PRDA

Senin
25/03/19

PT Prodia Widyahusada Tbk berhasil mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar Rp 175,45 miliar pada tahun 2018, naik 16,35% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 150,80 miliar. Pendapatan Bersih Perseroan juga tumbuh sebesar 9,12% menjadi Rp 1.6 trilliun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 1.47 trilliun.

HMSP

Jumat
22/03/19

PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) membukukan pendapatan Rp 106,74 triliun sepanjang 2018. Angka ini naik 8% dari periode yang sama tahun 2017 yang sebesar Rp 99,09 triliun. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan yang dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis (21/3) menyebutkan, kenaikan pendapatan ini ditopang oleh kenaikan penjualan lokal yang meliputi penjualan Sigaret Kretek Mesin (SKM) yang naik 12% yoy menjadi Rp 74,29 triliun. Segmen Sigaret Kretek Tangan (SKT) juga naik 5% yoy menjadi Rp 20,60 triliun. Segmen lain-lain juga naik 30% yoy menjadi Rp 530,07 miliar. Namun segmen Sigaret Putih Mesin (SPM) tercatat turun 10% yoy menjadi Rp 10,90 triliun. Kontribusi dari penjualan ekspor juga turun 39% menjadi Rp 408 miliar di akhir 2018.Kenaikan pendapatan juga diikuti oleh beban pokok penjualan yang tumbuh 8,5% yoy menjadi Rp 81,25 triliun. Meskipun demikian, laba bersih HMSP, anggota indeks Kompas100 ini, tetap naik 7% yoy menjadi Rp 13,53 triliun di akhir 2018. Kenaikan laba bersih ditopang oleh penghasilan keuangan HMSP yang naik 23% yoy menjadi Rp 1 triliun. Penghasilan lain-lain juga naik 248% yoy menjadi Rp 208,09 miliar. Total aset HMSP juga meningkat 8% yoy menjadi 46,60 triliun. Dengan kas dan setara kas sebesar Rp 15,51 triliun atau naik 107% yoy di akhir 2018.

ICBP

Jumat
22/03/19

Emiten makanan dan minuman, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. mengantongi penjualan bersih Rp38,41 triliun dan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp4,58 triliun pada 2018. Berdasarkan laporan keuangan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. 2018 audited, penjualan bersih naik 7,88% dibandingkan dengan penjualan bersih 2017 sebesar Rp35,61 triliun. Beban pokok penjualan tercatat Rp26,15 triliun pada 2018, naik 6,52% dibandingkan dengan beban pokok penjualan 2017 sebesar Rp24,55 triliun. Beban penjualan dan distribusi sebesar Rp4,43 triliun, beban umum dan administrasi sebesar Rp2,06 triliun, beban operasi lain sebesar Rp143,01 miliar, beban keuangan sebesar 225,57 miliar, pajak final atas penghasilan bunga sebesar Rp58,97 miliar, bagian atas rugi neto entitas asosisi dan ventura bersama Rp29,60 miliar, dan beban pajak penghasilan Rp1,79 triliun. Dengan demikian, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp4,58 triliun pada 2018, naik 20,53% dibandingkan dengan 2017 sebesar Rp3,80 triliun.

INTP

Kamis
21/03/19

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) alami penurunan laba bersih tahun berjalan yang dapat didistribusikan ke pemilik entitas induk sebesar 38,38% hingga periode yang berakhir 31 Desember 2018 menjadi Rp1,15 triliun dibandingkan laba Rp1,86 triliun di periode sama tahun sebelumnya. Laporan keuangan perseroan Kamis menyebutkan, pendapatan neto meningkat menjadi Rp15,19 triliun dari Rp14,43 triliun dan beban pokok pendapatan naik menjadi Rp10,82 triliun dari Rp9,42 triliun. Laba bruto turun menjadi Rp4,37 triliun dari laba bruto Rp5,01 triliun sedangkan laba usaha turun menjadi Rp1,07 triliun dari laba usaha Rp1,87 triliun tahun sebelumnya. Laba sebelum beban pajak penghasilan turun menjadi Rp1,40 triliun dari laba sebelum beban pajak penghasilan Rp2,28 triliun tahun sebelumnya. Total aset perseroan mencapai Rp27,78 triliun hingga 31 Desember 2018 turun dari total aset Rp28,86 triliun hingga 31 Desember 2017.

