Tuesday
21/01/2020

BJBR: Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BJBR) berniat melakukan Penawaran Umum Terbatas (PUT) VI dan VII dengan Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD). Menurut keterangan perseroan Senin disebutkan, Jumlah saham yang akan dikeluarkan sebanyak 400.000.000.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp3 per saham sepanjang telah mendapatkan persetujuan dari OJK. Perseroan bermaksud menggunakan seluruh dari hasil PUT VI dan PUT VII PMHMETD untuk pengembangan bisnis khususnya penyaluran kredit. Perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham dalam RUPS Luar Biasa pada 26 Februari 2020 mendatang.

ARTO: Bank Artos Indonesia Tbk (ARTO) akan melakukan Penawaran Umum Terbatas kepada pemegang saham perseroan untuk Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) I. Menurut prospektus perseroan yang diperoleh Senin disebutkan, perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya sejumlah 15.000.000.000 saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham. Pemegang saham lama yang tidak melaksanakan aknya akan mengalami penurunan persentase kepemilikan saham (dilusi) sebesar 92,56%. Seluruh dana hasil PMHMETD I setelah dikurangi biaya akan digunakan sekitar 90% untuk penyaluran kredit, 5% untuk investasi infrastruktur di bidang teknologi informasi dan 5% untuk modal kerja.

BEKS: Setelah mengantongi pendapat hukum dari Kejaksaan Agung, PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS) bersiap melakukan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue pada kuartal II-2020. “Mudah-mudahan pada kuartal II-2020, menggunakan buku Desember yang sedang dalam proses audit,” kata Direktur Utama BPD Banten Fahmi Bagus Mahesa saat dihubungi CNBC Indonesia, Kamis (02/01/2020). Rencana rights issue ini digulirkan setelah Bank Banten mendapat suntikan modal dari APBD provinsi senilai Rp 175 miliar. Rencananya Bank Banten akan mendapatkan tambahan suntikan modal dari Pemprov Banten.

PPRO: PT PP Properti Tbk (PPRO) memulai penawaran Obligasi Berkelanjutan II PP Properti Tahap I senilai Rp 1,2 triliun. Obligasi ini merupakan bagian dari Obligasi Berkelanjutan II PP Properti dengan target dana Rp 2,4 triliun. Obligasi ini mendapatkan peringkat BBB+ dari Fitch Ratings. PPRO menawarkan obligasi ini dengan dua seri, yaitu Seri A bertenor tiga tahun dengan bunga pokok yang ditawarkan 9,4%-9,9% dan Seri B bertenor lima tahun dengan bunga pokok yang ditawarkan 9,75%-10,25%. Manajemen PPRO menjelaskan hasil dana dari penawaran obligasi akan digunakan sebanyak 41,94% untuk pembayaran sebagian pokok utang perusahaan (refinancing), 32,89% untuk investasi dalam bentuk pengembangan usaha di bidang properti di Pulau Jawa dan Lombok dan sekitar 25,17% untuk modal kerja perusahaan.

TBIG : PT Tower Bersama Infrastructure Tbk akan lebih ekspansif di tahun ini. Mereka mengalokasikan danabelanja modal atawa capital expenditure (capex) sebesar Rp 1 triliun-Rp 2 triliun.

Monday
20/01/2020

PPRO: PT PP Properti (PPRO) akan melakukan Penawaran Umum Berkelanjutan II PP Properti dengan target dana yang dihimpun sebesar Rp2,4 triliun dimana penawaran Obligasi Tahap I yang ditawarkan dengan jumlah pokok Rp1,2 triliun. Menurut prospektus ringkas Jumat disebutkan, Obligasi Tahap I ini akan terdiri dari dua seri yakni Seri A dengan jangka waktu 3 tahun dan Seri B dengan jangka waktu 5 tahun. Masa penawaran umum 17-18 Februari 2020 dan pencatatan di BEI pada 24 Februari 2020. Fitch Ratings memberikan peringkat BBB pada obligasi ini.

