Setidaknya pertumbuhan penjualan segmen kehutanan mampu tumbuh 1,5 kali lipat menjadi Rp 333 miliar di tahun 2018, dimana tahun 2017 hanya Rp 132 miliar.Di tahun ini diperkirakan harga kayu akan stabil, sehingga kenaikan di sektor ini bakal tidak setinggi tahun lalu. Sementara itu pasar ekspor WOOD kian kencang berlari dengan porsi 67% dari total revenue tahun 2018.Pertumbuhan pasar ekspor sebanyak 16,7% dari Rp 1,2 triliun di 2017 menjadi Rp 1,4 triliun. “Furnitur dan building component banyak pesanan dari luar, khususnya Amerika,” sebut Wang.Sedangkan furnitur di dalam negeri, WOOD berhasil meningkatkan penjualannya lewat proyek pemerintah. Wang mengatakan, untuk tender e-catalouge bangku sekolah sepanjang 2018 kemarin setidaknya perusahaan mampu mengantongi nilai hampir Rp 100 miliar.Adapun beban pokok penjualan di 2018 tercatat senilai Rp 1,36 triliun tumbuh 16,2% year on year (yoy). Alhasil laba kotor yang dicatat WOOD di 2018 mencapai Rp 739 miliar atau tumbuh 31,9% dibandingkan tahun sebelumnya.Sementara itu kata Wang, selisih kurs di tahun lalu membantu emiten yang berorientasi ekspor ini sehingga memperoleh margin keuntungan yang signifikan. Berkat selisih kurs pula, laba bersih perusahaan dapat terkerek 41,5% yoy menjadi Rp 242 miliar sampai akhir 2018.

ELSA

Friday
12/04/19

PT Elnusa Tbk (ELSA, anggota indeks Kompas100 ini,) bakal menebar dividen senilai Rp 9,465 per saham dari laba tahun buku 2018. Total dividen yang akan dibagikan Elnusa hingga Rp 69 miliar atau sekitar 25% dari laba bersih tahun lalu. Emiten berkode saham ELSA ini mengantongi total laba bersih 2018 Rp 276,31 miliar naik 11,80% ketimbang tahun 2018 sebesar Rp 247,14 miliar. Pertumbuhan laba bersih ini lantaran pendapatan pada tahun lalu juga meningkat pendapatan 32,93% menjadi Rp 6,62 triliun ketimbang perolehan tahun 2017 sebesar Rp 4,98 triliun.

ERAA

Thursday
11/04/19

PT Erajaya Swasembada Tbk akan tampil lebih agresif pada tahun ini. Distributor aneka ponsel berbagai merek tersebut berencana menambah 330 gerai baru di sepanjang 2019.Manajemen Erajaya ingin mengulangi keberhasilan ekspansi pada tahun lalu. Sepanjang 2018, emiten berkode saham ERAA di Bursa Efek Indonesia ini mencatatkan pendapatan senilai Rp 34,74 triliun. Jumlah tersebut menanjak 43,38% dibandingkan pendapatan di sepanjang 2017 yang senilai Rp 24,23 triliun. Sedangkan laba bersihnya melonjak hingga 150% year on year (yoy) menjadi sekitar Rp 850,09 miliar.

PPRO

Thursday
11/04/19

PT PP Properti Tbk (PPRO) baru saja menyelesaikan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang salah satunya menyetujui pembagian dividen kepada pemegang saham senilai Rp 94 miliar.Adapun besaran dividen tersebut setara dengan 20% dari laba bersih. Laba bersih PPRO tahun 2018 lalu sebesar Rp 471 miliar, tumbuh 6,08% year on year (yoy) dari tahun sebelumnya sebesar Rp 444 miliar. Laba per saham yang dibagikan sebesar Rp 1,52 per saham.

PPRE

Thursday
11/04/19

PT PP Presisi Tbk (PPRE) resmi membagikan dividen tunai sebesar Rp 97,9 miliar atau setara dengan 30% dari laba bersih perusahaan. Keputusan ini diambil setelah melakukan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2018.Benny Pidakso, Direktur Keuangan PPRE mengatakan, setiap pemegang saham akan menerima dividen tunai sejumlah Rp 9,58 per saham, meningkat sebesar 73,6% dari Rp 5,52 per saham dari tahun lalu.

SIDO

Thursday
11/04/19

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO, anggota indeks Kompas100) telah mendapat persetujuan untuk pembagian dividen tahun buku 2018. Rencana tersebut telah disetujui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dilakukan pada Selasa (9/4).  Adapun SIDO berencana membagikan dividen sebesar Rp 531,08 miliar atau setara dengan 80% dari total perolehan laba bersih di akhir 2018 yang senilai Rp 663,85 miliar. Dengan jumlah dividen per lembarnya sebesar Rp 36 per saham.

BOSS

Tuesday
09/04/19

PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk (BOSS) mencatatkan penjualan bersih Rp 272,40 miliar di tahun 2018 lalu. Pencapaian tersebut naik 29,90% secara year on year (yoy) dari penjualan bersih tahun sebelumnya sebesar Rp 209,70 miliar. Berkat torehan tersebut, laba kotor BOSS meningkat 81,26% menjadi Rp 116,33 miliar dari Rp 64,18 miliar pada tahun sebelumnya. Lonjakan laba kotor ini terjadi karena kenaikan beban pokok penjualan hanya 7,25% menjadi Rp 156,07 miliar. Meski pendapatan dan laba kotor naik, laba bersih emiten batubara ini justru turun 7,08% menjadi Rp 22,43 miliar dari sebelumnya Rp 24 miliar. Penurunan laba ini disebabkan oleh kenaikan beban penjualan sebesar 37,21% menjadi Rp 31,93 miliar dan beban umum dan administrasi sebesar 257% menjadi Rp 39,67 miliar. Beban keuangan BOSS pun meningkat hampir 10 kali lipat menjadi Rp 10,07 miliar.

IGAR

Tuesday
09/04/19

Produsen kemasan farmasi, PT Champion Pacific Indonesia Tbk (IGAR) membukukan kenaikan pendapatan di tahun 2018. Hanya saja keuntungan yang diperoleh belum bertumbuh terkendala harga produk yang sulit naik. Berkaca pada laporan keuangan tahun 2018 kemarin, revenue yang tercatat tumbuh kecil 2,1% year on year (yoy) menjadi Rp 777 miliar. Sedangkan beban pokok penjualan melonjak 6,9% dari Rp 632 miliar di 2017 menjadi Rp 676 miliar di 2018. Alhasil, laba kotor IGAR tergerus 21% dari Rp 128 miliar di 2017 menjadi Rp 101 miliar di 2018. Serta laba bersih yang dapat dikumpulkan perseroan hanya Rp 44 miliar sepanjang tahun 2018 kemarin, turun 38% dibandingkan perolehan tahun sebelumnya Rp 72 miliar.

TOBA

Monday
08/04/19

PT Toba Bara Sejahtra Tbk menorehkan pertumbuhan kinerja keuangan sepanjang tahun lalu. Pendapatan emiten berkode saham TOBA ini meningkat 41,11% menjadi US$ 438,44 juta pada 2018. Asal tahu saja,  pada 2017 pendapatan TOBA sebesar US$ 310,71 juta. Pendapatan ini ditopang oleh penjualan batubara ke luar negeri sebanyak US$ 391,44 juta atau 33,91% lebih tinggi dari pada tahun sebelumnya. Sementara penjualan batubara ke pasar domestik juga tumbuh 139,74% menjadi US$ 5,73 juta ketimbang tahun 2017 yang hanya US$ 3,39 juta. TOBA mencatatkan laba bersih US$ 37,79 juta naik 76,26% dari tahun 2017 sebanyak US$ 21,44 juta.

SCMA

Monday
08/04/19

PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) berencana untuk mengakuisisi perusahaan media dan modal ventura, yaitu PT Vidio Dot Com, PT Kapanlagi Dot Com, dan PT Binary Ventura Indonesia. Ketiga perusahaan tersebut berada di bawah naungan induk SCMA, yakni PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK). SCMA bakal meminta persetujuan para pemegang sahamnya atas akuisisi ini pada agenda Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang bakal dilaksanakan pada Kamis,16 Mei 2019 mendatang.

AGRO

Monday
08/04/19

PT BRI Agroniaga Tbk (AGRO) menargetkan rencana penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias rights issue akan direalisasikan pada akhir kuartal III 2019 mendatang. Direktur Utama BRI Agro Agus Noorsanto mengatakan pihaknya berencana melepas sekitar 7,8% saham dengan target perolehan dana Rp 700 miliar. Right issue itu ditujukan dalam rangka merealisasikan rencana perseroan untuk naik kelas menjadi Bank Umum Kategori Usaha (BUKU) III.

JPFA

Friday
05/04/19

Hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) memutuskan untuk membagikan dividen senilai Rp585,9 miliar dari laba 2018 atau sebesar Rp50 per saham yang akan dibagikan kepada 11,72 miliar saham.

GIAA

Friday
05/04/19

Setelah mencatat kerugian tahun 2017, PT Garuda Indonesia  Tbk (GIAA) membukukan laba sebesar US$ 809.846 atau sekitar Rp 11,4 miliar (US$ 1= Rp 14.100). Kenaikan laba GIAA ditopang oleh pendapatan yang meningkat di tahun 2018 yang mencapai US$ 4,37 miliar atau meningkat 4,79% dibandingkan 2017 yang sebesar US$ 4.17 miliar. Pendapatan tersebut berasal dari penerbangan berjadwal sebesar US$ 3,53 miliar, penerbangan tidak berjadwal US$ 266,86 juta dan pendapatan lain-lain US$ 567,93 juta. Pada 2018, GIAA mencatat kenaikan nilai aset signifikan yang menjadi US$ 4,37 miliar atau naik 16,2% dari 2017 yang sebesar US$ 3,76 miliar

HOKI

Thursday
04/04/19

PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) berhasil membukukan kinerja moncer. Keuntungan produsen beras Topi Koki ini bahkan jauh melampaui target. Laba bersih emiten anggota indeks Kompas100 ini, naik 88% menjadi Rp 90,19 miliar sepanjang 2018. Sebelumnya, manajemen HOKI menargetkan pertumbuhan laba bersih sebesar 15% secara tahunan.

DSFI

Thursday
04/04/19

Perusahaan perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk (DSFI) mencatat kenaikan laba pada tahun 2018 sebesar 28% menjadi Rp 8,64 miliar dibandingkan laba 2017 yang sebesar Rp 6,74 miliar. Berdasarkan laporan keuangan DSFI yang dirilis di Bursa Efek Indonesia (BEI), 1 April 2019, kenaikan laba DSFI ditopang dari kenaikan penjualan ikan dan produk olahan ikan yang mencapai Rp 652,51 miliar sepanjang tahun lalu. Nilai penjualan ini meningkat tipis 0,79% dibandingkan nilai penjualan di 2017 yang sebesar Rp 647,38 miliar.

BEEF

Thursday
04/04/19

PT Estetika Tata Tiara Tbk (BEEF) mengantongi laba bersih komprehensif tahun berjalan sebesar Rp 31,35 miliar pada tahun 2018 lalu. Laba tesebut meningkat 8,16% dibandingkan 2017 yang sebesar Rp 28,98 miliar. Mengutip laporan keuangan yang dirilis di Bursa Efek Indonesia (BEI) 1 April 2019, kenaikan laba industri peternakan ini ditopang dari kenaikan penjualan selama 2018. BEEF mencatat penjualan sebesar Rp 895,93 miliar atau naik 5,8% dari tahun 2017 yang tercatat sebesar Rp 846,49 miliar.

MPPA

Tuesday
02/04/19

PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) sepanjang tahun lalu masih terterkan. Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis perusahaan, MPPA mencatatkan penurunan penjualan bersih 14,89% dari Rp 12,56 triliun menjadi Rp 10,69 triliun. Penjualan langsung perusahaan mengalami penurunan dari Rp 12,46 triliun menjadi Rp 10,59 triliun. Sedangkan penjualan konsinyasi mengalami peningkatan dari Rp 673,12 miliar menjadi Rp 678,05 miliar. Beban pokok penjualan tercatat Rp 9,21 triliun, laba bruto Rp 1,48 triliun. Perusahaan ini masih mencatat rugi tahun berjalan sebesar Rp 898,27 miliar sedikit lebih baik ketimbang rugi sebelumnya Rp 1,24 triliun.

ERAA

Tuesday
02/04/19

PT Erajaya Swsembada Tbk (ERAA) sepanjang tahun lalu mencatat kinerja yang positif. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, ERAA mencatat pertumbuhan penjualan neto 43,4% dari Rp 24,23 triliun menjadi Rp 34,74 triliun. Beban pokok penjualan tercatat Rp 31,57 triliun, laba usaha Rp 1,53 triliun, sedangkan laba tahun berjalan naik 156,18% dari Rp 347,15 miliar menjadi Rp 889,34 miliar dan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 850,09 miliar atau naik 150,42% dari sebelumnya Rp 336,17 miliar.

BULL

Tuesday
02/04/19

PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) sepanjang tahun lalu mencatatkan peningkatan kinerja baik topline maupun bottom line. Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis Senin (1/4), BULL mencatat pendapatan sebesar US$ 85,43 juta atau naik 31,25% ketimbang capaian tahun sebelumnya US$ 65,09 juta. Seluruh pendapatan berasal dari pihak ketiga dengan pendapatan yang berasal dari kapal yang dimiliki sebesar US$ 84,37 juta atau naik 31,64% ketimbang tahun sebelumnya US$ 64,09 juta dan sub-contract sebesar RP 1,06 juta atau naik 6,5% dari sebelumnya US$ 1 juta. Beban langsung tercatat juga meningkat menjadi US$ 51,84 juta, laba kotor US$ 33,58 juta dan laba tahun berlajan naik 32,63% dari US$ 11,2 juta menjadi US$ 14,86 juta, sedangkan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 13,51 juta atau naik 58,15% dari sebelumnya US$ 8,54 juta.

MAPI

Tuesday
02/04/19

PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) mencatatkan kinerja yang impresif sepanjang tahun lalu. Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis pada hari ini, MAPI mencatat peningkatan pendapatan bersih sebesar 16,04% dari Rp 16,3 triliun menjadi Rp 18,92 triliun. Sedangkan laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 735,83 miliar atau naik 119,88% dari sebelumnya Rp 334,65 miliar.

TBIG

Monday
01/04/19

Kinerja keuangan emiten menara PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) selama 2018 merosot dalam dibanding tahun 2017. Berdasarkan laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), laba bersih perseroan 2018 sebesar Rp 680,58 miliar, turun 70,62% dibandingkan laba 2017 sebesar Rp 2,31 triliun.

BRPT

Monday
01/04/19

PT Barito Pacific Tbk. membukukan pertumbuhan pendapatan bersih sebesar 7,84%, tetapi laba yang bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk terpangkas 53,16% pada 2018. Berdasarkan laporan keuangan 2018 yang dipublikasikan di harian Bisnis Indonesia, Jumat (29/3/2019), emiten petrokimia dan energi dengan kode saham BRPT itu membukukan pendapatan bersih sebesar US$3,08 miliar, naik 7,84% dibandingkan dengan pendapatan bersih tahun sebelumnya, yang sebesar US$2,85 miliar. Namun, pertumbuhan pendapatan bersih sepanjang tahun lalu masih lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pendapatan bersih 2017 yang mencapai 35,43%. Beban pokok pendapatan dan beban langsung naik 15,05% secara tahunan menjadi US$2,27 miliar, sedangkan beban penjualan turun 6,92% menjadi US$40,47 juta pada 2018. Kenaikan beban yang signifikan juga terjadi di beban keuangan, yakni sebesar 33,54%, dari US$156,02 juta pada 2017 menjadi US$208,35 juta pada 2018. Kerugian kurs mata uang asing pun melonjak 294,6% secara year-on-year (yoy) dari US$3,11 juta menjadi US$12,28 juta pada 2018. Dengan demikian, laba sebelum pajak tercatat senilai US$455,81 juta pada 2018, lebih rendah 22,83% dari tahun sebelumnya yang sebesar US$590,63 juta. Adapun laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menyusut 53,16% menjadi US$72,23 juta, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang senilai dari US$154,2 juta

CTRA

Monday
01/04/19

PT Ciputra Developments Tbk (CTRA) mencatat kenaikan laba tahun berjalan yang dapat didistribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp1,18 triliun hingga periode yang berakhir 31 Desember 2018 dibandingkan laba Rp894,35 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

TOTL

Monday
01/04/19

Sepanjang 2018, PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) membukukan laba bersih Rp208,66 miliar. Naik 14,68% ketimbang 2017 sebesar Rp244,51 miliar.Data tersebut tersaji dalam laporan keuangan perseroan periode yang berakhir 31 Desember 2018 dan telah diaudit yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (30/3/2019).