MYOH

Kamis
21/03/19

Perusahaan penyedia jasa pertambangan batubara terintegrasi di Indonesia, PT Samindo Resources Tbk mencatatkan kinerja yang ciamik sepanjang 2018. Emiten berkode saham MYOH ini menorehkan pendapatan sebesar US$ 241,1 juta naik 28,2% dari tahun sebelumnya US$ 188,07 juta. Dari sisi profitabilitas, seluruh komponen mencatat kenaikan yang positif. Pendorong utama kenaikan profitabilitas MYOH didukung adanya efisiensi yang telah digalakkan sejak awal 2018. MYOH menorehkan laba tahun berjalan sebesar US$ 30,93 juta naik sekitar 151,3% ketimbang pada tahun 2017 sebesar US$ 12,31 juta.

WIKA

Rabu
20/03/19

Dalam laporan keuangan 2018 yang dirilis, Rabu (20/3/2019), WIKA melaporkan pendapatan Rp31,15 triliun pada 2018. Jumlah itu naik 19,03% dari Rp26,17 triliun pada 2017. Dari situ, WIKA membukukan laba bersih Rp1,73 triliun per akhir 2018. Realisasi tersebut tumbuh 43,94% dari Rp1,20 triliun pada 2017. Sebelumnya, Manajemen WIKA melaporkan realisasi kontrak baru pada 2018 senilai Rp50,56 triliun. Untuk tahun ini, kontrak baru yang dibidik senilai Rp61,74 triliun. Laporan keuangan perseroan Rabu menyebutkan, pendapatan neto naik menjadi US$892,46 juta dari pendapatan neto US$764,61 juta dan beban pokok pendapatan menjadi US$676,82 juta dari US$539,46 juta.

DOID

Rabu
20/03/19

PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) mencatat pertumbuhan laba yang dapat didistribusikan ke pemilik entitas induk sebesar 61,81% hingga periode yang berakhir 31 Desember 2018 menjadi US$75,64 juta dari laba US$46,74 juta di periode sama tahun sebelumnya.Laporan keuangan perseroan Rabu menyebutkan, pendapatan neto naik menjadi US$892,46 juta dari pendapatan neto US$764,61 juta dan beban pokok pendapatan menjadi US$676,82 juta dari US$539,46 juta.

LPKR

Rabu
20/03/19

Rencana rights issue yang akan dilakukan PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) dinilai positif oleh lembaga pemeringkat utang. Setelah sebelumnya Moody’s menaikkan outlook Lippo Karawaci menjadi stabil dari sebelumnya negatif, kini Fitch Ratings menempatkan peringkat rating watch positif (RWP) untuk Lippo Karawaci. Peringkat mata uang lokal dan mata uang asing ditetapkan di CCC+ dengan rating watch positif. Sementara itu, peringkat nasional jangka panjang berada di BB-(idn) dengan rating watch positif.

AKRA

Selasa
19/03/19

PT AKR Corporindo Tbk. menyebut terjadi perbaikan kondisi pasar sepanjang 2018 yang berimbas kepada perbaikan volume perseroan. Haryanto Adikoesoemo, President Director AKR Corporindo menjelaskan bahwa juga terjadi kenaikan rerata harga jual baik untuk bahan bakar minyak (BBM) dan kimia dasar pada 2018. Sebagai gambaran, perseroan menyebut rerata harga jual minyak mentah Brent naik dari US$54,1/bbl pada 2017 menjadi US$72,3/bbl pada 2018. Dia memaparkan bahwa pendapatan dari bisnis perdagangan dan distribusi BBM tumbuh 43% secara tahunan pada 2018. Pencapaian itu didorong oleh volume dan rerata harga jual yang lebih tinggi.Untuk pendapatan dari bisnis perdagangan dan distribusi kimia dasar, sambungnya, tercatat terjadi pertumbuhan 16% secara tahunan pada 2018. Jumlah yang dikantongi naik dari Rp4,54 triliun pada 2017 menjadi Rp5,28 triliun tahun lalu.