MEDC: Dua emiten berhasil menggalang dana US$ 1,05 miliar dari penerbitan surat utang global (global bond) yang dicatatkan di Bursa Efek Singapura (SGX). Perusahaan tersebut adalah PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dengan nilai emisi US$ 650 juta, dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dengan senior notes perdana US$ 400 juta. Medco akan menggunakan hasil emisi global bond yang jatuh tempo pada 2027 tersebut untuk melunasi kembali utang (refinancing) perseroan. 10 Januari lalu, Medco telah mengajukan permohonan persetujuan (consent solicitation) kepada pemegang obligasi untuk mengamandemen syarat dan ketentuan pada dua global bond yang telah diterbitkan.

SQMI: Emiten pertambangan emas, PT Wilton Makmur Indonesia Tbk. (SQMI) bakal menggelontorkan capex senilai USD20 juta untuk merampungkan proyek tambang emas milik perseroan. Proyek fasilitas pabrik pengolah emas yang berlokasi di Ciemas, Jawa Barat masih dalam tahap pengerjaan. Progres pembangunannya telah mencapai 95 persen. Dalam rilis yang diterima Sabtu (18/1/2020), Direktur Utama PT Wilton Makmur Indonesia Tbk., Oktavia Budi Raharjo menjelaskan, untuk membangun fasilitas pabrik pengolahan yang berdiri di atas lahan seluas 200 hektare itu, perseroan telah mengucurkan investasi senilai USD300 juta yang diserap dari kas internal perseroan.

INTA: PT Intraco Penta Tbk (INTA) membidik pertumbuhan kinerja 10%-15% pada tahun 2020 ini. Salah satu strateginya untuk mencapai target tersebut adalah melakukan diversifikasi bisnis. Ridyawan Amnar Corporate Secretary Intraco Pent mengatakan, tahun ini perseroan juga akan melakukan pelebaran segmen pasar, selain tambang batubara. “Kami memang masuk ke sektor agrikultur sebagai salah satu bentuk diversifikasi sektor bisnis selain tambang,” ujarnya kepada Kontan Minggu (19/1).

Friday
17/01/2020

SHIP: PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP) pada 14 Januari 2020 telah membeli satu unit kapal motor bertanam “Bernadette L”. Menurut keterangan perseroan Kamis disebutkan, kapal itu dibeli dari PT Indo Laju Selaras yang tidak memiliki hubungan afiliasi dengan perseroan. Nilai transaksi pembelian sebesar Rp12 miliar dimana pembelian ini akan meningkatkan nilai aset perseroan.

GOOD: PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) melakukan penambahan investasi saham di PT Garuda Elang Nusantara (GEN). Menurut keterangan perseroan Kamis menyebutkan bahwa GEN menambah modal baru sebesar 10 juta lembar saham atau Rp10 miliar dari sebelumnya Rp2 miliar. Dari 10 juta lembar saham tersebut perseroan mengambil 5 juta lembar atau senilai Rp5 miliar. Dengan penambahan tersebut maka investasi perseroan di GEN menjadi Rp6 miliar atau setara dengan 6 juta lembar saham (50%). PT GEN tidak terkonsolidasi dengan laporan keuangan perseroan.

PTBA :PT Bukit Asam Tbk (PTBA) saat ini sedang mengembangkan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).Sekretaris Perusahaan PTBA Hadi Surya Palapa menjelaskan proyek PLTS tersebut saat ini masih dalam tahap finalisasi kajian enjiner dan komersial. Sehingga perusahaan belum bisa memberikan kalkulasi soal nilai investasi yang akan digelontorkan maupun proyeksi pendapatan dari proyek ini.