BUMI

Friday
29/03/19

PT Bumi Resources Tbk. membukukan pendapatan US$1,11 miliar atau tumbuh 6.304,49% secara tahunan pada 2018. Berdasarkan laporan keuangan 2018 yang dipublikasikan Kamis (28/3/2019), Bumi Resources mengantongi pendapatan US$1,11 miliar. Realisasi itu naik 6.304,49% dari US$17,36 juta pada 2017. Adapun, beban pokok pendapatan yang dikeluarkan perseroan tahun lalu senilai US$965,31 juta pada 2018. Dari situ, laba kotor yang dibukukan perseroan senilai US$146,50 juta pada 2018. Realisasi itu naik 743,89% dari US$17,36 juta pada 2017.Kendati demikian, laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk perseroan tercatat turun 40,95% secara tahunan pada 2018. Nilai yang dikantongi turun dari US$373,25 juta pada 2017 menjadi US$220,41 juta pada 2018.

BLTA

Friday
29/03/19

Tujuh tahun mendapat sanksi pemberhentian sementara perdagangan (suspensi) saham, banyak yang terjadi dengan PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA). Proses penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) bergulir atas BLTA, pasca BEI mensuspensi saham perusahaan ini terhitung sejak perdagangan sesi I, 25 Januari 2012 silam. Suspensi dijatuhkan karena BLTA kala itu terkendala membayar seluruh fasilitas pinjaman perbank dan obligasi. Mulai 29 Maret 2019, saham BLTA terbebas dari suspensi. Momentum ini akan menjadi babak baru bagi perusahaan yang memulai usaha dengan bermodal dua kapal tanker yang disewakan ke Pertamina pada tahun 1981 tersebut.

TPIA

Friday
29/03/19

Ketidakpastian global membuat kinerja PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) tertekan. Sepanjang tahun 2018, laba bersih TPIA turun 42,9% menjadi US$ 181,65 juta dari tahun sebelumnya sebesar US$ 318,62 juta. Sementara itu, pendapatan bersih TPIA hanya tumbuh 5,16% sepanjang tahun 2018 menjadi US$ 2,54 miliar.  Presiden Direktur PT Chandra Asri Petrochemical Tbk Erwin Ciputra mengungkapkan tahun 2018 merupakan tahun yang penuh tantangan di tengah ketidakpastian ekonomi global akibat kenaikan suku bunga, perang dagang AS-China, ketegangan geopolitik dan harga minyak mentah dan bahan baku yang tak stabil, hal tersebut membuat margin petrokimia menjadi moderat.

BSDE

Friday
29/03/19

Industri properti tahun lalu turun. Ini tercermin dari laba bersih PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) pada tahun lalu yang turun dari Rp 4,92 triliun pada tahun 2017 menjadi Rp 1,29 triliun pada tahun 2018. Adapaun pendapatan BSDE juga turun, dari Rp 10,35 triliun tahun 2017 menjadi Rp 6,63 triliun tahun 2018. Adapun jumlah aset BSDE bertambah Rp 6,15 triliun menjadi Rp 52,10 triliun pada tahun lalu.

MYOR

Friday
29/03/19

PT Mayora Indah Tbk (MYOR) mencatat kenaikan laba tahun berjalan yang dapat didistribusikan ke pemilik entitas induk sebesar 7,6% hingga periode yang berakhir 31 Desember 2018 menjadi Rp1,72 triliun dari laba Rp1,59 triliun di periode sama tahun sebelumnya.

ADHI

Friday
29/03/19

PT Adhi Karya Tbk (ADHI) meraih pertumbuhan labab bersih yang dapat didistribusikan ke pemilik entitas induk sebesar 24,97% hingga periode 31 Desember 2018 menjadi Rp644,16 miliar dari laba bersih Rp515,42 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

BRPT

Thursday
28/03/19

Produsen Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dan kosmetik, PT Akasha Wira International Tbk (ADES) masih berupaya memoles kinerja bisnisnya di tahun ini. Sebab penjualan bersih perseroan sepanjang 2018 lalu tercatat mengalami penurunan. Mengutip laporan keuangan perseroan di tahun tersebut, yang baru dipublikasikan di situs Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (27/3), pendapatan bersih alias revenue ADES tercatat sebesar Rp 804 miliar. Jumlah tersebut turun mini 1,2% dibandingkan capaian tahun 2017 sebelumnya yang senilai Rp 814 miliar. Turunnya revenue diikuti pula kenaikan beban pokok penjualan sebesar 10% year on year (yoy) menjadi Rp 415 miliar di tahun 2018 itu. Sehingga menyebabkan laba kotor ADES tergerus 11% dari Rp 438 miliar di 2017 menjadi Rp 389 miliar di 2018. Meski demikian, dari pos beban penjualan perusahaan terjadi penurunan sebesar 21% menjadi Rp 226 miliar di tahun kemarin, dimana pada tahun 2017 sebelumnya pos tersebut bernilai Rp 289 miliar. Alhasil laba tahun berjalan ADES mampu tercetak sebanyak Rp 52 miliar atau tumbuh 36% dibandingkan tahun sebelumnya, Rp 38 miliar.

WTON

Thursday
28/03/19

Hingga Maret 2019, PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) telah mengantongi kontrak baru senilai Rp 1,4 triliun. Jumlah itu setara 16% dari target kontrak anyar yang dibidik sepanjang tahun ini sebesar Rp 9 triliun. Direktur Utama PT Wijaya Karya Beton Tbk Hadian Pramudita mengatakan pada awal tahun tren perolehan kontrak baru selalu melandai. Tapi berdasarkan siklus tahunan, penerimaan kontrak baru bakal ramai di semester kedua. “Biasanya di semester I itu sekitar 35% Sisanya di semester II, jadi tidak khawatir,” kata dia, Rabu (27/3).

CLEO

Thursday
28/03/19

Produsen air minum dalam kemasan (Amdk), PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) mencetak pertumbuhan yang signifikan sepanjang tahun lalu. Berdasarkan laporan tersebut perseroan yang dipublikasikan di situs Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin kemarin, (25/3) perusahaan tercatat meraih pertumbuhan dobel digit baik dari sisi topline maupun bottomline-nya. Tercatat, penjualan bersih bertumbuh 35% dari revenue di 2017 yang sebesar Rp 614 miliar menjadi Rp 831 miliar di 2018 kemarin. Sementara itu beban pokok penjualan turut naik 44% year on year (yoy) menjadi Rp 562 miliar di tahun tersebut. Meski demikian, laba kotor masih tercatat tumbuh 19% menjadi Rp 268 miliar, dimana pada tahun 2017 sebelumnya hanya Rp 225 miliar. Alhasil, CLEO berhasil mencetak laba bersih senilai Rp 63 miliar di tahun 2018 lalu, melonjak 25% dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat kisaran Rp 50 miliar.

BDMN

Wednesday
27/03/19

PT Bank Danamon Tbk (BDMN) akan  membagikan dividen sebesar 35% dari laba bersih 2018. Bank Danamon akan membagikan keuntungan sebesar Rp 143,22 per saham. Porsi dividen yang dibagikan bank ini tahun ini sama dengan tahun sebelumnya yakni 35%.

PWON

Wednesday
27/03/19

PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), anggota indeks Kompas100 ini,  membukukan laba bersih yang dapat didistribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 2,54 triliun. Nilai tersebut tumbuh 35,79% jika dibandingkan dengan 2017 yang sebesar Rp 1,87 triliun. Laba bersih PWON tersebut disokong pendapatan bersih yang menembus Rp 7,08 triliun, meningkat 23% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp 5,74 triliun.

BIRD

Tuesday
26/03/19

Kinerja PT Blue Bird Tbk (BIRD) sepanjang tahun lalu naik tipis. Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis pada hari ini, BIRD mencatat pendapatan sebesar Rp 4,22 triliun atau naik 0,36% ketimbang raihan tahun sebelumnya Rp 4,2 triliun. Beban langsung perusahaan juga mengalami sedikti perbaikan dari Rp 3,07 triliun menjadi Rp 3,04 triliun, laba usaha tercatat turun dari Rp 567,6 miliar menjadi Rp 558,25 miliar, sedangkan laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemegang saham meningkat 7,67% dari Rp 427,49 miliar menjadi Rp 460,27 miliar.

BBRI

Tuesday
26/03/19

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) punya rencana besar untuk anak usaha perbankannya. Saat ini BRI memiliki Bank PT BRI Syariah Tbk (BRIS) dan Bank PT BRI Agroniaga Tbk (AGRO). Direktur utama Bank BRI Suprajarto mengatakan kedua bank ini akan didorong menjadi bank umum kegiatan usaha (BUKU) III atau bank yang memiliki modal inti antara Rp 5 triliun hingga Rp 30 triliun. Dengan naik kelas BRI Agro dan BRI Syariah akan bisa mengembangkan dan memperluas cakupan bisnis.

POWR

Tuesday
26/03/19

Pendapatan PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR) tumbuh 1,41% tahun lalu  menjadi US$ 574,11 juta dari 2017 yang sebesar US$ 566,16 juta. Pendapatan tersebut disumbang dari penjualan ke PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebesar US$ 146,95 juta dan penjualan ke kawasan industri sebanyak US$ 427,16 juta. Sementara itu, beban pokok penjualan POWR tahun lalu sebesar US$ 358,71 juta. Karena itu, perusahaan ini mencatatkan laba kotor US$ 215,40 juta tumbuh 3,58% dari tahun 2017 sebanyak US$ 207,96 juta. Namun, beban lain mereka juga meningkat lima kali lipat menjadi US$ 10,18 juta naik dari tahun 2017 sebesar US$ 1,52 juta. Alhasil POWR mengantongi laba tahun berjalan sebesar US$ 78,90 juta turun26,49% dari laba tahun berjalan pada 2017 sebanyak US$ 107,33 juta.

PRDA

Monday
25/03/19

PT Prodia Widyahusada Tbk berhasil mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar Rp 175,45 miliar pada tahun 2018, naik 16,35% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 150,80 miliar. Pendapatan Bersih Perseroan juga tumbuh sebesar 9,12% menjadi Rp 1.6 trilliun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 1.47 trilliun.

HMSP

Friday
22/03/19

PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) membukukan pendapatan Rp 106,74 triliun sepanjang 2018. Angka ini naik 8% dari periode yang sama tahun 2017 yang sebesar Rp 99,09 triliun. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan yang dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis (21/3) menyebutkan, kenaikan pendapatan ini ditopang oleh kenaikan penjualan lokal yang meliputi penjualan Sigaret Kretek Mesin (SKM) yang naik 12% yoy menjadi Rp 74,29 triliun. Segmen Sigaret Kretek Tangan (SKT) juga naik 5% yoy menjadi Rp 20,60 triliun. Segmen lain-lain juga naik 30% yoy menjadi Rp 530,07 miliar. Namun segmen Sigaret Putih Mesin (SPM) tercatat turun 10% yoy menjadi Rp 10,90 triliun. Kontribusi dari penjualan ekspor juga turun 39% menjadi Rp 408 miliar di akhir 2018.Kenaikan pendapatan juga diikuti oleh beban pokok penjualan yang tumbuh 8,5% yoy menjadi Rp 81,25 triliun. Meskipun demikian, laba bersih HMSP, anggota indeks Kompas100 ini, tetap naik 7% yoy menjadi Rp 13,53 triliun di akhir 2018. Kenaikan laba bersih ditopang oleh penghasilan keuangan HMSP yang naik 23% yoy menjadi Rp 1 triliun. Penghasilan lain-lain juga naik 248% yoy menjadi Rp 208,09 miliar. Total aset HMSP juga meningkat 8% yoy menjadi 46,60 triliun. Dengan kas dan setara kas sebesar Rp 15,51 triliun atau naik 107% yoy di akhir 2018.

ICBP

Friday
22/03/19

Emiten makanan dan minuman, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. mengantongi penjualan bersih Rp38,41 triliun dan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp4,58 triliun pada 2018. Berdasarkan laporan keuangan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. 2018 audited, penjualan bersih naik 7,88% dibandingkan dengan penjualan bersih 2017 sebesar Rp35,61 triliun. Beban pokok penjualan tercatat Rp26,15 triliun pada 2018, naik 6,52% dibandingkan dengan beban pokok penjualan 2017 sebesar Rp24,55 triliun. Beban penjualan dan distribusi sebesar Rp4,43 triliun, beban umum dan administrasi sebesar Rp2,06 triliun, beban operasi lain sebesar Rp143,01 miliar, beban keuangan sebesar 225,57 miliar, pajak final atas penghasilan bunga sebesar Rp58,97 miliar, bagian atas rugi neto entitas asosisi dan ventura bersama Rp29,60 miliar, dan beban pajak penghasilan Rp1,79 triliun. Dengan demikian, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp4,58 triliun pada 2018, naik 20,53% dibandingkan dengan 2017 sebesar Rp3,80 triliun.

INTP

Thursday
21/03/19

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) alami penurunan laba bersih tahun berjalan yang dapat didistribusikan ke pemilik entitas induk sebesar 38,38% hingga periode yang berakhir 31 Desember 2018 menjadi Rp1,15 triliun dibandingkan laba Rp1,86 triliun di periode sama tahun sebelumnya. Laporan keuangan perseroan Kamis menyebutkan, pendapatan neto meningkat menjadi Rp15,19 triliun dari Rp14,43 triliun dan beban pokok pendapatan naik menjadi Rp10,82 triliun dari Rp9,42 triliun. Laba bruto turun menjadi Rp4,37 triliun dari laba bruto Rp5,01 triliun sedangkan laba usaha turun menjadi Rp1,07 triliun dari laba usaha Rp1,87 triliun tahun sebelumnya. Laba sebelum beban pajak penghasilan turun menjadi Rp1,40 triliun dari laba sebelum beban pajak penghasilan Rp2,28 triliun tahun sebelumnya. Total aset perseroan mencapai Rp27,78 triliun hingga 31 Desember 2018 turun dari total aset Rp28,86 triliun hingga 31 Desember 2017.

MYOH

Thursday
21/03/19

Perusahaan penyedia jasa pertambangan batubara terintegrasi di Indonesia, PT Samindo Resources Tbk mencatatkan kinerja yang ciamik sepanjang 2018. Emiten berkode saham MYOH ini menorehkan pendapatan sebesar US$ 241,1 juta naik 28,2% dari tahun sebelumnya US$ 188,07 juta. Dari sisi profitabilitas, seluruh komponen mencatat kenaikan yang positif. Pendorong utama kenaikan profitabilitas MYOH didukung adanya efisiensi yang telah digalakkan sejak awal 2018. MYOH menorehkan laba tahun berjalan sebesar US$ 30,93 juta naik sekitar 151,3% ketimbang pada tahun 2017 sebesar US$ 12,31 juta.

WIKA

Wednesday
20/03/19

Dalam laporan keuangan 2018 yang dirilis, Rabu (20/3/2019), WIKA melaporkan pendapatan Rp31,15 triliun pada 2018. Jumlah itu naik 19,03% dari Rp26,17 triliun pada 2017. Dari situ, WIKA membukukan laba bersih Rp1,73 triliun per akhir 2018. Realisasi tersebut tumbuh 43,94% dari Rp1,20 triliun pada 2017. Sebelumnya, Manajemen WIKA melaporkan realisasi kontrak baru pada 2018 senilai Rp50,56 triliun. Untuk tahun ini, kontrak baru yang dibidik senilai Rp61,74 triliun. Laporan keuangan perseroan Rabu menyebutkan, pendapatan neto naik menjadi US$892,46 juta dari pendapatan neto US$764,61 juta dan beban pokok pendapatan menjadi US$676,82 juta dari US$539,46 juta.

DOID

Wednesday
20/03/19

PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) mencatat pertumbuhan laba yang dapat didistribusikan ke pemilik entitas induk sebesar 61,81% hingga periode yang berakhir 31 Desember 2018 menjadi US$75,64 juta dari laba US$46,74 juta di periode sama tahun sebelumnya. Laporan keuangan perseroan Rabu menyebutkan, pendapatan neto naik menjadi US$892,46 juta dari pendapatan neto US$764,61 juta dan beban pokok pendapatan menjadi US$676,82 juta dari US$539,46 juta.

LPKR

Wednesday
20/03/19

Rencana rights issue yang akan dilakukan PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) dinilai positif oleh lembaga pemeringkat utang. Setelah sebelumnya Moody’s menaikkan outlook Lippo Karawaci menjadi stabil dari sebelumnya negatif, kini Fitch Ratings menempatkan peringkat rating watch positif (RWP) untuk Lippo Karawaci. Peringkat mata uang lokal dan mata uang asing ditetapkan di CCC+ dengan rating watch positif. Sementara itu, peringkat nasional jangka panjang berada di BB-(idn) dengan rating watch positif.