VIVA

Selasa
19/03/19

PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) mencari dana segar untuk membayar utang dan menambah modal kerja. Perusahaan yang terafiliasi dengan Grup Bakrie ini akan menerbitkan saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD). Sesuai ketentuan, VIVA dapat menerbitkan maksimal 10% saham baru dari modal ditempatkan dan disetor penuh, atau sekitar 1,65 miliar saham. Nantinya, dana dari private placement itu akan digunakan untuk membayar sebagian utang anak usaha VIVA, PT Lativi Mediakarya yang jatuh tempo pada Oktober 2019 mendatang. Nilainya mencapai US$ 9,41 juta.

ISAT

Selasa
19/03/19

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat idAAA untuk obligasi berkelanjutan II Tahap III/2019 seri A  PT Indosat Tbk (ISAT, anggota indeks Kompas100). Obligasi tersebut senilai Rp 1,21 triliun. Berdasarkan Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), obligasi tersebut akan jatuh tempo pada 13 Mei 2019. ISAT akan melunasi obligasi tersebut dengan menggunakan fasilitas kredit yang belum digunakan dari beberapa bank.

JSMR

Senin
18/03/19

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. membukukan pertumbuhan pendapatan 5,36% secara tahunan pada 2018. Berdasarkan laporan keuangan 2018, yang dipublikasikan Senin (18/3/2019), Jasa Marga pendapatan tol dan usaha lainnya Rp9,78 triliun pada 2018. Selanjutnya, pendapatan konstruksi tercatat Rp27,18 triliun tahun lalu. Total pendapatan yang dikantongi emiten bersandi JSMR itu senilai Rp36,97 triliun pada 2018. Realisasi itu tumbuh 5,36% dari Rp35,09 triliun pada 2017. Beban pokok pendapatan perseroan tol milik negara itu tercatat naik lebih rendah dibanding pendapatan pada 2018. Pasalnya, beban pokok hanya naik 4,27% dari Rp29,78 triliun pada 2017 menjadi Rp31,05 triliun tahun lalu. Dari situ, JSMR membukukan laba kotor Rp5,91 triliun pada 2018. Jumlah tersebut naik 11,49% dari Rp5,30 triliun pada 2017. Dengan demikian, laba bersih yang dikantongi perseroan senilai Rp2,202 triliun pada 2018. Pencapaian itu naik 0,11% dari Rp2,200 triliun pada 2017.

SILO

Senin
18/03/19

Emiten rumah sakit, PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) bukukan pendapatan sebesar Rp 5,95 triliun sepanjang tahun 2018. Berdasarkan catatan Kontan.co.id, angka ini naik tipis sekitar 1,7% dari pendapatan SILO pada periode yang sama tahun sebelumnya yakni sebesar Rp 5,85 triliun. Namun meskipun ada pertumbuhan pada pendapatan, laba bersih SILO tertekan karena adanya kegiatan pembukaan rumah sakit baru. “Net profit itu sekitar Rp 26 miliar tahun ini sedikit tertekan dari tahun lalu karena ada kegiatan penambahan rumah sakit,” ujarnya.

BBYB

Senin
18/03/19

PT Bank Yudha Bhakti Tbk (BBYB) kedatangan satu investor baru. Perusahaan financial technologi, Akulaku, resmi menjadi pemegang saham baru bank kategori Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) I dengan kepemilikan saham 8,9%. Akulaku mengakuisisi sebagian saham milik pemegang saham pengendali yakni PT Gozko Capital yang sebelumnya menggenggam saham 42,16% saham BBYB. Akulaku membeli 8,9% saham milik Gozko Capital dengan harga Rp 338 per lembar saham sehingga total nilai pembelian tersebut mencapai Rp 158 miliar. Dengan begitu, kepemilikan saham Bank Yudha Bhakti saat ini menjadi adalah Cozko Capital 33,26%, Asabri 23,89%, Akulaku 8,9% dan sisanya publik.

BHIT

Jumat
15/03/19

PT MNC Investama Tbk (BHIT) berencana menambah modal dengan melakukan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMTD) atau rights issue. Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (13/3), saham yang bakal dilepas BHIT ini sebesar 17,57 miliar saham dengan memperhatikan peraturan dari Otoritas Jasa Keuangan No.32/POJK/04/2015. Perusahaan memberi kewenangan penuh kepada Dewan Direksi dengan persetujuan Dewan Komisaris untuk merealisasikan aksi ini. Rencana ini akan disampaikan oleh manajemen BHIT dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan digelar pada 26 April 2019 mendatang.