BBTN: PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) meraih dana segar US$ 300 juta dari penerbitan junior global bond (tier 2 capital). Aksi perdana perseroan ini meraih kelebihan permintaan (oversubscribed) dari para investor asing hingga US$ 3,6 miliar atau 12,3 kali. Joint lead manager yang menangani penerbitan junior global bond BTN adalah HSBC, Citigroup, dan Standard Chartered. Para bankir dari institusi keuangan tersebut sebelumnya telah melakukan roadshow di Singapura dan Hong Kong. Sesuai rencana, BTN akan menggunakan hasil emisi dari junior global bond untuk memperkuat modal dan mengantisipasi pertumbuhan di masa mendatang. Surat utang ini memiliki tenor 5 tahun dengan kupon fixed sebesar 4,2%. Kupon tersebut lebih rendah dibandingkan indikasi kupon yang diberikan yaitu 285-310 bps over US Treasury tenor 5 tahun yang digunakan sebagai acuan. Dengan demikian, harga final 4,2% hanya 260 bps di atas instrumen acuan.

Thursday
16/01/2020

LPKR : PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) telah berhasil menerbitkan obligasi lima tahun senilai US$ 325 juta, pada Selasa (14/1).John Riady, CEO LPKR menjelaskan, obligasi tersebut menawarkan imbal hasil sebesar 8,125%. Nantinya, dana hasil dari penerbitan obligasi akan digunakan untuk melunasi sebagian besar obligasi yang jatuh tempo pada 2022.

ADHI: PEFINDO telah menegaskan peringkat “idA-” untuk Obligasi Berkelanjutan I/2013 Seri B sebesar Rp500 miliar milik PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) yang akan jatuh tempo pada 15 Maret 2020. Perusahaan berencana untuk membayar obligasi yang jatuh tempo menggunakan kas internal dan deposito. Pada tanggal 30 September 2019, ADHI memiliki kas dan setara kas senilai Rp1,5 trilliun.

TPMA: PT Patin Resources yang merupakan pengendali baru PT Trans Power Marine Tbk (TPMA) melakukan penawaran tender wajib atas sebanyak-banyaknya 323.352.800 saham. Menurut keterangan perseroan yang dikutip Rabu disebutkan, jumlah tersebut mewakili 12,28% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga nominal Rp100. Adapun harga penawaran tender wajib sebesar Rp293 per lembar atau nilai penawaran tender wajib sebesar Rp94.742.370.400. Periode penawaran tender wajib yakni 15 Januari 2020-13 Februari 2020 dimana BCA Sekuritas bertindak selaku perusahaan efek yang ditunjuk.

STTP: PEFINDO menaikkan peringkat PT Siantar Top Tbk (STTP) dan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi I tahun 2016 menjadi “idA ” dari “idA+”. Kenaikan peringkat tersebut didasarkan pada peningkatan profil kredit STTP, terutama pada rasio struktur modal dan perlindungan arus kas yang sepadan dengan kategori peringkat A .

APEX: PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) akan menerbitkan obligasi wajib konversi dan saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu untuk konversi saham tersebut. Dalam keterbukaan informasi APEX mengatakan akan menggelar RUPS pada 21 Februari 2020 untuk meminta persetujuan aksi korporasi ini. APEX akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 886,62 juta saham biasa untuk Tranche 1 dan 109,68 juta saham untuk Tranche 2. Harga konversi Tranche 1 adalah sebesar Rp 1.846,63 atau lebih per saham. Sedangkan harga konversi Tranche 2 adalah Rp 9.195,29 atau lebih per saham untuk Tranche 2. Ada tujuh pihak yang akan menerima penerbitan obligasi wajib konversi ini. Ketujuh kreditur adalah Raiffeinsen Bank International AG cabang Singapura, Pathfinder Strategic Credit II LP, ACP I Trading LLC, HSBC Bank PLC, Intesa Sanpaolo SpA cabang Hong Kong, HSBC Ltd, dan QNB. Dengan konversi utang menjadi saham ini, maka APEX akan menyelesaikan utang US$ 185,84 juta atau setara Rp 2,64 triliun.

Wednesday
15/01/2020

TBIG: PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) telah menetapkan penawaran surat utang dengan jumlah keseluruhan sebesar US$350 juta dengan tingkat suku bunga 4,25% Surat Utang Tanpa Jaminan yang didahulukan Jatuh Tempo 2025 (Surat Utang 2025). Menurut keterangan Selasa disebutkan, surat utang 2025 belum diberikan peringkat dan akan menjadi kewajiban umum yang tidak dijamin dari penerbit, pari passu dalam hak pembayaran dengan seluruh utang yang didahulukan milik penerbit yang ada saat ini dan yang akan ada.