AKRA

Tuesday
19/03/19

PT AKR Corporindo Tbk. menyebut terjadi perbaikan kondisi pasar sepanjang 2018 yang berimbas kepada perbaikan volume perseroan. Haryanto Adikoesoemo, President Director AKR Corporindo menjelaskan bahwa juga terjadi kenaikan rerata harga jual baik untuk bahan bakar minyak (BBM) dan kimia dasar pada 2018. Sebagai gambaran, perseroan menyebut rerata harga jual minyak mentah Brent naik dari US$54,1/bbl pada 2017 menjadi US$72,3/bbl pada 2018. Dia memaparkan bahwa pendapatan dari bisnis perdagangan dan distribusi BBM tumbuh 43% secara tahunan pada 2018. Pencapaian itu didorong oleh volume dan rerata harga jual yang lebih tinggi.Untuk pendapatan dari bisnis perdagangan dan distribusi kimia dasar, sambungnya, tercatat terjadi pertumbuhan 16% secara tahunan pada 2018. Jumlah yang dikantongi naik dari Rp4,54 triliun pada 2017 menjadi Rp5,28 triliun tahun lalu.

VIVA

Tuesday
19/03/19

PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) mencari dana segar untuk membayar utang dan menambah modal kerja. Perusahaan yang terafiliasi dengan Grup Bakrie ini akan menerbitkan saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD). Sesuai ketentuan, VIVA dapat menerbitkan maksimal 10% saham baru dari modal ditempatkan dan disetor penuh, atau sekitar 1,65 miliar saham. Nantinya, dana dari private placement itu akan digunakan untuk membayar sebagian utang anak usaha VIVA, PT Lativi Mediakarya yang jatuh tempo pada Oktober 2019 mendatang. Nilainya mencapai US$ 9,41 juta.

ISAT

Tuesday
19/03/19

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat idAAA untuk obligasi berkelanjutan II Tahap III/2019 seri A  PT Indosat Tbk (ISAT, anggota indeks Kompas100). Obligasi tersebut senilai Rp 1,21 triliun. Berdasarkan Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), obligasi tersebut akan jatuh tempo pada 13 Mei 2019. ISAT akan melunasi obligasi tersebut dengan menggunakan fasilitas kredit yang belum digunakan dari beberapa bank.

JSMR

Monday
18/03/19

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. membukukan pertumbuhan pendapatan 5,36% secara tahunan pada 2018. Berdasarkan laporan keuangan 2018, yang dipublikasikan Senin (18/3/2019), Jasa Marga pendapatan tol dan usaha lainnya Rp9,78 triliun pada 2018. Selanjutnya, pendapatan konstruksi tercatat Rp27,18 triliun tahun lalu. Total pendapatan yang dikantongi emiten bersandi JSMR itu senilai Rp36,97 triliun pada 2018. Realisasi itu tumbuh 5,36% dari Rp35,09 triliun pada 2017. Beban pokok pendapatan perseroan tol milik negara itu tercatat naik lebih rendah dibanding pendapatan pada 2018. Pasalnya, beban pokok hanya naik 4,27% dari Rp29,78 triliun pada 2017 menjadi Rp31,05 triliun tahun lalu. Dari situ, JSMR membukukan laba kotor Rp5,91 triliun pada 2018. Jumlah tersebut naik 11,49% dari Rp5,30 triliun pada 2017. Dengan demikian, laba bersih yang dikantongi perseroan senilai Rp2,202 triliun pada 2018. Pencapaian itu naik 0,11% dari Rp2,200 triliun pada 2017.

SILO

Monday
18/03/19

Emiten rumah sakit, PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) bukukan pendapatan sebesar Rp 5,95 triliun sepanjang tahun 2018. Berdasarkan catatan Kontan.co.id, angka ini naik tipis sekitar 1,7% dari pendapatan SILO pada periode yang sama tahun sebelumnya yakni sebesar Rp 5,85 triliun. Namun meskipun ada pertumbuhan pada pendapatan, laba bersih SILO tertekan karena adanya kegiatan pembukaan rumah sakit baru. “Net profit itu sekitar Rp 26 miliar tahun ini sedikit tertekan dari tahun lalu karena ada kegiatan penambahan rumah sakit,” ujarnya.

BBYB

Monday
18/03/19

PT Bank Yudha Bhakti Tbk (BBYB) kedatangan satu investor baru. Perusahaan financial technologi, Akulaku, resmi menjadi pemegang saham baru bank kategori Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) I dengan kepemilikan saham 8,9%. Akulaku mengakuisisi sebagian saham milik pemegang saham pengendali yakni PT Gozko Capital yang sebelumnya menggenggam saham 42,16% saham BBYB. Akulaku membeli 8,9% saham milik Gozko Capital dengan harga Rp 338 per lembar saham sehingga total nilai pembelian tersebut mencapai Rp 158 miliar. Dengan begitu, kepemilikan saham Bank Yudha Bhakti saat ini menjadi adalah Cozko Capital 33,26%, Asabri 23,89%, Akulaku 8,9% dan sisanya publik.

BHIT

Friday
15/03/19

PT MNC Investama Tbk (BHIT) berencana menambah modal dengan melakukan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMTD) atau rights issue. Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (13/3), saham yang bakal dilepas BHIT ini sebesar 17,57 miliar saham dengan memperhatikan peraturan dari Otoritas Jasa Keuangan No.32/POJK/04/2015. Perusahaan memberi kewenangan penuh kepada Dewan Direksi dengan persetujuan Dewan Komisaris untuk merealisasikan aksi ini. Rencana ini akan disampaikan oleh manajemen BHIT dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan digelar pada 26 April 2019 mendatang.

ROTI

Friday
15/03/19

PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) sepanjang tahun lalu mencatatkan pendapatan Rp 2,77 triliun sepanjang 2018. Pendapatan ini naik 11,04% ketimbang tahun sebelumnya yang sebesar Rp 2,49 triliun. Sementara itu, laba bersih ROTI sepanjang 2018 tercatat sebesar Rp 181,14 miliar, naik 18,29% menjadi Rp 172,68  miliar,

PEHA

Friday
15/03/19

PT Phapros Tbk (PEHA) akan membagikan dividen dari buku tahun 2018. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PEHA yang digelar, Kamis (14/3) memutuskan akan membagikan dividen Rp 92,6 miliar. “Jumlah dividennya Rp 92,6 miliar atas 840 juta lembar saham. Dividen sekitar 70% dari laba bersih perseroan dan sama seperti tahun lalu,” ujar Heru Marsono, Direktur Keuangan PEHA dalam acara paparan publik, Kamis (14/3).

PPRO

Thursday
14/03/19

PT PP (Persero) Tbk. melaporkan pertumbuhan laba bersih 3,36% secara tahunan pada 2018. Berdasarkan laporan keuangan 2018 yang dipublikasikan, Kamis (14/3/2019), PP membukukan pendapatan Rp25,11 triliun. Realisasi itu naik 16,82% dari Rp21,50 triliun pada 2017.

BBCA

Thursday
14/03/19

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan rating idAA (Double A) terhadap obligasi dan idAAA (Triple A) kepada PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) untuk periode 6 Maret 2019—1 Maret 2020. Dalam keterbukaan informasi pada Rabu (13/3/2019), Corporate Secretary Bank Central Asia Jan Hendra menyampaikan, pihaknya mendapatkan surat bertanggal 6 Maret 2019 dari Pefindo. Surat tersebut merupakan hasil pemeringkatan atas obligasi yang diterbitkan perseroan dan juga peringkat BBCA.

ANJT

Thursday
14/03/19

Harga jual crude palm oil (CPO) yang menurun di tahun lalu menekan kinerja PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT). Emiten perkebunan ini pun harus menelan kerugian di tahun 2018. Dalam laporan keuangan tahun 2018 ANJT yang dipublikasikan Rabu (13/3), ANJT membukukan rugi bersih senilai US$ 310.437. Sebagai perbandingan di tahun 2017, ANJT meraup laba bersih US$ 46,56 juta.

SSIA

Wednesday
13/03/19

PT Surya Semesta Internusa Tbk membukukan  pendapatan Rp 3,68 triliun sepanjang tahun 2018. Pendapatan ini tumbuh 12,54% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 3,27 triliun. Peningkatan pendapatan SSIA disebabkan oleh pendapatan konstruksi yang naik 14,8% year on year (yoy) menjadi Rp 2,44 triliun pada akhir 2018. Selanjutnya dari perhotelan naik 14,8% yoy menjadi Rp 799,7 miliar. Sementara itu, lini bisnis properti SSIA meningkat sekitar 6,5% yoy menjadi Rp 439,4 miliar karena ada penjualan tanah sebesar 8,6 hektare (ha). Namun, laba bersih SSIA justru terjun 96,8% menjadi Rp 37,7 miliar dari sebelumnya Rp 1,18 triliun. Penurunan drastis ini terjadi karena SSIA tidak lagi mencatat pendapatan lainnya seperti tahun lalu. Tahun lalu, SSIA membukukan pendapatan lainnya sebesar Rp 1,82 triliun. Pendapatan lainnya ini berasal dari keuntungan penjualan investasi dan pengalihan hak atas aset yang mencapai Rp 1,73 triliun.

ADHI

Wednesday
13/03/19

PT Adhi Karya Tbk (ADHI) membukukan perolehan kontrak baru hingga Februari 2019 sebesar Rp 1,18 triliun (di luar pajak). Sekretaris Perusahaan Adhi Karya, Ki Syahgolang Permata mengatakan, realisasi perolehan kontrak baru di bulan Februari 2019 didominasi oleh proyek pembangunan Oyama Plaza Apartemen di Sunter sebesar Rp 122,2 miliar. Sementara kontribusi per lini bisnis pada perolehan kontrak baru pada Februari 2019, meliputi lini bisnis konstruksi & energi yang menyumbang sebesar 90%, Properti sebesar 6,8% dan sisanya merupakan lini bisnis lainnya. Sedangkan pada tipe pekerjaan, perolehan kontrak baru terdiri dari proyek Gedung sebesar 20,2% serta proyek Infrastruktur Lainnya sebesar 79,8%. “Kalau berdasarkan segmentasi sumber dana, realisasi kontrak baru dari BUMN sebesar 85,1%, sementara Swasta/Lainnya sebesar 14,9%,” ujarnya dalam keterbukaan informasi, Selasa (12/3).

LPCK

Wednesday
13/03/19

PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) akan melakukan Hak Mememesan Efek Terlebih Dahulu (HMTD) atau rights issue dengan nilai nominal Rp 500 per saham. Rights issue ini dilakukan karena perusahaan membutuhkan dana sebesar US$ 200 juta untuk meningkatkan modal. Berdasarkan keterangan resminya, LPCK menggunakan kurs Rp 14.500 per dollar AS. Artinya jika dirupiahkan LPCK membutuhkan dana Rp 2,9 triliun. Selain membutuhkan dana untuk penambahan modal perusahaan dan entitas anak, rencananya hasil dari rights issue ini akan digunakan untuk pengembangan atau ekspansi usaha, baik langsung maupun melalui entitas anak usaha. Dana hasil rights issue juga akan digunakan untuk pemberian pinjaman atau penyertaan modal pada anak usaha. Penambahan modal dengan HMETD diperkirakan akan dilaksanakan pada kuartal II-2019 dan selambat-lambatnya pada kuartal III-2019.

SMCB

Tuesday
12/03/19

Pasca melakukan akusisi terhadap saham PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) melalui anak usahanya yakni PT Semen Indonesia Industri Bangunan, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) wajib melakukan penawaran tender wajib kepada para pemegang saham SMCB lainnya. SMGR sudah menetapkan harga tender offer saham SMCB yakni Rp 2.097 per saham. Penawaran tender ini guna memenuhi aturan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 9/2018. Vita Mahreyni, Sekretaris Perusahaan SMGR menjelaskan, pelaksanaan tender offer wajib sendiri untuk membeli sebanyak-banyaknya saham SMCB sebanyak 1,48 miliar saham biasa atau setara dengan 19,36% dari modal disetor.

GMFI

Tuesday
12/03/19

PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk (GMFI) akan bagikan dividen sebesar US$ 6,1 juta kepada pemegang saham. Adapun dividen tersebut merupakan 20% dari laba bersih yang didapatkan perseroan sepanjang 2018. Adapun sepanjang tahun lalu, emiten dengan sandi saham GMFI mencatatkan pendapatan US$ 470,02 juta tumbuh 7% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai US$ 439,28 juta. Sedangkan untuk laba bersihnya tercatat sebesar US$ 30,54 juta.

ANTM

Monday
11/03/19

PT Aneka Tambang Tbk. membukukan laba bersih Rp874,42 miliar pada 2018 atau tumbuh 540,60% secara tahunan. Berdasarkan laporan keuangan 2018 yang dipublikasikan, Senin (11/03/2019), Aneka Tambang mengantongi pendapatan Rp25,24 triliun pada 2018. Realisasi itu naik 99,48% dari Rp12,65 triliun pada 2017.

TINS

Monday
11/03/19

PT Timah Tbk menorehkan kinerja positif sepanjang 2018. Emiten berkode saham TINS ini berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp 11,05 tiliun naik 24,72% daripada pendapatan pada 2017 Rp 9,22 triliun. Pendapatan diperoleh dari kontribusi bisnis logam timah berada di urutan pertama yakni sebesar 91,88%, disusul posisi berikutnya produk hilir atawa tin chemical 3,87%, dan rumah sakit 2,19%. Bisnis lainnya di luar industri timah masih menarik untuk dikembangkan, misalnya nikel yang mulai memberikan kontribusinya, sehingga sumber pendapatan akan lebih terdiversifikasi di tahun-tahun mendatang. Seiring dengan naiknya pendapatan, Beban Pokok Pendapatan juga naik 21,85% menjadi Rp 9.37 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp 7,69 triliun. Namun demikian, penurunan harga bahan bakar jelang akhir tahun merupakan angin segar yang akan berdampak positif terhadap profitabilitas perusahaan. Mereka mencatatkan laba bruto sebesar Rp 1,67 triliun naik 9,86% dari tahun 2017. TINS berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 636,22 miliar naik 31,62% dari tahun 2018.

PTBA

Monday
11/03/19

PT Bukit Asam Tbk. membukukan pertumbuhan laba bersih 12,23% secara tahunan pada 2018. Berdasarkan laporan keuangan 2018 yang dipublikasikan, Senin (11/3/2019), Bukit Asam mengantongi pendapatan Rp21,16 triliun. Realisasi itu naik 8,71% dari Rp19,47 triliun  pada 2017. Kendati demikian, beban pokok pendapatan perseroan tercatat naik lebih tinggi 15,11% secara tahunan pada 2018. Jumlah yang dikeluarkan naik dari Rp10,96 triliun pada 2017 menjadi Rp12,62 triliun. Dari situ, laba kotor emiten bersandi PTBA itu naik tipis 0,46% secara tahunan. Tercatat, terjadi pertumbuhan dari Rp8,50 triliun pada 2017 menjadi Rp8,54 triliun. Dengan demikian, PTBA mengantongi laba bersih Rp5,02 triliun pada 2018. Pencapaian itu naik 12,23% dari Rp4,47 triliun pada 2017.

LPKR

Friday
08/03/19

PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) telah merilis hasil kinerja keuangannya di sepanjang 2018. Laba bersih perusahaan tercatat naik 13,8%. Pada 2018, LPKR tercatat mengantongi laba bersih sebesar Rp 695 miliar. Angka itu tercatat naik 13,8% dibandingkan laba bersih 2017 sebesar Rp 614 miliar. Perolehan laba bersih itu juga berasal dari perolehan pendapatan yang naik 18% dibanding tahun sebelumnya menjadi Rp 12,5 triliun dari sebelumnya Rp 10,5 triliun.

ARNA

Friday
08/03/19

PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) akan membagi dividen final bulan ini. Emiten akan membagikan dividen tunai senilai Rp 16 per saham. Berdasarkan keterbukaan informasi Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Selasa (5/3), cum dividen ARNA atau tanggal akhir perdagangan saham dengan hak dividen saham di pasar reguler dan negosiasi pada 12 Maret 2019. Cum dividen di pasar tunai pada 14 Maret 2019. Pada tanggal yang sama akan dilaksanakan recording date atau pencatatan daftar oemegang saham yang berhak mendapatkan dividen. ARNA akan membayar dividen tunai pada 28 Maret 2019. Sampai penutupan perdagangan sesi I Rabu (6/3), saham ARNA diperdagangkan di level Rp 482. Pada harga ini, dividend yield ARNA sebesar 3,32%.

JPFA

Friday
01/03/19

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk pada 2018 membukukan laba bersih melonjak 132.2% yoy menjadi sebesar Rp 2.1 triliun dari sebelumnya Rp 933.17 miliar. Pendapatan meningkat 15% menjadi Rp 34.01 triliun dari sebelumnya Rp 29.6 triliun. Beban pokok penjualan meningkat dari Rp  24.6 triliun menjadi Rp 26.8 triliun. Sementara itu, total liabilitas Rp 12.8 triliun naik dari sebelumnya Rp 11.3 triliun. Dengan total ekuitas sebesar Rp 10.2 triliun dan Total Aset sebesar Rp 23.04 triliun.

SIMP

Friday
01/03/19

PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) membukukan penurunan kinerja pada 2018. Tercatat penjualan SIMP tahun lalu sebesar Rp 14,19 triliun atau turun 10,38% secara year on year (yoy). Penurunan penjualan SIMP disebabkan oleh oleh penjualan kepada pihak ketiga yang turun 16,5% yoy menjadi Rp 9,03 triliun pada akhir 2018. Lalu dari penjualan kepada pihak berelasi naik tipis 3,2% yoy menjadi Rp 5,15 triliun di akhir 2018.