ROTI

Jumat
15/03/19

PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) sepanjang tahun lalu mencatatkan pendapatan Rp 2,77 triliun sepanjang 2018. Pendapatan ini naik 11,04% ketimbang tahun sebelumnya yang sebesar Rp 2,49 triliun. Sementara itu, laba bersih ROTI sepanjang 2018 tercatat sebesar Rp 181,14 miliar, naik 18,29% menjadi Rp 172,68  miliar,

PEHA

Jumat
15/03/19

PT Phapros Tbk (PEHA) akan membagikan dividen dari buku tahun 2018. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PEHA yang digelar, Kamis (14/3) memutuskan akan membagikan dividen Rp 92,6 miliar. “Jumlah dividennya Rp 92,6 miliar atas 840 juta lembar saham. Dividen sekitar 70% dari laba bersih perseroan dan sama seperti tahun lalu,” ujar Heru Marsono, Direktur Keuangan PEHA dalam acara paparan publik, Kamis (14/3).

PTPP

Kamis
14/03/19

PT PP (Persero) Tbk. melaporkan pertumbuhan laba bersih 3,36% secara tahunan pada 2018. Berdasarkan laporan keuangan 2018 yang dipublikasikan, Kamis (14/3/2019), PP membukukan pendapatan Rp25,11 triliun. Realisasi itu naik 16,82% dari Rp21,50 triliun pada 2017.

BBCA

Kamis
14/03/19

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan rating idAA (Double A) terhadap obligasi dan idAAA (Triple A) kepada PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) untuk periode 6 Maret 2019—1 Maret 2020. Dalam keterbukaan informasi pada Rabu (13/3/2019), Corporate Secretary Bank Central Asia Jan Hendra menyampaikan, pihaknya mendapatkan surat bertanggal 6 Maret 2019 dari Pefindo. Surat tersebut merupakan hasil pemeringkatan atas obligasi yang diterbitkan perseroan dan juga peringkat BBCA.

ANJT

Kamis
14/03/19

Harga jual crude palm oil (CPO) yang menurun di tahun lalu menekan kinerja PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT). Emiten perkebunan ini pun harus menelan kerugian di tahun 2018. Dalam laporan keuangan tahun 2018 ANJT yang dipublikasikan Rabu (13/3), ANJT membukukan rugi bersih senilai US$ 310.437. Sebagai perbandingan di tahun 2017, ANJT meraup laba bersih US$ 46,56 juta.

SSIA

Rabu
13/03/19

PT Surya Semesta Internusa Tbk membukukan  pendapatan Rp 3,68 triliun sepanjang tahun 2018. Pendapatan ini tumbuh 12,54% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 3,27 triliun. Peningkatan pendapatan SSIA disebabkan oleh pendapatan konstruksi yang naik 14,8% year on year (yoy) menjadi Rp 2,44 triliun pada akhir 2018. Selanjutnya dari perhotelan naik 14,8% yoy menjadi Rp 799,7 miliar. Sementara itu, lini bisnis properti SSIA meningkat sekitar 6,5% yoy menjadi Rp 439,4 miliar karena ada penjualan tanah sebesar 8,6 hektare (ha). Namun, laba bersih SSIA justru terjun 96,8% menjadi Rp 37,7 miliar dari sebelumnya Rp 1,18 triliun. Penurunan drastis ini terjadi karena SSIA tidak lagi mencatat pendapatan lainnya seperti tahun lalu. Tahun lalu, SSIA membukukan pendapatan lainnya sebesar Rp 1,82 triliun. Pendapatan lainnya ini berasal dari keuntungan penjualan investasi dan pengalihan hak atas aset yang mencapai Rp 1,73 triliun.