IPCC: PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) hingga periode 31 Desember 2019 masih memiliki sisa dana IPO sebesar Rp139,16 miliar. Menurut keterangan perseroan Selasa disebutkan, dari IPO pada Juli 2020 lalu, perseroan meraih hasil bersih Rp800,37 miliar. Adapun realisasi penggunaan dana sebesar Rp661,22 miliar digunakan untuk sewa lahan dibayar dimuka lima tahun sebesar Rp320,59 miliar dan modal kerja Rp10 miliar. Sisa dana IPO kini disimpan dalam bentuk deposito di Bank BTN dengan tingkat bunga 7,50% per tahun

ADMF: PT Asuransi Adira Dinamika Tbk (ADMF) kembali membuktikan komitmen kecepatan proses klaim dengan menyelesaikan unit mobil yang terdampak banjir di Jabotabek awal tahun ini. Hanya dalam waktu tiga hari, kerusakan mobil dapat diperbaiki dan diberikan langsung kepada nasabah di Jakarta. Direktur Utama Asuransi Adira Dinamika Julian Noor mengatakan ini merupakan komitmen kepada para nasabah dengan perusahaan berusaha memperbaiki mobil dari klaim yang diajukan secepat-cepatnya setelah semua syarat terpenuhi

TEBE: Hingga periode 31 Desember 2019, PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) masih memiliki sisa dana hasil IPO sebesar Rp4,43 miliar. Menurut keterangan perseroan Selasa disebutkan, dari hasil IPO yang digelar November 2019 lalu dana bersih yang diraih sebesar Rp28,83 miliar. Dana itu sudah digunakan total Rp24,40 miliar antara lain untuk modal kerja perseroan Rp1,34 miliar dan modal kerja anak perusahaan PT Talenta Bumi sebesar Rp23,06 miliar. Sedangkan sisa dana IPO kini berada di rekening giro Bank Central Asia.

Tuesday
14/01/2020

CITA: PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA) akan melakukan Penawaran Umum Terbatas III dalam rangka melakukan Penambahan Modal dengan memberikan HMETD. Menurut prospektus perseroan disebutkan, PUT III ini akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 648.218.250 saham baru yang diambil dari portepel dengan nilai nominal Rp100 per lembar dengan harga pelaksanaan yang belum ditentukan. Setiap pemegang saham yang memiliki 26 saham yang namanya tercatat pada 12 Februari 2020 berhak atas 5 HMETD dimana 1 HMETD berhak untuk membeli 1 saham baru. Dana hasil PUT III ini rencananya akan digunakan antara lain untuk membayar sebagian utang bank kepada Oversea-Chinese Banking Corporation dan modal kerja perseroan. Dilusi kepemilikan maksimal 16,1%.

MPRO: Rencana PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) untuk akuisisi saham anak usaha PT Hanson International Tbk (MYRX) dan PT Rimo Internasional Lestari Tbk (RIMO) ada potensi batal dari rencana tersebut. Direktur Maha Properti Indonesia Suwandy menegaskan, rencana tersebut masih dalam wacana. Karenanya, hingga saat ini belum ada kepastian yang jelas terkait dana atas aksi korporasi tersebut. “Ini adalah wacana, makanya kami belum membuat rencana kepastian (atas rencana itu),” kata dia usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa, Senin (13/1).

TLKM: Sosok direktur utama baru PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) pengganti Emma Sri Martini akhirnya resmi terpilih, yakni Setyanto Hantoro. Bersamaan dengan pengangkatan Setyanto Hantoro, Telkomsel juga mengangkat Venusiana Papasi sebagai Direktur Network Telkomsel.VP Corporate Communications Telkomsel, Denny Abidin, mengungkapkan bahwa pengangkatan dua pemimpin baru itu telah sesuai dengan strategi perusahaan untuk masa-masa mendatang, khususnya dalam melanjutkan transformasi perusahaan menjadi telco digital company.