LSIP

Friday
01/03/19

PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) membukukan kinerja yang kurang memuaskan di akhir 2018. LSIP mencatatkan laba bersih Rp 311,36 miliar atau turun 54,81% secara year on year (yoy) dari tahun sebelumnya Rp 733,31 miliar. Dari sisi operasional, LSIP mencatat kenaikan produksi yang kuat. Pada 2018, produksi tandan buah segar (TBS) inti meningkat 18,5% yoy menjadi 1,51 juta ton.

WSKT

Friday
01/03/19

PT Waskita Karya Tbk (WSKT) sukses bukukan kenaikan laba sebanyak 9,9% atau menjadi Rp 4,6 triliun sepanjang 2018. Hal ini diikuti dengan naiknya pendapatan usaha itu menjadi Rp 48,7 triliun atau 7,9% naik dari capaian periode yang sama tahun sebelumnya yakni Rp 45,2 triliun.

ASII

Thursday
28/02/19

PT Astra Internasional Tbk pada 2018 membukukan laba bersih sebesar Rp 21.67 triliun tumbuh 15% yoy dari sebelumnya sebesar Rp 18.8 triliun. Pendapatan 2018 juga tumbuh 16% yoy menjadi Rp 239.2 triliun dari sebelumnya Rp 206.05 triliun. Peningkatan laba bersih karena peningkatan kontribusi dari sektor alat berat, pertambangan, konstruksi, energi, jasa keuangan, dan teknologi informasi.

WTON

Thursday
28/02/19

PT Wijaya Karya Beton Tbk pada 2018 membukukan pendapatan sebesar Rp 6.93 triliun tumbuh 29.24% yoy. Laba bersih juga tumbuh 44.3% yoy menjadi Rp 486.35 miliar dari sebelumnya sebesar Rp 337.12 miliar. Pada 2018, perseroan membukukan kontrak baru sebesar Rp 7.7 triliun melampaui yang ditargetkan sebesar Rp 7.5 triliun. Kontribusi pendapatan dari kontrak terbesar berasal dari proyek infrastruktur sebesar 69% dari total pendapatan.

WEGE

Thursday
28/02/19

Laba bersih PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) meroket 59,78% sepanjang 2018 lalu. Perusahaan berhasil mengantongi laba bersih senilai Rp 444,24 miliar di tahun lalu dibandingkn dengan laba bersih di tahun sebelumnyayang tercatat senilai Rp 294,87 miliar. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, pada periode tersebut pendapatan perusahaan secara year on year (YoY) tumbuh 49,32% menjadi Rp 5,82 triliun. Tumbuh dari Rp 3,89 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.

IMAS

Thursday
28/02/19

Di tahun 2018, PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) mencatatkan pertumbuhan pendapatan bersih mencapai 14,14% year on year (yoy) menjadi Rp 17,52 triliun. Naik dari tahun sebelumnya sebesar Rp 15,35 triliun. Kendati demikian, laba yang dapat didistrtibusikan kepada pemilik entitas induk justru menurun menjadi Rp 898,24 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp 2,58 triliun. Penurunan tersebut disebabkan pada tahun 2017 terdapat tambahan nilai yang dicatatkan dari pengakuan awal atas nilai wajar properti investasi sebesar Rp 2,74 triliun. Berdasarkan laporan keuangan IMAS di Bursa Efek Indonesia, Rabu (27/2), laba per saham dasar justru naik signifikan menjadi Rp 39,10 per saham dari tahun sebelumnya yang merugi Rp 39,64 per saham. Hal tersebut disebabkan laba tahun berjalan di tahun 2017 merugi Rp 64,29 miliar. Sedangkan untuk tahun 2018 laba tahun berjalan sebesar Rp 169,72 miliar.

AALI

Wednesday
27/02/19

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) merilis kinerja tahunan untuk periode 2018. Sesuai keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), AALI membukukan pendapatan sebesar Rp 19,08 triliun pada akhir 2018 atau naik 10,28% dari Rp 17,30 triliun pada akhir 2017. Pendapatan AALI ditopang oleh penjualan minyak sawit mentah beserta turunannya yang berkontribusi sebesar Rp 16,76 triliun atau tumbuh 16% year on year (yoy) dari akhir tahun sebelumnya. Sementara segmen inti sawit beserta turunannya menyumbang sebesar Rp 2,11 triliun atau turun 23% secara YoY. Lalu dari segmen lain-lain menyumbang sebesar Rp 206,67 miliar atau tumbuh 216% secara yoy.

BNLI

Wednesday
27/02/19

Standard Chartered (StanChart) mengumumkan pihaknya kini tengah melakukan persiapan untuk melepas saham di PT Bank Pertama Tbk (BNLI). Langkah penjualan saham di Permata ini disebut sebagai salah satu bagian dari rencana untuk membebaskan modal sebagai imbal hasil ke investor melalui skema pembelian kembali saham (buyback). Pada Selasa (26/2) mengutip Financial Times, StanChart sudah memberi sinyal untuk melakukan divestasi terhadap 45% saham di Permata. Hal ini dipertegas oleh pihak StanChart bahwa mereka tidak akan menjadi pemegang inti (non-core) di Bank Permata. Sebagai catatan saja, StandChart dan PT Astra Internasional Tbk masing-masing memiliki porsi kepemilikan saham 44,56% di Bank Permata. Sementara sisanya 10,88% merupakan saham publik.

AUTO

Wednesday
27/02/19

PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) membukukan pendapatan sebesar Rp 15,36 triliun pada 2018, atau naik 13,36% dibandingkan dengan 2017 sebesar Rp 13,54 triliun. Berdasarkan laporan keuangan AUTO pada keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, sebagian besar penjualan AUTO merupakan penjualan lokal meski porsi ekspor meningkat di tahun lalu. Total penjualan pihak ketiga lokal mencapai Rp 8,71 triliun, naik 9,84% ketimbang tahun sebelumnya.

PWON

Tuesday
26/02/19

PT Pakuwon Jati Tbk garap empat proyek di pusat perbelanjaan/mall. Diharapkan dengan begitu tahun ini mall dapat berkontribusi 39% dari total pendapatan. Minarto Basuki, Direktur Keuangan Pakuwon Jati menyebutkan, empat proyek mall yang akan dilakukan perusahaan tahun ini meliputi pembangunan dan renovasi. Untuk pembangunan mall, perusahaan sedang melakukan Pembangunan PM mall Phase 4 (Design Center) dan pembangunan EastCoast Mall extention. Sedangkan untuk renovasi mall yang dilakukan yaitu Blok M Plaza Jakarta dan Royal Plaza Surabaya.

BDMN

Tuesday
26/02/19

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) merilis Medium Terms Notes (MTN) senilai Rp 500 miliar. Surat utang tersebut bertajuk MTN I Bank Danamon 2019. Dari data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) MTN ini punya tenor hingga 6 Maret 2020. Dengan pembayaran kupon akan dilakukan pertiga bulan, dengan pembayaran pertama pada 26 Mei 2019.

MTDL

Tuesday
26/02/19

Anak usaha PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) yakni PT Synnex Metrodata Indonesia (SMI) meresmikan logistic center seluas 20.000 meter persegi di MM2100 Industrial Estate, Cibitung. SMI memiliki fokus usaha di bidang distribusi teknologi informasi dan komunikasi. Pembangunan pusat logistik ini merupakan salah satu strategi dari SMI untuk membangun sarana logistik yang berpotensi meningkatkan efisiensi dari MTDL. Berdasarkan keterangan pers MTDL, Senin (25/2), secara jangka panjang hal ini lebih menguntungkan dari sisi efisiensi biaya. SMI dapat menghemat biaya logistik di area Jabodetabek sebesar 35% dibandingkan dengan menyewa kepada pihak lain.

ITMG

Monday
25/02/19

PT Indo Tambangraya Megah Tbk mencatatkan pertumbuhan kinerja selama 2018. Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan pada Kamis (21/2), emiten berkode saham ITMG ini berhasil menorehkan pendapatan sebesar US$ 2 miliar, nilai ini naik 18,34% dari pendapatan pada periode yang sama tahun 2017 sebanyak US$ 1,69 miliar. Pendapatan ini diperoleh dari penjulan batubara ke pihak ketiga sebesar US$ 1,83 miliar, kemudian penjulan batubara dari pihak berelasi sebesar US$ 68,86 juta. Sementara, seiring dengan bertumbuhnya pendapatan, beban pendapatan mereka juga naik sebesar 20,33% menjadi US$ 1,42 miliar, padahal pada periode yang sama tahun 2017 mereka hanya mencatatkan beban pendapatan sebesar US$ 1,18 miliar.

RALS

Monday
25/02/19

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) mulai menjual saham simpanan hasil pembelian kembali (buyback) saham pada 2017 silam. Aksi pertama penjualan kembali saham simpanan alias treasury stock dilakukan pada 13 Februari 2019 lalu. Perusahaan ritel ini menunjuk Maybank Kim Eng Sekuritas sebagai pihak yang membantu dalam penjualan saham hasil buyback. Aksi tersebut berhasil mengalihkan 20 juta saham treasury milik RALS. Suryanto, Direktur Ramayana Lestari Sentosa, mengatakan, dari penjualan saham treasury tersebut telah menambah dana kas Ramayana sebesar Rp 35,37 miliar.

VRNA

Monday
25/02/19

PT Verena Multi Finance Tbk (VRNA) resmi memiliki pemegang saham pengendali baru, yakni IBJ Leasing Co Ltd. IBJ Leasing mengakuisisi saham VRNA dari Deutsche Investitions und Entwicklungsgesellschaft mbH (DEG) pada 5 Oktober 2018 sebesar 516,77 juta saham setara dengan 19,99% saham. IBJL juga kembali membeli saham baru yang diterbitkan VRNA dalam rangka penerbitan saham baru tanpa memesan efek terlebih dahulu. Hasilnya, pada 24 Januari 2019, IBJL memiliki 63,63% saham VRNA. Karena kondisi tersebut, IBJL harus melaksanakan penawaran tender wajib (tender offer) sebanyak 483,32 juta saham, setara 8,5% modal ditempatkan dan disetor penuh. IBJL menawarkan harga tender offer di Rp 140 per saham. Dalam prospektus ringkas, perusahaan ini menjelaskan, harga pengambilalihan adalah harga tertinggi selama 90 hari sebelum akuisisi IBJL pada Oktober 2018. Harga tersebut juga lebih tinggi 7,69% dari harga di pasar sekunder.

BNGA

Wednesday
20/02/19

PT Bank CIMB Niaga Tbk ($BNGA) mencatatkan kenaikan laba bersih konsolidasian sebesar 16,65% sepanjang 2018 lalu. Nilai tersebut naik menjadi Rp 3,48 triliun dibandingkan dengan Rp 2,97 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.  Pendapatan bunga bersih mengalami penurunan menjadi Rp 12,01 triliun dari pendapatan bunga bersih di periode akhir 2017 yang senilai Rp 12,40 triliun. Pendapatan operasional selain bunga juga naik menjadi Rp 4,89 triliun dari Rp 4,45 triliun

PNBN

Wednesday
20/02/19

PT Bank Pan Indonesia Tbk (Bank Panin) berhasil mencatatkan kinerja cemerlang sepanjang 2018. Bank Panin berhasil memperoleh laba Rp 3,18 triliun, tumbuh 59% (yoy) dibandingkan 2017 senilai Rp 2,00 triliun. “Raihan laba terutama berasal dari peningkatan pendapatan bunga bersih yang mencapai Rp 8,97 triliun, sejalan dengan meningkatnya net interest margin (NIM) yang kini mencapai 4,84%,” ujar Presiden Direktur Panin Herwidayatmo dalam keterangan resminya, Selasa (18/2). Di sisi lain, pertumbuhan terhadap pendapatan operasional lainnya juga naik sebesar 56,69% (yoy) senilai Rp 2,85 triliun, dibandingkan 2017 sebesar Rp 1,82 triliun. Sementara performa kredit Bank Panin hingga akhir 2018 mencapai Rp 151,56 triliun, dengan pertumbuhan 8,06% (yoy) dibandingkan 2017 senilai Rp 140,26 triliun. Pertumbuhan kredit tersebut ditopang dari segmen ritel dan komersial yang ambil porsi 58% dari total kredit. Sementara sisa 42% berasal dari segmen korporasi.

ELSA

Wednesday
20/02/19

Sepanjang tahun 2018, perusahaan yang bergerak di bidang jasa minyak dan gas PT Elnusa Tbk (ELSA) menorehkan kinerja yang ciamik. Bedasarkan laporan keuangan tahun 2018 yang dipublikasikan pada Selasa (19/2), emiten berkode saham ELSA ini berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp 6,62 triliun naik 32,93% ketimbang perolehan tahun 2017 sebesar Rp 4,98 triliun. Bila dirinci pendapatan dari pihak ketiga, yaitu jasa distribusi dan logistik energi sebesar Rp 1,44 triliun, kemudian dari jasa hulu migas terintegrasi sebesar Rp 518,53 miliar, dan dari jasa penunjang migas mereka memperoleh Rp 204,64 miliar. Selanjutnya pendapatan dari pihak berelasi, dari bisnis jasa distribusi dan logistrik energi sebesar Rp 2,25 triiun, dari bisnis jasa hulu migas sebesar Rp 2,12 triliun, dan jasa penunjang migas sebanyak Rp 80,43 miliar.

MLBI

Wednesday
20/02/19

PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) baru saja merilis laporan keuangan tahun 2018 nya di situs Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (19/2) ini. Mengulik laporan tersebut, pendapatan perseroan mengalami kenaikan. Tercatat revenue perseroan di sepanjang 2018 sebanyak Rp 3,64 triliun atau naik 7,6% year on year (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp 3,38 triliun. Kenaikan penjualan bersih diiringi pula oleh kenaikan beban pokok penjualan sebesar 6,3% menjadi Rp 1,18 triliun di 2018 kemarin. Di lihat dari sini, laba kotor MLBI masih mengalami pertumbuhan 8,3% dari Rp 2,27 triliun pada tahun 2017 menjadi Rp 2,46 triliun di tahun 2018. Namun beban penjualan menekan perolehan laba bersih perseroan, tercatat beban penjualan membengkak 16,1% yoy menjadi Rp 610 miliar sepanjang tahun 2018 itu.

EXCL

Tuesday
19/02/19

PT XL Axiata Tbk (EXCL) mencatat kerugian bersih Rp 3,30 triliun pada tahun 2018, dari tahun 2017 dengan laba Rp 375,24 miliar. Lonjakan kerugian ini terutama berasal dari beban penyusutan dan amortisasi yang mencapai Rp 11,62 triliun.

GIAA

Tuesday
19/02/19

Maskapai Garuda Indonesia dan Citilink mencatat kenaikan tingkat keterisian kursi atau load factor paska menurunkan harga tiket sebesar 20%. Sebelumnya, Grup Garuda Indonesia menurunkan harga tiket 20% setelah mendapat tekanan dari masyarakat yang menilai harga tiket pesawat terlampau mahal. Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Ashkara menjelaskan setelah penurunan harga tiket, Garuda Indonesia mencatat kenaikan tingkat keterisian kursi sebesar 27%. “Untuk Citilink naik 5%,” katanya kepada Kontan.co.id pada Senin (18/2). Adapun secara rata-rata sejak awal tahun ini, Ari belum mengungkapkan seberapa besar tingkat keterisian kursi di Grup Garuda Indonesia. “Tapi tahun lalu seat load factor di 74%,” jelasnya.

BTPN

Friday
15/02/19

Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mengganjar peringkat AAA untuk PT Bank BTPN Tbk (BTPN) dengan prospek stabil. Peringkat juga berlaku untuk MTN II/2017 Bank Sumitomo Mitsui Indonesia yang belum jatuh tempo. Pefindo menyematkan peringkat tersebut pasca efektifnya proses merger antara PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) dengan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (SMBCI) per 1 Februari lalu. Pelaksanaan merger tersebut menyusul selesainya proses pembelian saham milik publik alias tender offer saham BTPN. Pada akhir Januari lalu, Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) telah menyelesaikan pembelian 3,33 miliar saham BPTN.

BNII

Friday
15/02/19

PT Bank Maybank Indonesia Tbk (“Maybank Indonesia” atau “Bank”) hari ini mengumumkan bahwa laba bersih setelah pajak dan kepentingan non pengendali (PATAMI–profit after tax & minority interest) untuk tahun keuangan yang berakhir 31 Desember 2018 melonjak 21,6% mencapai rekor baru sebesar Rp2,2 triliun, didukung Pendapatan Bunga Bersih (NII) yang lebih tinggi dan perbaikan kualitas aset. Laba Sebelum Pajak (PBT) meningkat 20,5% mencapai rekor Rp3,0 triliun, sementara PBT recurring tumbuh 34,3% secara tahunan setelah eliminasi pendapatan one-off terutama dari penjualan surat berharga pada 2017. Kualitas aset yang lebih baik, pertumbuhan yang solid di bisnis Syariah disertai peningkatan kinerja pada anak perusahaan, dan pengelolaan biaya strategis secara berkelanjutan juga memberikan kontribusi bagi peningkatan kinerja Bank.