ADHI

Rabu
13/03/19

PT Adhi Karya Tbk (ADHI) membukukan perolehan kontrak baru hingga Februari 2019 sebesar Rp 1,18 triliun (di luar pajak). Sekretaris Perusahaan Adhi Karya, Ki Syahgolang Permata mengatakan, realisasi perolehan kontrak baru di bulan Februari 2019 didominasi oleh proyek pembangunan Oyama Plaza Apartemen di Sunter sebesar Rp 122,2 miliar. Sementara kontribusi per lini bisnis pada perolehan kontrak baru pada Februari 2019, meliputi lini bisnis konstruksi & energi yang menyumbang sebesar 90%, Properti sebesar 6,8% dan sisanya merupakan lini bisnis lainnya. Sedangkan pada tipe pekerjaan, perolehan kontrak baru terdiri dari proyek Gedung sebesar 20,2% serta proyek Infrastruktur Lainnya sebesar 79,8%. “Kalau berdasarkan segmentasi sumber dana, realisasi kontrak baru dari BUMN sebesar 85,1%, sementara Swasta/Lainnya sebesar 14,9%,” ujarnya dalam keterbukaan informasi, Selasa (12/3).

LPCK

Rabu
13/03/19

PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) akan melakukan Hak Mememesan Efek Terlebih Dahulu (HMTD) atau rights issue dengan nilai nominal Rp 500 per saham. Rights issue ini dilakukan karena perusahaan membutuhkan dana sebesar US$ 200 juta untuk meningkatkan modal. Berdasarkan keterangan resminya, LPCK menggunakan kurs Rp 14.500 per dollar AS. Artinya jika dirupiahkan LPCK membutuhkan dana Rp 2,9 triliun. Selain membutuhkan dana untuk penambahan modal perusahaan dan entitas anak, rencananya hasil dari rights issue ini akan digunakan untuk pengembangan atau ekspansi usaha, baik langsung maupun melalui entitas anak usaha. Dana hasil rights issue juga akan digunakan untuk pemberian pinjaman atau penyertaan modal pada anak usaha. Penambahan modal dengan HMETD diperkirakan akan dilaksanakan pada kuartal II-2019 dan selambat-lambatnya pada kuartal III-2019.

SMCB

Selasa
12/03/19

Pasca melakukan akusisi terhadap saham PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) melalui anak usahanya yakni PT Semen Indonesia Industri Bangunan, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) wajib melakukan penawaran tender wajib kepada para pemegang saham SMCB lainnya. SMGR sudah menetapkan harga tender offer saham SMCB yakni Rp 2.097 per saham. Penawaran tender ini guna memenuhi aturan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 9/2018. Vita Mahreyni, Sekretaris Perusahaan SMGR menjelaskan, pelaksanaan tender offer wajib sendiri untuk membeli sebanyak-banyaknya saham SMCB sebanyak 1,48 miliar saham biasa atau setara dengan 19,36% dari modal disetor.

GMFI

Selasa
12/03/19

PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk (GMFI) akan bagikan dividen sebesar US$ 6,1 juta kepada pemegang saham. Adapun dividen tersebut merupakan 20% dari laba bersih yang didapatkan perseroan sepanjang 2018. Adapun sepanjang tahun lalu, emiten dengan sandi saham GMFI mencatatkan pendapatan US$ 470,02 juta tumbuh 7% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai US$ 439,28 juta. Sedangkan untuk laba bersihnya tercatat sebesar US$ 30,54 juta.

ANTM

Senin
11/03/19

PT Aneka Tambang Tbk. membukukan laba bersih Rp874,42 miliar pada 2018 atau tumbuh 540,60% secara tahunan. Berdasarkan laporan keuangan 2018 yang dipublikasikan, Senin (11/03/2019), Aneka Tambang mengantongi pendapatan Rp25,24 triliun pada 2018. Realisasi itu naik 99,48% dari Rp12,65 triliun pada 2017.

TINS

Senin
11/03/19

PT Timah Tbk menorehkan kinerja positif sepanjang 2018. Emiten berkode saham TINS ini berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp 11,05 tiliun naik 24,72% daripada pendapatan pada 2017 Rp 9,22 triliun. Pendapatan diperoleh dari kontribusi bisnis logam timah berada di urutan pertama yakni sebesar 91,88%, disusul posisi berikutnya produk hilir atawa tin chemical 3,87%, dan rumah sakit 2,19%. Bisnis lainnya di luar industri timah masih menarik untuk dikembangkan, misalnya nikel yang mulai memberikan kontribusinya, sehingga sumber pendapatan akan lebih terdiversifikasi di tahun-tahun mendatang. Seiring dengan naiknya pendapatan, Beban Pokok Pendapatan juga naik 21,85% menjadi Rp 9.37 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp 7,69 triliun. Namun demikian, penurunan harga bahan bakar jelang akhir tahun merupakan angin segar yang akan berdampak positif terhadap profitabilitas perusahaan. Mereka mencatatkan laba bruto sebesar Rp 1,67 triliun naik 9,86% dari tahun 2017. TINS berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 636,22 miliar naik 31,62% dari tahun 2018.