DEAL: PT Dewata Freightinternational Tbk (DEAL) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Senin (13/1), dengan agenda pergantian jajaran dewan direksi perseroan. Corporate Secretary Dewata Freightinternational Nur Hasanah mengatakan, agenda RUPSLB kali ini yakni pergantian jajaran dewan pengurus perseroan, tepatnya pergantian jajaran direksi perusahaan. “Rapat hari ini menyetujui untuk mengangkat Yukki Nugrahawan Hanafi selaku Komisaris Utama Perseroan dan menyetujui untuk mengangkat Bapak Nofrisel selaku Direktur Utama Perseroan,” ujarnya saat ditemui Kontan, seusai RUPSLB, Senin (13/1).

Monday
13/01/2020

MARK: Produsen cetakan sarung tangan, PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) menargetkan penjualan bisa tumbuh double digit pada tahun ini.Pada sisi penjualan alias top line, MARK menargetkan bisa mencatatkan pertumbuhan penjualan 15%-20% dibanding tahun lalu. Sementara itu, laba bersih tahun ini targetnya naik di atas 20% dibanding tahun lalu.Optimisme MARK didasari oleh kondisi pasar cetakan sarung tangan global yang diyakini positif pada tahun ini.

ALDO: PT Alkindo Naratama Tbk optimis bisnisnya bisa berlari di tahun 2020. Emiten kertas, kimia dan polimer ini memperkirakan, penjualan perusahaan di tahun ini bisa naik 8%-11% dibandingkan penjualan tahun lalu. Asal tahu saja, penjualan konsolidasi perusahaan yang memiliki kode saham ALDO ini di tahun 2019 diperkirakan mencapai Rp 1,1 triliun hingga Rp 1,2 triliun. Artinya, di tahun ini perusahaan menargetkan penjualan minimal mencapai Rp 1,29 triliun

MBAP: PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP) menargetkan produksi batubara sebanyak 4 juta ton pada tahun 2020. Jumlah tersebut tidak mengalami perubahan dibandingkan target produksi pada tahun lalu. Adapun hingga kuartal III-2019, MBAP sudah menghasilkan total 3,12 juta ton batubara atau meningkat 23% secara tahunan. Penetapan target produksi batubara sebesar 4 juta ton dilakukan MBAP dengan mempertimbangkan kondisi harga komoditas tersebut yang masih berpotensi melemah sepanjang tahun ini.

JKON: PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk (JKON) menyiapkan, belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 153 miliar tahun ini. Hardjanto Agus Pambudi, Corporate Secretary JKON menjelaskan, sumber pendanaan untuk capex tahun ini berasal dari kas internal perusahaan serta pinjaman bank konvensional. “Jika proyek investasi infrastruktur berhasil diperoleh, pendanaan dari sumber lain akan dijajaki lebih lanjut,” kata dia kepada Kontan, Jumat (10/1).

Friday
10/01/20

AGRS: PT Bank IBK Indonesia Tbk (AGRS) akan meningkatkan permodalannya dengan menggelar aksi korporasi melalui Penawaran Umum Terbatas II (PUT II) kepada pemegang sahamnya dalam rangka Penerbitan HMETD sekitar 52,95% saham baru dari total modal ditempatkan dan disetor penuh setelah PUT II atau sebanyak-banyaknya 8 miliar saham biasa dengan nilai nominal Rp100 per saham. Untuk rasio dan harga pelaksanaan PUT II rencananya akan ditentukan kemudian oleh perseroan.

FIRE :PT Alfa Energi Investama Tbk. berencana memproduksi 1 juta ton batu bara dan membidik pendapatan sekitar Rp1 triliun pada 2020.Aris Munandar, Direktur Utama Alfa Energi Investama, mengatakan pada tahun ini perseroan fokus pada upaya menjaga fundamental. Emiten berkode saham FIRE itu akan memproduksi 1 juta ton batu bara pada 2020.