BMTR

Friday
15/02/19

Rencana Vivendi SA masuk ke anak usaha PT Global Mediacom Tbk (BMTR) melalui investasi ke PT MNC Vision Network akan terealisasi dalam waktu dekat. Rencana ini sudah masuk dalam tahap finalisasi. Direktur BMTR David Fernando Audy mengatakan, nilai investasi mencapai US$ 400 jutaUS$ 500 juta, setara dengan Rp 5,6 triliunRp 7 triliun (asumsi kurs Rp 14.000 per dollar AS). Nilai ini untuk berinvestasi di 50% saham PT MNC Vision Network. Vivendi akan menggelontorkan investasi secara bertahap. Di tahap pertama, dana akan disetor sebesar 20% dari total transaksi. “Setelah dana masuk, MNC Vision Network akan IPO. Lewat IPO kepemilikan bisa mencapai 50%,” ujar David saat ditemui di MNC Tower, Kamis (14/2).

TINS

Thursday
14/02/19

PT Timah Tbk memproyeksikan produksi biji timah akan naik dua kali lipat pad kuartal pertama 2019. Proyeksi tersebut sejalan dengan penertiban penambangan ilegal oleh pemerintah dan larangan smelter swasta melakukan ekspor. Hingga Januari 2019, produksi timah mencapai 6660 ton sn atau 260%  dari yang ditargetkan. Sementara itu, produksi dan penjualan logam mencapai 5120  mt pada Januari 2019 atau melebihi 200% target yang ditetapkan perseroan. Secara keseluruhan perseroan menargetan total produksi bijih timah mencapai 38,000 ton sn pada 2019.

SPTO

Thursday
14/02/19

Perusahaan perdagangan produk saniter dan agen tunggal produk saniter merek Toto, PT Surya Perwiti Tbk (SPTO), kedagangan investor baru. Berdasarkan laporan kepemilikan efek 5% atau lebih per 11 Febuari 2018, ada nama pemegang saham baru di daftar pemegang saham Surya Pertiwi. Nama pemegang saham baru tersebut adalah NTAsian Discovery Master Fund. Berdasarkan laporan yang dirilis Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) itu, NTAsian Discovery Master Fund tercatat menggenggam 262,3 juta saham Surya Pertiwi. Jumlah tersebut mewakili 9,71% dari total saham Surya Pertiwi.

PGAS

Wednesday
13/02/19

Perusahaan Gas Negara Tbk menganggarkan belanja modal US$400 juta pada 2019 yang sebagian besar digunakan untuk berinvestasi di jaringan pipa gas. Perseroan pun mengincar laba di atas US$ 200 juta sepanjang tahun ini atau meningkat 33,33% dibandingkan pendapatan tahun 2018 yang sekitar US$ 150 juta. Untuk mencapai target tersebut PGAS optimistis meraih pendapatan US$ 5 miliar tahun ini.

MASA

Wednesday
13/02/19

Setelah mengakuisisi 80% saham PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA), Michelin segera melakukan penawaran tender wajib atau tender offer kepada pemegang saham MASA. Perusahaan ban asal Prancis ini berencana menggelar tender offer pada akhir Maret mendatang. Lewat pengumuman sebelumnya, Michelin mengatakan akan menggelar tender offer untuk membeli seluruh sisa saham MASA. Harga yang ditawarkan sama dengan ketika memborong saham MASA, sesuai dengan aturan pasar modal Indonesia. Dengan begitu, Michelin akan membeli sisa kepemilikan MASA di harga Rp 850 per saham. Sebelumnya, Michelin membeli 80% saham MASA dengan nilai total US$ 439 juta atau sekitar Rp 6,2 triliun.

GMFI

Tuesday
12/02/19

Anak usaha Garuda Indonesia, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) atau GMF AeroAsia membentuk usaha patungan bernama PT Garuda Energi Logistik Komersial, dengan menggandeng PT Aero Wisata. Nilai modal disetor atas perusahaan baru ini masing-masing yakni GMF AeroAsia sebesar Rp 15,49 miliar, sedangkan Aero Wisata yang juga masuk Grup Garuda Indonesia menyetorkan hanya Rp 156,56 juta. Kegiatan operasional Garuda Energi Logistik Komersial adalah sinergi usaha.

JSMR

Tuesday
12/02/19

PT Jasa Marga Tbk (JSMR) berencana akan melakukan penyesuaian tarif harga tol untuk 15 ruas jalan tol pada tahun ini. Adapun 15 tol proyek Jasa Marga yang akan melakukan penyesuaian tarif adalah Makassar Seksi IV, Gempol-Pandaan, Cikampek-Palimanan, Bali Mandara (Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa). Kemudian Tol Dalam Kota Jakarta, Surabaya-Gempol, Palimanan-Plumbon-Kanci, Belawan-Medan-Tanjung Morawa, Serpong-Pondok Aren, Tangerang-Merak, Ujung Pandang Tahap I dan II, Jakarta-Tangerang, Jakarta-Bogor-Ciawi, Padalarang-Cielunyi, Cikampek-Purwakarta-Padalarang.

ADRO

Tuesday
12/02/19

Perusahaan tambang PT Adaro Energy Tbk (ADRO) mencetak produksi batubara sebanyak 54,04 juta ton pada tahun lalu. Produksi ini sesuai dengan target yang ditetapkan sebesar 54 juta ton sampai 56 juta ton pada tahun 2018. Pada kuartal akhir saja, emiten berkode saham ADRO ini memproduksi 15,06 juta ton batubara, atau naik 21% dari produksi periode yang sama tahun 2017, dan penjualannya sebesar 15,12 juta ton, atau naik 22% dari periode yang sama tahun 2017.

DEAL

Monday
11/02/19

Dewata Freight International Tbk (DEAL) yang bergerak dibidang jasa transportasi (freight forwarding) akan siapkan ekspansi dengan mengembangkan bisnis logistik energi seiring dengan anak usaha yang akan membangun Independent Power Producer (IPP) yang berbasis gas di tahun 2019 ini. Dari hajatan initial public offering, DEAL berhasil meraup dana segar, sebesar Rp 45 miliar. Berdasarkan prospektus dana sebesar Rp 16 miliar akan digunakan untuk penyertaan modal pada anak perusahaan DEAL, yang bernama PT Dewata Makmur Bersama (DMB). Kegiatan usaha DMB adalah perdagangan,tetapi ke depan akan fokus pada kegiatan usaha EPC (Engineering Procurement, dan Construction). DEAL juga memiliki anak perusahaan yang bernama PT Arrow Chain Management Logistics dan memiliki kegiatan usaha jasa transportasi. Kelak, dana Rp 16 miliar yang disuntikkan ke DMB akan digunakan untuk membangun proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) yang berada di Tulang Bawang, Lampung dan Tarakan.

BMTR

Monday
11/02/19

PT Global Mediacom Tbk (BMTR) umumkan bahwa dua investor bakal serap saham perusahaan itu dalam aksi korporasi penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement. Dengan begitu, Global Mediacom memperoleh dana hingga Rp 292,07 miliar.  Pelaksanaan private placement telah berlangsung 28 Januari 2019, dengan menerbitkan 811,27 juta saham baru dengan nilai nominal Rp 100. Adapun harga pelaksanaan sebesar Rp 360 per saham.

TELE

Monday
11/02/19

PT Tiphone Mobile Tbk (TELE) pada Senin 11 Februari 2019 ini mencatatkan Obligasi Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2019 dengan nilai nominal Rp53 miliar. Menurut keterangan BEI disebutkan, obligasi ini memiliki tingkat bunga 11,50% per tahun dengan jangka waktu 370 hari dan akan jatuh tempo pada 18 Februari 2020. Wali amanat obligasi adalah PT Bank Bukopin Tbk dimana hasil pemeringkatan untuk obligasi adalah idBBB+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia. Obligasi ini tidak dijamin dengan jaminan khusus tetapi dijamin dengan seluruh harta kekayaan perseroan baik yang bergerak maupun tidak bergerak.

VIVA

Friday
08/02/19

Friday
08/02/19

Terjadi crossing saham PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) dalam perdagangan hari ini Kamis (7/2). Mengutip data RTI, crossing tersebut senilai Rp 15,5 miliar dengan memperjualbelikan saham sebanyak 1,10 juta di pasar negosiasi. Crossing saham VIVA diperdagangkan pada harga Rp 140 per saham. Transaksi tersebut melibatkan OCBC Sekuritas Indonesia sebagai pembeli dan Pilarma Investindo sebagai penjual. Dalam perdagangan kemarin, harga saham VIVA turun 1,19% ke level Rp 166 per saham.

TBIG

Friday
08/02/19

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) segera menggelar tender offer. Ini seiring rampungnya akuisisi 51% saham perusahaan pemilik menara telekomunikasi, PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk (GOLD) per 14 Desember lalu. Di keterbukaan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (7/2), TBIG membeberkan telah mematok harga pelaksanaan tender offer Rp 556 per saham. TBIG bersedia membeli 28,43 juta, setara 9,04%, dari seluruh modal yang ditempatkan dan disetor penuh. Jika dihitung, tawaran TBIG premium 3,92% dibanding harga GOLD kemarin, Rp 535 per saham. Visi Menara pernah menyentuh harga tertinggi di Rp 595 pada September tahun lalu. Masa penawaran tender wajib ini akan berlangsung hingga 11 Maret 2019.

ARNA

Thursday
07/02/19

Emiten produsen keramik PT Arwana Citramulia Tbk. membukukan penjualan bersih sebesar Rp1,97 triliun sepanjang 2018, tumbuh 13,76% dari capaian tahun sebelumnya yang senilai Rp1,73 triliun. Dalam laporan keuangan per 31 Desember 2018 yang dipublikasikan di harian Bisnis Indonesia pada Kamis (7/2/2019), beban pokok penjualan emiten berkode ARNA itu tercatat Rp1,5 triliun atau meningkat 12,9% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,33 triliun.

MAPI

Thursday
07/02/19

PT Mitra Adiperkasa Tbk mencatatkan pertumbuhan penjualan 2018 naik 18% yoy. Pendapatan bersih sebesar Rp 19.24 triliun tumbuh 18% dari tahun sebelumnya Rp 16.3 triliun. Pertumbuhan pendapatan tersebut melampaui target 2018 yaitu sebesar 15%. Kenaikan pendapatan seiring dengan pulihnya perekonomian nasional pada 2018 dan perbaikan internal perusahaan yang telah membuahkan hasil.

TAXI

Thursday
07/02/19

PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) dalam waktu dekat akan melakukan penambahan modal lewat penerbitan saham baru tanpa melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau Private Placement. Emiten yang bergerak di bidang transportasi darat ini rencananya akan menambah 10 miliar saham baru senilai Rp 100 per saham atau total Rp 1 triliun rupiah. Nilai tersebut sama dengan 466,07% dari modal ditempatkan dan disetor penuh saat ini.

BIRD

Wednesday
06/02/19

PT Blue Bird Tbk (BIRD) terus berupaya untuk memperlebar lini usahanya dengan kembali membentuk anak usaha baru di tahun 2019 ini. Emiten sektor transportasi ini membentuk anak usaha baru bernama PT Trans Antar Nusabird. Mengutip keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (4/1), Trans Antar Nusabird bergerak di bidang transportasi, pergudangan, pos dan kurir, pariwisata, perdagangan, sewa, agen perjalanan dan jasa keuangan. Transaksi pembentukan perusahaan telah dilaksanakan Jumat (1/2). Modal dasar pendirian perusahaan tersebut sebesar 400.000 saham dengan harga nominal saham sebesar Rp 1 juta per saham. Jadi, besar investasi untuk aksi korporasi tersebut senilai Rp 400 miliar.

SMGR

Wednesday
06/02/19

PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) memang telah resmi memiliki saham PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB). Tapi SMGR masih memiliki kewajiban untuk membeli sisa saham di publik alias tender offer, sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 9/POJK.04/2018. Sekretaris Perusahaan Semen Indonesia Agung Wiharto mengatakan, saat ini tengah menanti keputusan dari OJK terkait tender offer. “Tanggal 4 Februari ini, kami baru saja melaporkan hasilnya ke OJK. Sekarang kami tinggal menanti keputusan dari OJK, bila data-data sudah lengkap maka tender offer bakal dilakukan secepatnya,” kata dia kepada KONTAN, Senin (4/2). Soal harga tender offer, Agung menyebut, kemungkinan menggunakan harga pada saat crossing saham Kamis (31/1), yaitu di harga Rp 2.097 per saham. “Ini adalah harga tertinggi terhitung dari pengumuman soal akuisisi pada bulan November 2018. Sehingga kemungkinan besar bakal dipakai sebagai harga tender offer,” lanjut dia. Usai crossing saham SMCB, perusahaan ini telah secara resmi menguasai 80,6% saham Holcim atau 6,18 miliar saham, yang sebelumnya dimiliki oleh Holderfin BV Netherlands. Sisa saham lainnya dimiliki oleh publik dengan kepemilikan saham kurang dari 5% sebesar 3,76% dan pemodal asing sebesar 15,6%.

BBCA

Wednesday
06/02/19

Sepanjang 2018, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan laba bersih komprehensif tahun berjalan senilai Rp 25,55 triliun. Berdasarkan laporan bulanan BCA hingga Desember 2018, laba tersebut meningkat 12,11% secara year on year (yoy) dibandingkan eaihan laba pada Desember 2017 senilai Rp 22,79 triliun. Pertumbuhan laba BCA ditopang oleh penyaluran kredit yang mencapai Rp 537,91 triliun. Tumbuh 15,03% (yoy) dibandingkan Desember 2017 dengan penyaluran senilai Rp 467,61 triliun. Sementara penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp 630,09 triliun. Angka ini tumbuh 8,14% (yoy) dibandingkan Desember 2017 senilai Rp 581,18 triliun. Dari capaian tersebut, hingga 2018 berakhir aset BCA tercatat mencapai Rp 808,63 triliun. Tumbuh 10,05% (yoy) dibandingkan Desember 2017 senilai Rp 734,78 triliun.

SRAJ

Monday
04/02/19

PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) akan menambah rumah sakit baru. Untuk memuluskan rencana ini, pengelola rumah sakit Mayapada Hospital ini meminjam dana Rp 100 miliar untuk membeli lahan. Arif Mualim, Direktur Sejahteraraya Anugrahjaya, dalam keterbukaan informasi di BEI pada Jumat (1/2), menjelaskan, fasilitas pinjaman ini diterima dari PT Bank Mayapada Internasional. “Jenis pinjaman ini adalah pinjaman tetap angsuran line yang diberikan kepada PT Sejahtera Inti Sentosa, anak usaha SRAJ,” jelas Arif. Dia menambahkan jangka waktu pinjaman 120 bulan dengan grace period 24 bulan.

INCO

Monday
04/02/19

Kementerian BUMN menyatakan berminat terhadap saham divestasi PT Vale Indonesia Tbk yang wajib ditawarkan paling lambat pada Oktober 2019. Sementara dalam laporan keuangan perseroan membukukan kinerja baik pada 2018. Pendapatan tumbuh 23,44%, mencapai US$776,7 juta atau sekitar Rp11,19 triliun (kurs 31 Desember 2018 Rp14.402 per dolar AS). Sedangkan laba mencapai US$65,51 juta atau sekitar Rp871,49 miliar. Perseroa  juga menargetkan penghematan operasional hingga US$50 juta atau sekitar Rp700 miliar dalam tiga tahun. Hal ini seiring Konsumsi HSFO tahun 2018 per metrik ton nikel dalam matte yang diproduksi menurun sementara konsumsi batubara meningkat bila dibandingkan dengan 2017. Hal ini disebabkan oleh inisiatif konversi batubara yang menyumbang total penghematan sebesar US$40,1 juta pada 2018.

UNVR

Monday
04/02/19

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mencatatkan kenaikan laba hingga 30,1% sepanjang tahun 2018 lalu menjadi Rp 9,1 triliun. UNVR berhasil membukukan penjualan bersih sebesar Rp 41,8 triliun, meningkat 1,5%.

GMFI

Friday
01/02/19

PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk membentuk satu anak usaha baru pada 25 Januari 2019. PT Garuda Daya Pratama Sejahtera dibentuk secara patungan dengan Koperasi Karyawan GMF AeroAsia. Modal setoran awal perseroan sebesar Rp 1.82 miliar  dan Koperasi Karyawan GMFI Aero Asia sebesar Rp 180 juta.

ANTM

Friday
01/02/19

Tahun 2018  PT Aneka Tambang Tbk. Emiten (ANTM) mampu mengerek pertumbuhan penjualan bersihnya hingga 99,37% dibandingkan tahun sebelumnya. Perusahaan membukukan penjualan bersih Rp 25,22 triliun. Angka ini melesat dari penjualan tahun 2017 yang senilai Rp 12,65 triliun.