PTBA

Senin
11/03/19

PT Bukit Asam Tbk. membukukan pertumbuhan laba bersih 12,23% secara tahunan pada 2018. Berdasarkan laporan keuangan 2018 yang dipublikasikan, Senin (11/3/2019), Bukit Asam mengantongi pendapatan Rp21,16 triliun. Realisasi itu naik 8,71% dari Rp19,47 triliun  pada 2017. Kendati demikian, beban pokok pendapatan perseroan tercatat naik lebih tinggi 15,11% secara tahunan pada 2018. Jumlah yang dikeluarkan naik dari Rp10,96 triliun pada 2017 menjadi Rp12,62 triliun. Dari situ, laba kotor emiten bersandi PTBA itu naik tipis 0,46% secara tahunan. Tercatat, terjadi pertumbuhan dari Rp8,50 triliun pada 2017 menjadi Rp8,54 triliun. Dengan demikian, PTBA mengantongi laba bersih Rp5,02 triliun pada 2018. Pencapaian itu naik 12,23% dari Rp4,47 triliun pada 2017.

LPKR

Jumat
08/03/19

PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) telah merilis hasil kinerja keuangannya di sepanjang 2018. Laba bersih perusahaan tercatat naik 13,8%. Pada 2018, LPKR tercatat mengantongi laba bersih sebesar Rp 695 miliar. Angka itu tercatat naik 13,8% dibandingkan laba bersih 2017 sebesar Rp 614 miliar. Perolehan laba bersih itu juga berasal dari perolehan pendapatan yang naik 18% dibanding tahun sebelumnya menjadi Rp 12,5 triliun dari sebelumnya Rp 10,5 triliun.

ARNA

Jumat
08/03/19

PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) akan membagi dividen final bulan ini. Emiten akan membagikan dividen tunai senilai Rp 16 per saham. Berdasarkan keterbukaan informasi Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Selasa (5/3), cum dividen ARNA atau tanggal akhir perdagangan saham dengan hak dividen saham di pasar reguler dan negosiasi pada 12 Maret 2019. Cum dividen di pasar tunai pada 14 Maret 2019. Pada tanggal yang sama akan dilaksanakan recording date atau pencatatan daftar oemegang saham yang berhak mendapatkan dividen. ARNA akan membayar dividen tunai pada 28 Maret 2019. Sampai penutupan perdagangan sesi I Rabu (6/3), saham ARNA diperdagangkan di level Rp 482. Pada harga ini, dividend yield ARNA sebesar 3,32%.

JPFA

Jumat
01/03/19

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk pada 2018 membukukan laba bersih melonjak 132.2% yoy menjadi sebesar Rp 2.1 triliun dari sebelumnya Rp 933.17 miliar. Pendapatan meningkat 15% menjadi Rp 34.01 triliun dari sebelumnya Rp 29.6 triliun. Beban pokok penjualan meningkat dari Rp  24.6 triliun menjadi Rp 26.8 triliun. Sementara itu, total liabilitas Rp 12.8 triliun naik dari sebelumnya Rp 11.3 triliun. Dengan total ekuitas sebesar Rp 10.2 triliun dan Total Aset sebesar Rp 23.04 triliun.

SIMP

Jumat
01/03/19

PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) membukukan penurunan kinerja pada 2018. Tercatat penjualan SIMP tahun lalu sebesar Rp 14,19 triliun atau turun 10,38% secara year on year (yoy). Penurunan penjualan SIMP disebabkan oleh oleh penjualan kepada pihak ketiga yang turun 16,5% yoy menjadi Rp 9,03 triliun pada akhir 2018. Lalu dari penjualan kepada pihak berelasi naik tipis 3,2% yoy menjadi Rp 5,15 triliun di akhir 2018.