WIKA :PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) menganggarkan belanja modal alias capital expenditure (capex) 2020 sebesar Rp 11,5 triliun. Anggaran ini jauh lebih kecil bila dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp 22 triliun. Sekretaris Perusahaan PT Wijaya Karya Tbk Mahendra Vijaya menjelaskan anggaran tahun ini menyesuaikan dengan kebutuhan investasi perusahaan. Dana ini akan digunakan WIKA untuk penyertaan modal di entitas anak dan pengembangan usaha di bidang properti, energi dan infrastruktur.

AGRO: PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (BRI Agro) Kamis ini telah menandatangani Perjanjian Kerjasama dengan PT Investree Radhika Jaya (Investree). Model kerjasama melalui platform Investree merupakan salah satu upaya Perseroan untuk memperluas pasar di segmen digital, sesuai dengan strategi BRI Agro sebagai perusahaan anak yang ditunjuk sebagai digital attacker oleh BRI. “Kerjasama ini bertujuan untuk pemanfaatan teknologi, agar dapat mendorong pengembangan bisnis usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) melalui perluasan target market”, jelas Ebeneser.

Thursday
09/01/20

INAF : . Perusahaan farmasi pelat merah PT Indofarma Tbk (INAF) menargetkan bisa mencetak keuntungan pada tahun ini. Manajemen Indofarma sudah menyiapkan beragam strategi untuk menghentikan kerugian yang terus terjadi sejak tahun 2017. Indofarma menikmati laba, terakhir kali pada 2016 sebesar Rp 8,16 miliar, turun tipis dari 2015 Rp 8,30 miliar.Untuk kinerja tahun 2019, INAF kemungkinan masih akan merugi. Pasalnya, hingga kuartal III-2019 sudah terdapat kerugian yang dapat diatribusikan ke entitas induk senilai Rp 34,84 miliar. Jumlah itu turun tipis dibandingkan periode yang sama tahun 2018 sebesar Rp 35,09 miliar.

JSMR:Operator jalan tol pelat merah, PT Jasa Marga Tbk bakal memacu pendapatan pada tahun ini agar bisa meningkat dibandingkan tahun lalu. Emiten berkode saham JSMR di Bursa Efek Indonesia ini, akan menggenjot pendapatan dari sektor konstruksi dengan menggaet konsesi jalan tol baru.

LPKR: LMIRT Management Ltd. (LMIRT), manager dari Lippo Malls Indonesia Retail Trust (LMIR Trust atau Trust) dan anak usaha yang dimiliki oleh PT Lippo Karawaci, Tbk (LPKR), mengumumkan telah menandatangani perjanjian jual beli (CSPA) dua mall di Indonesia dengan NWP Retail yang merupakan perusahaan kerjasama antara Warburg Pincus dengan PT City Retail Developments. Total nilai dari penjualan kedua mall di Indonesia tersebut (Pejaten Village dan Binjai Supermall) yakni sebesar Rp1,28 triliun (S$124.3 juta), seperti dikutip dari siaran pers yang diterima, Rabu.

BUMI: PT Bumi Resources Tbk. kembali mengurangi jumlah utang Tranche A, yang jika ditotal jumlah utang yang dibayarkan senilai US$313,8 juta. Berdasarkan keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia pada Rabu (8/1/2020), emiten berkode saham BUMI itu menegaskan bahwa telah memproses pembayaran kedelapan sebesar US$11,6 juta melalui agen fasilitas pada 8 Januari 2020, yang mewakili pinjaman pokok sebesar US$4,6 juta dan bunga sebesar US$7,0 juta untuk Tranche A. Dengan dilakukannya pembayaran triwulanan kedelapan hari ini, perseroan saat ini telah membayar keseluruhan sebesar US$313,8 juta secara tunai, yang terdiri atas pokok Tranche A sebesar US$195,8 juta dan bunga sebesar US$118,0 juta, termasuk bunga akrual dan bunga yang belum dibayar (back interest).