SQMI

Friday
01/02/19

PT Renuka Coalindo Tbk menerbitkan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu atau rights issue. Emiten berkode saham SQMI di Bursa Efek Indonesia ini menawarkan 18,83 miliar unit saham baru dengan harga penawaran senilai Rp 250 per saham. Melalui aksi korporasi tersebut, Renuka mengharapkan bisa meraup dana segar maksimal senilai Rp 4,7 triliun dari pasar modal. Direktur Independen SQMI, Irwan Darmawan mengatakan, masa perdagangan rights issue dilakukan sejak 28 Januari hingga 1 Februari 2019. Dalam rights issue ini, Wilton Resources Holdings Pte Ltd (WRH) bertindak sebagai pembeli siaga atau stand buy buyer. Sebelumnya, pemegang saham SQMI adalah Renuka Energy Resources Holding (RERH) Dubai sebesar 20% dan kepemilikan investor publik sebesar 20%.

BBRI

Thursday
31/01/19

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) berhasil mencatatkan laba bersih sepanjang 2018 sebesar Rp 32,4 triliun. Laba bersih perseroan ini meningkat 11,6% dibandingkan pada 2017.Kinerja keuangan didukung oleh pendapatan jasa (fee based income) yang tumbuh 22,7% menjadi Rp 23,4 triliun. Pada 2018, kredit BRI mencapai Rp 843,6 triliun atau tumbuh 14,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

BABP

Thursday
31/01/19

Tahun ini PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) mengagendakan rencana penambahan modal. Dua cara yang disiapkan oleh emiten bersandi saham BABP ini, yaitu penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue, dan penambahan modal tanpa HMETD atawa private placement. Lewat agenda yang pertama, yakni private placement, Bank MNC akan menjual sebanyak-banyaknya 2.178.505.362 saham, yang jumlahnya setara dengan 10% dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh di dalam perusahaan ini.

TELE

Wednesday
30/01/19

PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk segera melakukan penawaran umum berkelanjutan II Tiphone dengan target dana yang terkumpul total Rp 2 triliun. TELE akan menerbitkan obligasi II Tiphone tahap I tahun 2019 dengan jumlah pokok obligasi Rp 53 miliar. Obligasi tahap pertama ini bertenor 370 hari. TELE menerbitkan obligasi dengan tingkat bunga 11,5% per tahun yang akan dibayar tiap trilwulan. Obligasi berkelanjutan II Tiphone tahap II dan tahap selanjutnya (jika ada) akan ditentukan kemudian. Tanggal efektif didapat pada 28 Januari 2019 dan mulai ditawarkan secara umum pada 30 Januari-4 Februari 2019. Tangal distribusi secara elektronik dilakukan pada 8 Februari dan tiga hari setelahnya akan dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI).

WSKT

Wednesday
30/01/19

PT Waskita Karya Tbk (WSKT) menambah modal anak usahanya, PT Waskita Karya Realty. Waskita Karya menambah modal Rp 15,52 miliar ke Waskita Karya Realty pada 25 Januari 2019.”Dengan adanya peningkatan modal tersebut, maka struktur kepemilikan saham pada Waskita Karya Realty adalah 99,99% atau setara Rp 2,32 triliun Waskita Karya dan 0,01% Koperasi Waskita,” ungkap Shastia Hadiarti, Sekretaris Perusahaan WSKT dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Selasa (29/1). Shastia mengatakan bahwa Waskita Karya Realty akan menggunakan dana suntikan modal ini untuk melakukan setoran modal pada anak usaha dan memenuhi kebutuhan operasional. Jika tidak menyuntik modal, maka kepemilikan WSKT pada Waskita Karya Realty akan terdilusi. Selain itu tujuan peningkatan modal akan berdampak terhadap perusahaan, karena akan mempengaruhi kegiatan pembangunan pada anak usaha Waskita Karya Realty.

PSSI

Wednesday
30/01/19

PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) berhasil memperoleh fasilitas pinjaman senilai total US$ 12 juta. Fasilitas pinjaman tersebut diberikan oleh Citibank NA dalam bentuk pinjaman jangka pendek dan pinjaman kontijensi tanpa ada jaminan apapun dari emiten jasa pelayaran itu. Fasiltas pinjaman yang diberikan terdiri dari pinjaman jangka pendek dengan nilai US$ 10 juta dengan jangka waktu 12 bulan sejak tanggal penandatangan. Sedangkan untuk pinjaman kontijensi diberikan dengan nilai US$ 2 juta. Pinjaman tersebut memiliki jangka waktu yang sama dengan pinjaman jangka pendek.

BMRI

Tuesday
29/01/19

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan menerbitkan instrumen utang pada kuartal I-2019. “Yang utama kita akan mulai MTN (medium term notes) global berkelanjutan yang target tahun ini terbit US$ 1 miliar-US$ 2 miliar,” kata Kartika Wirjoatmodjo saat paparan kinerja 2018, Senin (28/1) di Jakarta.Pada tahap awal, MTN senilai US$ 500 juta-US$ 1 miliar menurut Tiko, sapaan Kartika akan mulai dirilis pada kuartal I-2019. Penerbitan instrumen utang berdenominasi dollar ini dilakukan lantaran sepanjang 2018 transaski menggunakan dollar di Mandiri cukup besar.

MYTX

Tuesday
29/01/19

PT Asia Pacific Investama Tbk (MYTX) mengatakan telah menggadaikan saham anak usaha, PT Apac Inti Corpora pada 24 Januari 2019. MYTX mengungkapkan bahwa Apac Inti Corpora menerima sejumlah fasilitas kredit dari Bank Mandiri. Adapun dalam perjanjian keduanya, Bank Mandiri meminta perusahaan untuk menggadaikan saham yang dimiliki dalam Apac Inti Corpora sebesar 8,32 miliar saham atau senilai Rp 832,62 miliar.

ARMY

Monday
28/01/19

Aksi korporasi melalui penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement yang dilakukan PT Armidian Karyatama Tbk (ARMY) telah mendapatkan restu dari para pemegang sahamnya. Emiten ini menargetkan dana segar sebesar Rp 239,89 miliar dari aksi korporasi ini. Sebagai calon investor dalam private placement ARMY ini adalah Benny Tjokrosaputro.

INDY

Monday
28/01/19

PT Indika Energy Tbk melalui anak perusahaannya yaitu PT Indika Mineral Investindo (IMI) resmi menguasai 19,9% saham perusahaan pertambangan emas, yakni Nusantara Resources Limited. Pada 23 Januari 2019 perseroan melalui IMI telah melakukan penyertaan atas 2,78 juta saham di Nusantara. Harga penyertanyaan AUD$0,23 per lembar, sehingga total transaksi mencapai AUD$639.459,80 atau setara dengan US$456.045,68. Nusantara adalah sebuah perusahaan tambang yang terdaftar di Australian Stock Exchange (ASX) dengan kode saham ASX: NUS. Adapun, IMI masuk menjadi salah satu pemegang saham melalui private placement.

ADHI

Friday
25/01/19

Adhi Karya (Persero) Tbk. akan berkolaborasi dengan PT Adaro Energy Tbk. untuk menggarap tiga proyek sistem penyediaan air minum di tiga lokasi. Dalam keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Adhi Karya dan entitas anak Adaro Energy, PT Adaro Tirta Mandiri, pekan lalu telah dinyatakan sebagai pemenang proyek investasi sistem penyediaan air minum (SPAM) di Kota Dumai, Riau. Total investasi diperkirakan senilai Rp489 miliar dengan masa konsesi selama 25 tahun.

APOL

Friday
25/01/19

Restrukturisasi utang PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk (APOL) menemui titik terang. Perusahaan perkapalan ini sudah mendapat dukungan dari 69,9% pemegang obligasi global dollar AS untuk melakukan konversi utang menjadi saham. Sekretaris Perusahaan Arpeni Pratama mengatakan, total obligasi yang akan dikonversi senilai US$ 113 juta. Dengan restrukturisasi ini, Arpeni Pratama berharap dapat memangkas utang yang senilai US$ 437 juta per 30 September 2018, menjadi US$ 105 juta.

ISAT

Friday
25/01/19

PT Indosat Tbk (ISAT) merealisasikan rencana ekspansinya mulai tahun ini. Sebagai permulaan, perusahaan ini menerbitkan surat utang dengan plafon maksimal Rp 10 triliun. Surat utang tersebut terbagi menjadi dua bagian. Pertama, Obligasi Berkelanjutan III senilai Rp 7 triliun. Untuk tahap satu, nilainya Rp 1,5 triliun, yang terbagi dalam sejumlah seri. Kedua, ISAT juga bakal merilis sukuk senilai Rp 3 triliun. Penerbitan tahap pertamanya Rp 500 miliar.

PTBA

Thursday
24/01/19

PT Bukit Asam Tbk membukukan kenaikan produksi batubara pada 2018 dan dapat melampaui target sebesar 26.36 juta ton naik 3.2% dari target yang ditetapkan. Sementara penjualan batubara di 2018 sebesar 24.70 juta ton atau kurang 4.5% dari target yang ditetapkan. Untuk 2019, perusahaan menargetkan produksi batubata sebesar 27.26 juta ton naik 3.4% yoy dan penjualan batubara diharapkan mencapai 28.37 juta ton naik 15% yoy.

BTPN

Thursday
24/01/19

Bank BTPN meraih laba bersih tahun 2018 sebesar Rp 1,97 Triliun atau naik dibandingkan tahun 2017 sebesar Rp 1,22 T.

MAMI

Thursday
24/01/19

PT Mas Murni Indonesia Tbk akan melakukan rights issue untuk mengakuisisi mayoritas saham dua perusahaan. Perseroan akan menerbitkan saham sebanyak-banyaknya 7.18 miliar lembar berupa saham seri B dan waran maksimal 1.79 miliar lembar. Perseroan akan memjnta izin terlebih dahuli pada RUPS 1 Maret 2019. Dana dari rights issue akan digunakan untuk pengembalian Obligasi Wajib Konversi (OWK) PT Anugrah Mitra Lestari sebesar 95.42%, pengambilalihan OWK PT Indo Udang Mas Lestari sebesar 80%, pengambilahlihan tanah 19 ha di Cisarua, Bogor, dan untuk modal kerja.

MASA

Wednesday
23/01/19

Produsen ban asal Perancis, Michelin, mengakuisisi PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA). Michelin mengakuisisi 80% saham Multistrada senilai US$439 juta (Rp 6,2 triliun), melalui pembiayaan internal perusahaan. Nantinya sesuai peraturan yang berlaku, Michelin akan melakukan penawaran umum untuk sisa saham biasa dengan harga sama yang ditawarkan kepada 80% pemegang saham Michelin.

DILD

Wednesday
23/01/19

Mencatatkan penjualan sebesar Rp2.28T pada 2018, turun 22.1% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp2.93T. Namun, pendapatan berkelanjutan tercatat naik 12.8% dari Rp282.2M menjadi Rp595.7M.

BMTR

Tuesday
22/01/19

PT Global Mediacom Tbk (BMTR) segera meraup dana Rp 292,05 miliar di akhir Januari 2019. Dana segar ini berasal dari penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih (PMTHMETD) dahulu alias private placement. BMTR mengungkapkan bahwa private placement ini akan dilakukan pada 28 Januari 2019 dan pemberitahuan hasil pelaksanaan PMTHMETD pada 30 Januari 2019. Aksi korporasi ini telah mengantongi persetujuan pemegang saham lewat rapat umum pemegang saham luar biasa pada 29 Juni 2018. Total saham yang diterbitkan ini mencapai 811,27 juta saham atau setara dengan 5,71% dari total saham ditempatkan dan disetor BMTR sebelum private placement dan 5,40% setelah private placement. Sedangkan harga pelaksanaannya Rp 360 per saham, lebih tinggi daripada harga penutupan BMTR kemarin pada Rp 336 per saham.

WIKA

Tuesday
22/01/19

Kembali menawarkan obligasi tanpa jatuh tempo (perpetual bond) sebesar Rp. 1,4 triliun. Saat ini penawaran awal (bookbuilding) surat utang tersebut masih berlangsung. Perpetual bond merupakan salah satu instrument pembiayaan perseroan dan merupakan lanjutan dari penerbitan sebelumnya yang menargetkan sebelumnya yang menargetkan raihan dana Rp. 2 triliun.

JPFA

Monday
21/01/19

Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) membocorkan angka pendapatan sementara tahun 2018 senilai Rp34,2 T atau naik 15,5% dibandingkan tahun 2017. Hasil ini masih in-line dengan perkiraan konsensus dengan target pertumbuhan 14,87%.

PGAS

Monday
21/01/19

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) telah menuntaskan akuisisi 51% saham anak usaha PT Pertamina (Persero), Pertamina Gas (Pertagas). Kini, PGN juga tengah menyelesaikan pelepasan anak usahanya di bidang hulu migas, Saka Energi Indonesia, ke holding BUMN Migas yaitu Pertamina. Direktur Utama PGN Gigih Prakoso menyebut keputusan untuk melepas Saka Energi sesuai dengan pembentukan sub holding gas. Dalam sub holding gas, bisnis PGN hanya yang terkait hilir gas.

BDMN

Monday
21/01/19

Merger antara PT Bank Danamon Tbk (BDMN) dan PT Bank Nusantara Parahyangan Tbk (BBNP) nampaknya akan segera terealisasi. Kedua bank yang berada di bawah naungan bank terbesar asal Jepang, Mitsubishi UFJ Financial Group Inc (MUFG) telah mengumumkan secara resmi rencana merger yang sudah mencuat sejak tahun lalu itu. Berdasarkan informasi yang diperoleh melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia kedua bank saat ini masih melakukan penelaahan atau mengkaji proses merger tersebut. Sebagai informasi, MUFG saat ini memiliki 40% saham Bank Danamon dan 7,91% saham Bank Nusantara Parahyangan.

BBTN

Friday
18/01/19

Bank Tabungan Negara (BBTN) menjajaki beragam alternatif pendanaan non konvensional seperti sekuritisasi kredit pemilikan rumah (KPR) sintetik di tahun ini. BBTN telah menargetkan akan mencari dana sekitar Rp 14 triliun di luar penghimpunan dana dari masyarakat. Dari mekanisme pendanaan sekuritisasi KPR sintentik ini, BBTN menargetkan dana sekitar Rp 2 triliun yang diharapkan terealisasi pada kuartal I 2019 ini.

ADMF

Friday
18/01/19

Akan tawarkan obligasi berkelanjutan IV tahap IV tahun 2019 senilai Rp618M dan sukuk Mudharabah berkelanjutan III tahap III tahun 2019 sebesar Rp214M. Surat hutang tersebut akan dilepas dengan kupon berkisar 8.05%-9.5% per tahun

IPCC

Thursday
17/01/19

Mencatatkan pertumbuhan volume penanganan yang signifikan sepanjang tahun 2018 dimana pertumbuhan perindahan domestik tumbuh tiga digit. Seluruh lini bisnis perseroan yaitu complete built up, alat berat, suku cadang dan kunjungan kapal meningkat di atas 100% dimana yang mengalami kenaikan paling tinggi yaitu volume perindahan alat berat domestik yang melonjak 617% di sepanjang 2018.

HRUM

Thursday
17/01/19

Berencana melakukan lagi pembelian kembali (buy back) saham perseroan sebanyak-banyaknya 4,93% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh atau maksimal 133.379.900 saham. Pada 11 Januari 2019, perseroan menyatakan rencana tersebut kepada BEI. Tujuan buy back tersebut untuk memberikan fleksibilitas pada perseroan untuk mencapai permodalan yang lebih efisien sehingga perseroan bisa menurunkan keseluruhan biaya modal dan meningkatkan earning per share dan return to equity secara berkelanjutan.

SOCI

Thursday
17/01/19

Fitch Ratings menurunkan peringkat atau rating surat utang PT Soechi Lines Tbk (SOCI). Penurunan tersebut kemungkinan membuat kupon atas surat utang senilai US$ 200 juta yang diterbitkan pada awal 2018 lalu oleh emiten perkapalan ini meningkat. eperti diketahui, perusahaan menerbitkan surat utang itu dengan kupon 8,375%. Surat utang bakal jatuh tempo pada 2023. Fitch sebelumnya memberikan rating B+. Rating kemudian diturunkan menjadi B dengan outlook stabil. Alasannya, tingkat utang atau leverage SOCI selama sembilan bulan tahun lalu naik menjadi 5 kali dari sebelumnya 4,6 kali di 2017.

AGRS

Wednesday
16/01/19

Industrial Bank of Korea telah mengambil alih 95,79% saham PT Bank Agris Tbk. Jumlah yang dibeli sebanyak 5.035.057.480 lembar

SRIL

Wednesday
16/01/19

PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) tengah memfinalisasi pinjaman sindikasi senilai US$ 185 juta. Perusahaan tekstil yang terkenal dengan nama Sritex ini akan menggunakan dana pinjaman tersebut untuk membeli kembali (buyback) obligasi global yang diterbitkan pada 2016 silam. Obligasi tersebut senilai US$ 350 juta, namun, jumlah yang akan dibuyback hanya US$ 185 juta. Surat utang ini sejatinya baru akan jatuh tempo pada 7 Juni 2021 mendatang. Namun, SRIL ingin menurunkan beban bunga. Pinjaman baru ini yang digunakan untuk buyback memiliki bunga lebih rendah.