LSIP

Jumat
01/03/19

PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) membukukan kinerja yang kurang memuaskan di akhir 2018. LSIP mencatatkan laba bersih Rp 311,36 miliar atau turun 54,81% secara year on year (yoy) dari tahun sebelumnya Rp 733,31 miliar. Dari sisi operasional, LSIP mencatat kenaikan produksi yang kuat. Pada 2018, produksi tandan buah segar (TBS) inti meningkat 18,5% yoy menjadi 1,51 juta ton.

WSKT

Jumat
01/03/19

PT Waskita Karya Tbk (WSKT) sukses bukukan kenaikan laba sebanyak 9,9% atau menjadi Rp 4,6 triliun sepanjang 2018. Hal ini diikuti dengan naiknya pendapatan usaha itu menjadi Rp 48,7 triliun atau 7,9% naik dari capaian periode yang sama tahun sebelumnya yakni Rp 45,2 triliun.

UNTR

Kamis
28/02/19

PT United Tractors Tbk (UNTR) membukukan laba sebesar Rp 11,1 triliun pada tahun 2018 atau naik sebesar 50% jika dibandingkan tahun 2017 silam sebesar Rp 7,402 triliun. Kenaikan laba bersih karena meningkatnya pendapatan UNTR sebesar 31% pada tahun 2018 atau sebesar Rp 84,6 triliun. Peningkatan pendapatan UNTR disebabkan oleh peningkatan kinerja operasional yang lebih baik dari seluruh lini bisnis milik perseroan.

ASII

Kamis
28/02/19

PT Astra Internasional Tbk pada 2018 membukukan laba bersih sebesar Rp 21.67 triliun tumbuh 15% yoy dari sebelumnya sebesar Rp 18.8 triliun. Pendapatan 2018 juga tumbuh 16% yoy menjadi Rp 239.2 triliun dari sebelumnya Rp 206.05 triliun. Peningkatan laba bersih karena peningkatan kontribusi dari sektor alat berat, pertambangan, konstruksi, energi, jasa keuangan, dan teknologi informasi.

WTON

Kamis
28/02/19

PT Wijaya Karya Beton Tbk pada 2018 membukukan pendapatan sebesar Rp 6.93 triliun tumbuh 29.24% yoy. Laba bersih juga tumbuh 44.3% yoy menjadi Rp 486.35 miliar dari sebelumnya sebesar Rp 337.12 miliar. Pada 2018, perseroan membukukan kontrak baru sebesar Rp 7.7 triliun melampaui yang ditargetkan sebesar Rp 7.5 triliun. Kontribusi pendapatan dari kontrak terbesar berasal dari proyek infrastruktur sebesar 69% dari total pendapatan.

WEGE

Kamis
28/02/19

Laba bersih PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) meroket 59,78% sepanjang 2018 lalu. Perusahaan berhasil mengantongi laba bersih senilai Rp 444,24 miliar di tahun lalu dibandingkn dengan laba bersih di tahun sebelumnyayang tercatat senilai Rp 294,87 miliar. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, pada periode tersebut pendapatan perusahaan secara year on year (YoY) tumbuh 49,32% menjadi Rp 5,82 triliun. Tumbuh dari Rp 3,89 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.

IMAS

Kamis
28/02/19

Di tahun 2018, PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) mencatatkan pertumbuhan pendapatan bersih mencapai 14,14% year on year (yoy) menjadi Rp 17,52 triliun. Naik dari tahun sebelumnya sebesar Rp 15,35 triliun. Kendati demikian, laba yang dapat didistrtibusikan kepada pemilik entitas induk justru menurun menjadi Rp 898,24 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp 2,58 triliun. Penurunan tersebut disebabkan pada tahun 2017 terdapat tambahan nilai yang dicatatkan dari pengakuan awal atas nilai wajar properti investasi sebesar Rp 2,74 triliun. Berdasarkan laporan keuangan IMAS di Bursa Efek Indonesia, Rabu (27/2), laba per saham dasar justru naik signifikan menjadi Rp 39,10 per saham dari tahun sebelumnya yang merugi Rp 39,64 per saham. Hal tersebut disebabkan laba tahun berjalan di tahun 2017 merugi Rp 64,29 miliar. Sedangkan untuk tahun 2018 laba tahun berjalan sebesar Rp 169,72 miliar.