Wednesday
08/01/20

BULL: Direktur Utama PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) Wong Kevin menambah kepemilikan sahamnya di perusahaan yang dikelolanya tersebut. Menurut keterangan yang diperoleh Selasa disebutkan, Wong Kevin pada 27 Desember 2019 menambah sebanyak 39.400.000 saham dengan total nilai Rp6.893.424.000. Dengan demikian maka kepemilikan saham Wong Kevin berubah dari sebelumnya 102.737.950 saham (1,30%) menjadi 142.137.950 saham (1,80%)

TINS: PT Timah Tbk melalui program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (PPM) pada 2019 mengucurkan Rp31 miliar, guna mewujudkan perekonomian masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung agar mandiri selama proses penambangan hingga pascapenambangan. “Program PPM ini tidak hanya sebatas memenuhi tanggungjawab perusahaan, tetapi lebih dari itu memberdayakan ekonomi masyarakat yang mandiri,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat PT Timah Tbk, Anggi Siahaan di Pangkalpinang, Selasa.

DILD : Perusahaan pengembang properti, PT Intiland Development Tbk. menganggarkan belanja modal Rp1,5 triliun pada 2020 untuk membiayai ekspansi. Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Archied Noto Pradono mengatakan pada tahun ini, emiten berkode saham DILD itu tidak hanya fokus mengembangkan proyek-proyek residensial. Perseroan, lanjutnya, juga melebarkan sayap di segmen pengembangan kawasan industri.

NICK: PT Charnic Capital Tbk (NICK) menyatakan hingga periode 31 Desember 2019 masih menyimpan sisa dana hasil IPO sebesar Rp11,34 miliar. Perseroan dalam keterbukaan informasi BEI Selasa (7/1) menjelaskan, total realisasi penggunaan dana IPO hingga periode tersebut sebesar Rp26,47 miliar yang digunakan untuk kegiatan investasi di perusahaan publik sebesar Rp22,68 miliar dan Rp3,78 miliar untuk modal kerja.Adapun sisa dana IPO disimpan dalam bentuk tabungan di rekening CIMB Niaga. Seperti diketahui dari IPO April 2018 lalu, perusahaan jasa dan investasi ini meraih hasil bersih Rp37,81 miliar.

Tuesday
07/01/20

BBCA: PT Bank Central Asia Tbk (BCA) akan melakukan penambahan modal PT Bank Royal tahun ini. Bank yang baru dicaplok BCA pada tahun 2019 itu ditargetkan akan naik kelas menjadi Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) 2 dan akan bertransformasi jadi bank digital. Bank BCA tengah mempersiapkan penambahan modal Bank Royal sebesar Rp 1 triliun agar memperkuat ekspansi bisnisnya ke depan. Saat ini Bank Royal masuk kategori bank BUKU 1 dengan modal inti sebesar (tier 1) sebesar Rp 319,71 miliar.
UNTR : PT United Tractors Tbk. membidik volume penjualan alat berat sekitar 2.900 hingga 3.000 unit pada 2020 sejalan dengan prospek industri batu bara yang relatif sama dengan kondisi pada tahun lalu.

AKKU: PT Anugerah Kagum Karya Utama Tbk (AKKU) resmi menjual sejumlah 470 unit apartemen milik entitas anak usahanya, yakni PT Kagum Lokasi Emas (KLE) pada Kamis (26/12/2019) lalu. Penjualan tersebut berkaitan dengan tanggungan utang yang dimiliki oleh KLE kepada Bank Bukopin. Manajemen AKKU, Herliansyah Rahadian, mengungkapkan bahwa Penjualan unit apartemen KLE sebanyak 470 unit yang berlokasi di Bandng kepada PT Graha Benoit Indonesia dengan nilai penjualan sebesar Rp205.000.000.000, di mana hasil penjualan digunakan untuk pelunasan atas utang KLE pada Bank Bukopin.

BLUE: Produsen tinta isi ulang, laser toner dan kertas foto PT Berkah Prima Perkasa Tbk (BLUE) akan menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex)l sebesar Rp5 hingga Rp10 miliar di tahun ini. Selain memperbesar bisnis cetak tekstil, Direktur Utama Berkah Prima Perkasa Herman Tansri mengatakan capex tersebut untuk memperbesar bisnis cetak tekstil dan menambah item produk baru produk printing tekstil.