SMGR

Wednesday
16/01/19

Hasil penjualan semen PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) berhasil melampaui industri. Hingga akhir tahun lalu, SMGR mampu membukukan pertumbuhan penjualan semen sekitar 7% menjadi 33,6 juta ton. Tumbuhnya penjualan semen perusahaan ini ditopang oleh penjualan ekspor yang naik lebih tinggi. Untuk konsumsi semen nasional sepanjang tahun lalu hanya naik 4,8% menjadi 69,5 juta ton. Tahun ini, manajemen SMGR memperkirakan, konsumsi semen nasional dapat tumbuh 4%–5%.

ULTJ

Tuesday
15/01/19

Tahun ini sumber produksi susu perseroan bertambah. Perseroan mengoperasikan peternakan di berastagi, sumatera utara. Untuk tahap pertama peternakan berastagi beroperasi dengan 2,000 ekor sapi perah. Lalu target jangka panjangnya 6.000 ekor sapi perah. Peternakan sapi ini di kelola oleh PT Ultra Sumatera Dairy Farm yang merupakan anak perusahaan perseroan.

TAXI

Tuesday
15/01/19

Aksi jual aset PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) telah dimulai. Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), TAXI menjelaskan telah menjual tanah senilai Rp 112,15 miliar. Tanah tersebut merupakan bagian dari jaminan atas utang bank Grup Express kepada PT Bank Central Asia Tbk (BCA). “Penjualan tanah tersebut untuk melunasi sebagian utang Grup Express yang telah jatuh tempo,” jelas Sekretaris Perusahaan TAXI Megawati Affan dalam keterbukaan informasi, Senin (14/1). Berdasarkan laporan keuangan audit yang disampaikan ke bursa efek pada 26 Desember 2018, modal kerja dan ekuitas TAXI masing-masing masih negatif Rp 1,12 triliun dan negatif Rp 366,98 miliar di sembilan bulan yang berakhir 30 September 2018.  Untuk menanggulangi kinerja yang negatif, TAXI juga akan menambah modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu dan menerbitkan obligasi konversi. Perusahaan tersebut akan menerbitkan 10 miliar saham baru senilai Rp 1 triliun. Nantinya, saham baru tersebut akan dikonversi bertahap.

TINS

Tuesday
15/01/19

Mengeluarkan biaya eksplorasi sebesar Rp165M untuk bulan Desember 2018 dimana jumlah itu terdiri dari Rp 155M untuk biaya operasional dan Rp10M untuk biaya investasi. Kegiatan eksplorasi laut berupa kegiatan pemboran rinci di perairan Bangka dengan menggunakan 5 unit kapal bor dengan total meter bor 4,986 meter.

TOWR

Monday
14/01/19

Desember tahun lalu PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) berhasil memperoleh pinjaman sebesar Rp 600 miliar melalui PT iForte Solusi Infotek, yang 99,99% sahamnya dimiliki langsung oleh PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo).  Lalu 99,99% saham Protelindo dimiliki oleh TOWR. Melalui iForte Solusi Infotek, nantinya akan menjalankan proyek – proyek membangun jaringan serat optik sepanjang 16.000 km untuk menunjang kegiatan operator telekomunikasi di Tanah Air. Proyek jaringan serat optik TOWR ini diprediksi terealisasi sepenuhnya di tahun 2020.

ADHI

Monday
14/01/19

Sepanjang tahun ini, PT Adhi Karya (Persero) Tbk menargetkan perolehan kontrak baru sekitar Rp 29 triliun atau 22,88% lebih tinggi dibandingkan pencapaian tahun lalu senilai Rp 23,6 triliun. Sementara total pekerjaan yang akan mereka garap sebanyak 80 proyek. Proyek baru dengan nilai terbesar adalah kongsi Adhi Karya dengan PT Hutama Karya (Persero). “Kontrak baru yang besar dengan PT Hutama Karya untuk menggarap proyek jalan Tol Sigli-Banda Aceh dan sudah dijalankan sejak akhir tahun lalu,” ujar Entus Asnawi Mukhson, Direktur Keuangan PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

LPKR

Friday
11/01/19

PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) akhirnya merealisasikan penjualan aset rumahsakit di Myanmar. Aset ini dijual ke perusahaan investasi Singapura yang masih terafiliasi dengan Grup Lippo, OUE Lippo Healthcare Limited (OUELH). OUELH telah meneken perjanjian jual beli dengan anak usaha LPKR, PT Waluya Graha Loka untuk mengakuisisi 40% saham di Yoma Siloam Hospital Pun Hlaing Limited (YSHPH) dan 35% saham di Pun Hlaing International Hospital Limited (PHIH). Total nilai transaksi ini mencapai US$ 19,5 juta.

MYOR

Friday
11/01/19

Emiten produk makanan dan minuman, PT Mayora Indah Tbk. siap melunasi obligasi jatuh tempo pada Mei 2019 sebesar Rp750 miliar dengan menggunakan dana dari kas internal. Direktur Keuangan Mayora Indah Hendrik Polisar mengatakan bahwa perseroan telah menyiapkan pendanaan untuk pembayaran obligasi jatuh tempo. Sumber pendanaan berasal dari dana internal dan pinjaman, kendati tidak disebutkan komposisinya

MASA

Thursday
10/01/19

Sejumlah investor strategis dikabarkan masih tertarik untuk masuk menjadi pemegang saham di PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA). produsen ban asal Perancis, Michelin pun dikabarkan ingin menjadi salah satu pemilik MASA. Michelin dikabarkan mengincar saham mayoritas MASA di bawah 50%. Sebelumnya santer diberitakan Hankook Tire (Hankook) ingin menjadi salah satu pemegang saham mayoritas di MASA.

GMFI

Thursday
10/01/19

PT Garuda Maintenance Tbk anggarkan belanja modal US$ 50 juta pada 2019. Capex akan digunakan untuk pengembangan kapabilitas yang meliputi pembelian peralatan untuk perawatan pesawat dan pembangunan hanggar baru. Selain itu perusahaan juga akan berekspansi seperti pembangunan pabrik untuk memproduksi dan vulkanisir ban pesawat hingga mendirikan anak usaha.

ADMG

Wednesday
09/01/19

PT Polychem Indonesia Tbk (ADMG) menginformasikan telah membeli saham PT Bank Ganesha Tbk (BGTG) senilai Rp 9,49 miliar. ADMG membeli sebanyak 114,43 juta saham BGTG dengan harga Rp 83 per saham. Pasca pembelian ini, kepemilikan saham ADMG di Bank Ganesha menjadi 114,43 juta atau setara 1,03%, dari sebelumnya tidak ada.

ASSA

Wednesday
09/01/19

PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) telah menyiapkan sejumlah ekspansi di tahun ini. Perusahaan rental mobil ini menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai Rp Rp 1 triliun hingga 1,2 triliun di tahun ini. Anggaran tersebut sekitar 80% dari pinjaman dan sisanya kas internal. Direktur ASSA Hindra Tanujaya mengungkapkan, bahwa belanja modal tersebut akan digunakan untuk mendukung ekspansi bisnis berupa penambahan armada baru, perluasan bisnis jasa lelang dan logistik (courier service) yang meliputi usaha lelang sepeda motor dan penyewaan kendaraan logistik yakni truk berukuran besar.

SMRA

Tuesday
08/01/19

Summarecon Agung (SMRA) pada tahun 2019 menargetkan marketing sales sebesar Rp 4 triliun. Untuk tahun 2018, emiten properti ini mencatatkan marketing sales full year sebesar Rp 3,4 triliun atau 85% dari target yang ditetapkan Rp 4 triliun. Sepanjang tahun 2018, marketing sales SMRA sebesar Rp 3,4 triliun disumbangkan oleh Summarecon Serpong sebanyak 46%, Summarecon Bekasi 22%, Summarecon Bandung 16%, Summarecon Kelapa Gading 8%, Summarecon Makassar 5% dan Summarecon Karawang 4%

SMBR

Tuesday
08/01/19

Bukukan volume penjualan selama 2018 sebesar 2.2 ton atau tumbuh 24 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 1.8 ton. Pangsa pasar SMBR masih menjadi pemimpin pangsa pasar SumSel dan Lampung dengan persentase 54% dan 26%.

ACST

Tuesday
08/01/19

PT Acset Indonusa Tbk. merealisasikan kontrak baru Rp1,5 triliun pada 2018 atau lebih rendah dari target yang dipasang Rp10 triliun. Maria Cesilia Hapsari, Corporate Secretary & Investor Relations Acset Indonusa mengatakan perseroan mengantongi kontrak Rp1,5 triliun sepanjang 2018. Proyek infrastruktur masih mendominasi pekerjaa perseroan dengan komposisi 37% disusul oleh pondasi 30% dan struktur 33%.

SRIL

Monday
07/01/19

PT Sri Rejeki Isman Tbk  akan membeli kembali atau buyback obligasi yang jatuh tempo pada tahun 2021 senilai U$ 350 juta atau setara dengan Rp 4,99 triliun. Surat utang lama yang akan dibeli kembali tersebut memiliki bunga 8,25%. Buyback akan dilakukan melalui tender, dengan harga buyback obligasi yang ditawarkan US$ 1.012,5 atau lebih tinggi US$ 12,5 dari harga pokok obligasi sebesar US$ 1.000.

INCO

Monday
07/01/19

PT Vale Indonesia  menyatakan bersedia menawarkan divestasi saham kepada Pemerintah Indonesia. Untuk itu, Vale Indonesia sudah menyampaikan surat kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait hal ini.

HITS

Monday
07/01/19

PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) memperoleh kembali memperoleh pinjaman melalui dua anak usahanya, yakni PT Permata Khatulistiwa Regas. Anak usaha emiten transportasi laut tersebut menerima pinjaman sebesar US$ 19,44 juta dari Mitsui O.S.K Lines (MOL) Ltd. Rencananya, Permata Khatulistiwa akan menggunakan pinjaman salah satu raksasa pelayaran asal Jepang itu untuk keperluan belanja modal di tahun 2019 dan pembiayaan proyek regasifikasi terapung atau Floating Storage Regasification Unit (FSRU) Jawa 1 di Cilamaya, Karawang, Jawa Barat dengan kapasitas 170.000 meter kubik (m3) oleh PT Jawa Satu Regas.

SMSM

Friday
04/01/19

Mendapatkan dividen dari anak usahanya di Malaysia, Bradke Synergies Sdn Bhd.sebesar 2 juta ringgit atau sekitar Rp6,9M.

CMPP

Friday
04/01/19

Melalui PT Indonesia Air Asia (IAA) pasa 31 Des 2018 melakukan penandatanganan conditional perpetual capital security purchase agreement dengan Air Asia Berhad (AAB) sebagai pemegang sekuritas perpetual sejumlah US$ 80 juta atau sekitar Rp1,17 T.

DGIK

Friday
04/01/19

Majelis hakim mencabut hak PT Duta Graha Indah (DGI) atau yang telah berganti nama menjadi PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK) untuk mengikuti lelang proyek pemerintah selama 6 bulan. Vonis ini lebih rendah dari tuntutan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yaitu selama dua tahun. DGIK juga divonis membayar pidana denda sebesar Rp 700 juta. Majelis hakim juga menjatuhkan pidana tambahan dengan membayar uang pengganti sebesar Rp 85,5 miliar.

SMCB

Thursday
03/01/19

Menerima pinjaman 40 juta Euro untuk kebutuhan operasional dari Holderfin B.V. (transaksi afiliasi) yang telah ditandatangani oleh keduanya pada 27 Desember 2018. Penarikan maksimal 10 hari sejak penandatangan perjanjian pinjaman.

MEDC

Thursday
03/01/19

Melalui anak usahanya Medco Energi Global Pte Ltd (MEG) menjajaki kemungkinan pembelian secara tunai saham yang diterbitkan Ophir Energy Plc. MEG memiliki waktu hingga 28 Januari 2019 untuk melakukan pengumuman atas keputusan untuk melakukan atau tidak penawaran membeli saham Ophir.

ANTM

Wednesday
02/01/19

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dengan Showa Denko K.K (SDK) Jepang telah menandatangi akta perjanjian jual beli saham PT Indonesia Chemical Alumina (ICA) sebagai proses final dari pembelian keseluruhan saham SDK di PT ICA oleh ANTAM pada tanggal 28 Desember 2018. Dengan itu, ANTM secara resmi memiliki keseluruhan saham di PT ICA (100%) dari posisi kepemilikan sebelumnya yaitu sebesar 80% dengan 20% kepemilikan saham dimiliki oleh SDK

VRNA

Wednesday
02/01/19

PT Verena Multi Finance Tbk  dalam waktu dekat akan melakukan melakukan Penawaran Umum Terbatas (PUT) II dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue. Rencana tersebut dilakukan setelah emiten pembiayaan kendaraan bermotor ini mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 28 Desember 2018.

Verena Multi Finance berencana menerbitkan 3,10 miliar saham baru dengan menawarkan harga rights issue Rp 140 per saham. Harga rights issue tersebut masih di atas harga penutupan saham VRNA pada akhir perdagangan tahun 2018 sebesar Rp 116 per saham.

WSBP

Wednesday
02/01/19

PT Waskita Beton Tbk (WSBP) telah menerima pembayaran sebesar Rp 1,8 T di bulan Desember 2018 untuk beberapa proyek turnkey. Dengan adanya pembayaran ini, WSBP  menutup tahun 2018 dengan cashflow positif sekitar 1,4 T atau lebih baik dibandingkan tahun 2017 (minus Rp 2,4T) dan tahun 2016 (minus Rp 3 T)

MARK

Friday
28/12/18

Pemegang saham PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Menyetujui rencana pemecahan nilai nominal saham (stock split). Persetujuan pemegang saham ini membuat nilai nominal saham Perseroan yang tadinya Rp 100 per saham akan dipecah dengan rasio 1 : 5 menjadi Rp 20 per saham. Pemecahan ini otomatis akan meningkatkan jumlah saham beredar yang yang tadinya sebanyak 760.000.062 saham akan menjadi 3.800.000.310 saham.

INDY

Friday
28/12/18

PT Indika Energy Tbk (INDY) pada 21 Desember 2018 melalui anak usahanya yakni PT Petrosea Tbk (PTRO) telah melakukan penandatanganan jual beli saham atas PT Karingau Gapura Terminal Energi. Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), PTRO melakukan pendatanganan dengan PT Interport Mandiri Abadi (IMA) terkait aksi PTRO yang melepas kepemilikan saham di PT Karingau Gapura Terminal Energi kepada IMA sebanyak 1.250 saham atau 25% dari modal disetor.  Total harga penjualan sebesar Rp 1,26 miliar.

KONI

Thursday
27/12/18

Bursa Efek Indonesia membuka perdagangan saham PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) setelah suspensi sejak 21 Desember 2018. “Suspensi atas perdagangan saham Perdana Bangun Pusaka (KONI) di pasar reguler dan pasar tunai dibuka kembali mulai perdagangan sesi I tanggal 27 Desember 2018,” ungkap Irvan Susandy, Kepala Divisi Operasional Perdagangan dan Zakky Ghufron, PH Kadiv Pengawasan Transaksi BEI dalam pengumuman tadi malam. Pada 20 Desember, perdagangan terakhir sebelum suspensi, harga saham KONI berada di Rp 610 per saham, naik 14,02% dalam sehari. Ini adalah harga tertinggi saham KONI sejak April 2017.

PGAS

Thursday
27/12/18

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) akhirnya memperoleh persetujuan pemegang saham untuk melakukan akuisisi empat anak usaha Pertagas sekaligus. Adapun dana yang awalnya disiapkan untuk akuisisi 51% saham Pertagas sebesar US$ 1,2 miliar akan bertambah terhitung adanya penambahan jumlah akuisisi anak usaha Pertagas.

PEHA

Wednesday
26/12/18

PT Phapros Tbk (PEHA) resmi mencatatkan diri di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/12). PEHA mencatatkan total 840 juta saham di Bursa Efek Indonesia. Pemegang saham pengendali Phapros adalah PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) dengan kepemilikan 56,77%. Per September 2018, laba bersih Phapros mencapai Rp 96 miliar.

CSAP

Wednesday
26/12/18

Emiten perdagangan dan bahan bangunan, PT Catur Sentosa Adiprana Tbk. (CSAP) memberikan suntikan modal kepada entitas anak hingga Rp230 miliar. Perseroan melakukan peningkatan modal dasar kepada PT Catur Sentosa Anugerah (CSAN) senilai Rp200 miliar untuk menaikkan modal dasar, sehingga total modal dasar menjadi Rp300 miliar. Selain itu, CSAP juga menaikkan modal ditempatkan dan disetor CSAN senilai Rp30 miliar, sehingga menjadi Rp110 miliar. Tujuan peningkatan peyertaan modal CSAN adalah mendukung pengembangan kegiatan usaha CSAN antara lain pembelian barang dagangan dan pendanaan operasional CSAN

WOOD

Friday
21/12/18

Perang dagang Amerika Serikat (AS) – China tampaknya menguatkan posisi produsen mebel kayu, PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) yang sebagian besar penjualan berasal dari ekspor. Kenaikan tarif impor yang diterapkan kedua negara, khususnya AS menjadi peluang bagi WOOD untuk memperlebar porsi ekspornya ke negeri Paman Sam tersebut.

TBIG

Friday
21/12/18

Melakukan penawaran tender wajib milik PT. Gihon Telekomunikasi Indonesia (GHON). Perseroan menetapkan harga penawaran tender wajib sebesar Rp.1.350/saham. Total nilai tender wajib tersebut sebesar Rp 70,12 M atau sebanyak 51.942.360 saham ( 9,44 % ).

Pelaksanaan pada tgl 21 Des 2018 hingga 21 Januari 2019. Pembayaran dilakukan pada 1 Februari 2019.

SRTG

Friday
21/12/18

Meningkatkan kepemilikan saham pada PT. Aneka Gas Industri Tbk (AGII) dan PT. Merdeka Copper Gold (MDKA). Nilai Investasi Saratoga atas transaksi penambahan saham di kedua emiten tersebut mencapai Rp 338,08 Miliar.

INDY

Thursday
20/12/18

PT Indika Energy Tbk terus mencari peluang ekspansi di luar bisnis inti yakni batubara. Pada tahun depan, perusahaan berkode saham INDY di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini akan mulai mengembangkan proyek tangki penyimpanan bahan bakar minyak (BBM). Managing Director & CEO PT Indika Energy Tbk, Azis Armand mengatakan, untuk memulai proyek di tahun depan, INDY sudah menunjuk PT Tripatra Engineers and Constructors (Tripatra) dan PT Petrosea Tbk sebagai kontraktor untuk proyek engineering, procurement and construction (EPC). Kelak, pembangunan tangki penyimpanan BBM ini dilakukan oleh anak usaha INDY, yakni PT Kariangau Gapura Terminal Energi. INDY akan menggelontorkan investasi US$ 108 juta dan saat ini mereka tengah memfinalisasi pendanaan.

DEWA

Thursday
20/12/18

PT Darma Henwa Tbk (DEWA) prediksikan capital expenditure (capex) atau belanja modal perusahaan di tahun depan bakal lebih rendah dari target 2018. Asal tahu saja, tahun ini emiten kontraktor tambang ini anggarkan capex sebanyak US$ 40 juta, namun hingga September 2018 batu terserap sebanyak US$ 17 juta. Chief Financial Officer DEWA B Chandrasekaran memperkirakan, untuk belanja modal 2019 maksimal mencapai US$ 30 juta. “Sekarang masih proses negosiasi (proyek dan pembiayaan capex 2019),” jelasnya.

ALDO

Wednesday
19/12/18

Akan proses akuisisi PT.Eco Paper Indonesia untuk mengamankan pasokan bahan baku perseroan.Adapun nilai transaksi akuisisi 99 % saham PT.Eco Paper Indonesia dari PT.Golden Ariesta International mencapai Rp.198 M.

ANTM

Tueday
18/12/18

Meraih kredit investasi sebesar US$ 82 juta (Rp.1,19 T) dari BNI. Mayoritas dana tersebut akan dialokasikan untuk pembiayaan kembali (Refinancing) Obligasi tahap I tahun 2011 seri A sebesar Rp.900 M yang jatuh tempo.

UNTR

Tueday
18/12/18

Mencatatkan pesanan 800 unit alat berat untuk pengiriman hingga juni 2019,atau setara 16,33 % dari total target tahun depan sejumlah 4.900 unit.

TPIA

Tueday
18/12/18

Telah merampungkan bookbuilding Obligasi senilai Rp.500 M dengan kupon 10 % dan tenor 2 tahun. Perseroan juga meraih fasilitas kredit ekspor 8 tahun dari BNP Paribas cabang Tokyo dan Japan Bank for International Cooperation (JBIC).

WSKT

Monday
17/12/18

Menerima pembayaran sebesar RP.1.9 T selaku kontraktor proyek ruas Tol Terbanggi besar – Pematang Panggang – Kayu Agung dengan skema dukungan dana Tunia dari Pemerintah. Waskita telah menerima Pembayaran pertama dan sisanya Rp. 600 M akan dibayar pada 20 Des 2018.

PSAB

Monday
17/12/18

PT J Resources Asia Pasifik Tbk  sudah menjual volume emas sebanyak 119,800 troi ons (troy oz) sepanjang periode Januari hingga September 2018. “Tahun ini menargetkan volume penjualan emas sebanyak 173.000 hingga 174.000 troi ons sepanjang 2018,” kata William Surnata, Direktur PSAB, Jumat (14/12). William mengatakan untuk tahun depan target volume produksi sebanyak 168.000 troi ons. “Kalau cuaca mendukung perkiraan dapat mencapai produksi 168.000 troi ons. Jangan dilihat ada penurunan produksi, untuk tahun depan kita akan membangun pabrik di Doup, sebagian ada yang kami alokasi di sana,” tegasnya.

MAPI

Friday
14/12/18

Akan berekspansi dengan menambah gerai seluas 50.000 M2 – 60.000 M2 dengan belanja Modal sebesar Rp.800M. Jenis toko yang akan ditambah yaitu Merchant olahraga , Fashion hingga Food & beverage.

TOBA

Friday
14/12/18

Melalui anak usahanya PT Toba Bara Energi akan membeli 100% saham PT Batu Hitam Perkasa dari PT Agung Indonesia Mandiri sebanyak 83,3% atau senilai Rp. 657,585 M dan PT Saratoga Sedaya Investama Tbk sebanyak16,7% atau senilai Rp.131,517M yang telah di tanda tangani pada tanggal 12/12.

BRPT

Thursday
13/12/18

PT Barito Pasific Tbk (BRPT) dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa (12/12), menginformasikan, Prajogo Pangestu selaku Komisaris Utama perseroan melepas saham ke publik. Tujuannya, disebutkan untuk menambah saham free float di bursa. Transaksi dilakukan pada 4 Desember 2018 dengan melepas sebanyak 800 juta lembar juta saham atau setara dengan 4,497% dari jumlah seluruh saham yang telah dikeluarkan perseroan. Adapun harga penjualan Rp 1.720 per saham. Sebelum transaksi kepemilikan saham Prajogo 13,82 miliar lembar saham atau setara 77,69% dari jumlah seluruh saham yang telah dikeluarkan perseroan dan setelah transaksi mengalami penurunan menjadi 73,19% dari jumlah seluruh saham yang telah dikeluarkan perseroan

MAYA

Thursday
13/12/18

Pemegang saham PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA) tampaknya harus gigit jari. Pasalnya, pembagian dividen interim yang sebelumnya direncanakan pada Kamis (13/12) harus dibatalkan. Sebagai informasi, total dividen interim yang batal dibagikan oleh emiten perbankan ini sebesar Rp 223,19 miliar atau Rp 35 per saham. Pembatalan pembagian dividen interim ini diputuskan dalam rapat direksi yang dilaksanakan pada Selasa (11/12) lalu. Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan aspek penguatan struktur permodalan untuk mendukung ekspansi usaha di periode mendatang.

INDY

Wednesday
12/12/18

PT Indika Energy Tbk (INDY) melalui anak perusahaannya yaitu PT Indika Mineral Investindo menandatangani perjanjian penyertaan saham atau subscription agreement dengan Nusantara Resources Limited. INDY akan melakukan penyertaan 33,4 juta saham Nusantara Resources pada harga AUD$ 0,23 per saham, dengan total nilai transaksi sebesar AUD$ 7,68 juta melalui private placement. Nusantara Resources adalah sebuah perusahaan tambang yang terdaftar di Australian Stock Exchange (ASX) dengan kode saham NUS. Dengan terpenuhinya syarat dan kondisi yang diatur dalam perjanjian, Indika Energy akan menjadi pemegang saham di Nusantara dengan total kepemilikan 19,9%.

MAGP

Wednesday
12/12/18

PT Multi Agro Gemilang Plantation Tbk (MAGP) pada tanggal 7 Desember 2018 melakukan pembelian saham PT Meta Epsi Agro. Perusahaan ini telah menandatangani perjanjian jual beli saham dengan PT Waringin Agro Jaya untuk membeli 69.998 saham Meta Epsi atau setara 99,99%. Jarot Handoko, Sekretaris Perusahaan MAGP dalam keterbukaan informasi menyampaikan bahwa transaksi tersebut merupakan transaksi material sesuai peraturan No IX.E,2 dengan nilai transaksi melebihi 20% ekuitas perusahaan namun tidak melebihi 50% dari nlai ekuitas perusahaan per 30 Juni 2018. Total pembelian sebesar Rp 138 miliar sehingga perusahaan menjadi pengendali utama untuk PT Meta Epsi Agro. Untuk pembelian tersebut, perusaaan melakukan perjanjian pinjaman dengan PT Bengkayang Nabati Indonesia sebesar Rp 138 miliar dengan jangka waktu peminjaman selama 5 tahun dan bunga pinjaman sebesar 4% per tahunnya

AMRT

Tuesday
11/12/18

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) pada tahun depan memasang target konservatif untuk penambahan gerai. Hal ini karena perusahaan berupaya memperkuat organic growth di gerai-gerai eksisting, sehingga target penambahan gerai tidak akan semasif tahun-tahun sebelumnya. Anggara Hans Prawira, Presiden Direktur AMRT menyampaikan bahwa dari target tahun ini sebesar 800 gerai sampai akhir tahun diperkirakan hanya 200 gerai. Tahun depan, dirinya mengatakan target penambahan gerai tahun depan akan konservatif tidak akan setinggi tahun-tahun sebelumnya. Sampai dengan kuartal III, pendapatan AMRT tercatat sebesar Rp 49,6 triliun, jumlaah tersebut meningkat 8,77% dibandingkan sebelumnya Rp 45,6 triliun. Sedangkan performa bottomline lebih masif dengan mencatat kenaikan 621,14% dari Rp 47,77 miliar menjadi Rp 344,53 miliar.

MEDC

Tuesday
11/12/18

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) akhirnya merilis kinerja keuangan untuk periode triwulan ketiga 2018. Mengutip laporan kinerjanya, Selasa (11/12), emiten yang bergerak di sektor eksplorasi minyak dan gas ini membukukan kenaikan pendapatan yang cukup signifikan pada akhir September 2018, yaitu sebesar 55% menjadi US$ 757,37 juta. Pada periode yang sama tahun lalu, pendapatan perusahaan US$ 597,81 juta.

ACES

Tuesday
11/12/18

PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) siap melanjutkan agenda ekspansi di tahun 2019. Perusahaan yang menjadi bagian dari Grup Kawan Lama tersebut mengalokasikan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) Rp 175 miliar untuk tahun depan. Aces Hardware akan memanfaatkan dana belanja modal tahun depan untuk menambah sekitar 20 gerai baru. Target penambahan gerai tersebut juga sama dengan tahun ini. Hingga November 2018, perusahaan yang tercatat dengan ode saham ACES di Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut sudah membuka 15 gerai baru. Desember ini mereka masih akan membuka lima gerai baru. Total jumlah gerai Ace Hardware hingga tutup tahun 2018 nanti akan menjadi 174 gerai. Sementara jika seluruh agenda ekspansi gerai tahun depan terpenuhi, mereka akan mengoperasikan total 194 gerai.

PTBA

Monday
10/12/18

PT Bukit Asam Tbk menyiapkan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) mencapai Rp 6,5 triliun untuk tahun depan. Anggaran belanja tersebut sama dengan tahun ini. Sejauh ini, sumber capex 2019 berasal dari kas internal Bukit Asam. Hingga 30 September 2018 lalu, Bukit Asam masih memiliki kas dan setara kas senilai Rp 6,06 triliun. Dana lancar tersebut naik lebih dari 1,5 kali lipat ketimbang posisi akhir tahun lalu yang tercatat sebesar Rp 3,56 triliun. Adapun tujuan penggunaan capex tahun depan untuk investasi rutin, berupa peremajaan alat produksi pertambangan. Mereka juga berencana mencuil capex untuk meningkatkan kapasitas pelabuhan dan membiayai sejumlah proyek strategis.

PPRO

Monday
10/12/18

PT PP Properti tbk (PPRO) masih optimistis, tahun depan pasar properti akan lebih baik. Pengembang proyek apartemen Grand Kamala Lagoon ini menargetkan pendapatan prapenjualan alias marketing salestumbuh sekitar 10% pada 2019. Untuk tahun ini, PPRO juga masih percaya diri bisa mencapai target marketing sales Rp 3,8 triliun. Sepanjang Januari-September lalu, anak usaha PT PP Tbk ini berhasil membukukan Rp 3,1 triliun atau 81,5% dari target

ANTM

Monday
10/12/18

Menjelang penutupan tahun, perusahaan pertambangan mineral sudah menyiapkan rencana bisnis untuk sepanjang 2019. Salah satunya PT Aneka Tambang Tbk yang menyiapkan belanja modal sebesar Rp 3,4 triliun. Pada tahun depan, emiten berkode saham ANTM ini masih fokus mengawal sejumlah proyek hilirasasi pertambangan, proyek hilirisasi alumina salah satunya. Tak hanya itu, ANTM juga memiliki proyek hilirisasi tambang lain yaitu pabrik feronikel di Halmahera Timur. Pabrik ini memiliki kapasitas produksi hingga 13.500 ton nikel per tahun. Proyek lainnya ada smelter grade alumina di Kalimantan Barat yang memiliki kapasitas 1 juta ton yang digarap barsama induk usaha PT Indonesia Asahan Aluminium.

PGAS

Monday
10/12/18

PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) Tbk akan mendapat penugasan untuk membangun jaringan gas (jargas) rumahtangga satu juta sambungan per tahun mulai 2019. Proyek itu bakal bergulir setelah pemerintah menerbitkan surat penugasan. Direktur Utama PGAS  Gigih Prakoso, proyek jargas dengan target satu juta pelanggan per tahun itu rencananya akan berlangsung sampai 2025.

MPMX

Monday
10/12/18

PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) berencana untuk menambah kepemilikan di PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) dengan melakukan penawaran tender sukarela. Adapun jumlah saham yang akan diambil alih sebanyak 446,29 juta saham atau setara dengan 10% dari jumlah saham yang ditempatkan. Harga penawaran yang ditawarkan SRTG sebesar Rp 950 per saham. Dana yang telah disiapkan untuk aksi korporasi tersebut sebanyak-banyaknya sebesar Rp 424 miliar.

AISA

Monday
10/12/18

Mendapat izin perpanjangan waktu penindaan kewajiban pembayaran hutang (PKPU) dari kreditor selama 60 hari kedepan.

JSMR

Jumat
07/12/18

PT Jasa Marga Tbk (JSMR) menargetkan mampu menyelesaikan beberapa ruas tol yang menjadi bagian dari tol Trans Jawa di akhir tahun ini. Total panjang tol Trans Jawa dari Merak hingga Banyuwangi mencapai 1.150 kilometer (km).

Saat ini, Jasa Marga tengah mengejar penyelesaian proyek jalan tol Batang-Semarang sepanjang 75 km dan Semarang-Solo ruas Salatiga-Kartasura sepanjang 32 km. Selain itu, JSMR juga akan menyelesaikan proyek jalan tol Ngawi-Kertosono-Kediri ruas Wilangan-Kertosono yang memiliki panjang 37 kilometer dan jalan tol Gempol-Pasuruan ruas Pasuruan-Grati sepanjang 13,65 km

SMRA

Jumat
07/12/18

Pefindo menetapkan peringkat A terhadap obligasi yang akan diterbitkan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA). Pengembang properti ini akan menerbitkan obligasi berkelanjutan senilai maksimum Rp 3,5 triliun. Di tahap pertama, SMRA akan menerbitkan Rp 600 miliar. Obligasi SMRA ini akan digunakan untuk melunasi pokok obligasi berkelanjutan I tahap I SMRA yang diterbitkan pada 2013 senilai Rp 450 miliar. Lalu, sisanya akan digunakan untuk modal kerja.

TCPI

Jumat
07/12/18

Targetkan pendapatan akhir tahun sebesar Rp 3 T,perusahaan meningkatkan kapasitas dengan membeli armada baru melalui anak usahanya PT. Sentra Makmur Lines yaitu 1 unit kapal Mother Vessel di akhir November 2018.

MLBI

Jumat
07/12/18

Laba bersih kuartal III/2018 senilai Rp.799,06 M, turun 13,2 % dibanding kuartal III/2017 senilai Rp.920,68 M.Penurunan laba disebabkan oleh membengkaknya beban penjualan perseroan sebesar 9,37 % dari Rp.368,86 M