AALI

Rabu
27/02/19

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) merilis kinerja tahunan untuk periode 2018. Sesuai keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), AALI membukukan pendapatan sebesar Rp 19,08 triliun pada akhir 2018 atau naik 10,28% dari Rp 17,30 triliun pada akhir 2017. Pendapatan AALI ditopang oleh penjualan minyak sawit mentah beserta turunannya yang berkontribusi sebesar Rp 16,76 triliun atau tumbuh 16% year on year (yoy) dari akhir tahun sebelumnya. Sementara segmen inti sawit beserta turunannya menyumbang sebesar Rp 2,11 triliun atau turun 23% secara YoY. Lalu dari segmen lain-lain menyumbang sebesar Rp 206,67 miliar atau tumbuh 216% secara yoy.

BNLI

Rabu
27/02/19

Standard Chartered (StanChart) mengumumkan pihaknya kini tengah melakukan persiapan untuk melepas saham di PT Bank Pertama Tbk (BNLI). Langkah penjualan saham di Permata ini disebut sebagai salah satu bagian dari rencana untuk membebaskan modal sebagai imbal hasil ke investor melalui skema pembelian kembali saham (buyback). Pada Selasa (26/2) mengutip Financial Times, StanChart sudah memberi sinyal untuk melakukan divestasi terhadap 45% saham di Permata. Hal ini dipertegas oleh pihak StanChart bahwa mereka tidak akan menjadi pemegang inti (non-core) di Bank Permata. Sebagai catatan saja, StandChart dan PT Astra Internasional Tbk masing-masing memiliki porsi kepemilikan saham 44,56% di Bank Permata. Sementara sisanya 10,88% merupakan saham publik.

AUTO

Rabu
27/02/19

PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) membukukan pendapatan sebesar Rp 15,36 triliun pada 2018, atau naik 13,36% dibandingkan dengan 2017 sebesar Rp 13,54 triliun. Berdasarkan laporan keuangan AUTO pada keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, sebagian besar penjualan AUTO merupakan penjualan lokal meski porsi ekspor meningkat di tahun lalu. Total penjualan pihak ketiga lokal mencapai Rp 8,71 triliun, naik 9,84% ketimbang tahun sebelumnya.

PWON

Selasa
26/02/19

PT Pakuwon Jati Tbk garap empat proyek di pusat perbelanjaan/mall. Diharapkan dengan begitu tahun ini mall dapat berkontribusi 39% dari total pendapatan. Minarto Basuki, Direktur Keuangan Pakuwon Jati menyebutkan, empat proyek mall yang akan dilakukan perusahaan tahun ini meliputi pembangunan dan renovasi. Untuk pembangunan mall, perusahaan sedang melakukan Pembangunan PM mall Phase 4 (Design Center) dan pembangunan EastCoast Mall extention. Sedangkan untuk renovasi mall yang dilakukan yaitu Blok M Plaza Jakarta dan Royal Plaza Surabaya.

BDMN

Selasa
26/02/19

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) merilis Medium Terms Notes (MTN) senilai Rp 500 miliar. Surat utang tersebut bertajuk MTN I Bank Danamon 2019. Dari data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) MTN ini punya tenor hingga 6 Maret 2020. Dengan pembayaran kupon akan dilakukan pertiga bulan, dengan pembayaran pertama pada 26 Mei 2019.

MTDL

Selasa
26/02/19

Anak usaha PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) yakni PT Synnex Metrodata Indonesia (SMI) meresmikan logistic center seluas 20.000 meter persegi di MM2100 Industrial Estate, Cibitung. SMI memiliki fokus usaha di bidang distribusi teknologi informasi dan komunikasi. Pembangunan pusat logistik ini merupakan salah satu strategi dari SMI untuk membangun sarana logistik yang berpotensi meningkatkan efisiensi dari MTDL. Berdasarkan keterangan pers MTDL, Senin (25/2), secara jangka panjang hal ini lebih menguntungkan dari sisi efisiensi biaya. SMI dapat menghemat biaya logistik di area Jabodetabek sebesar 35% dibandingkan dengan menyewa kepada pihak lain.

ITMG

Senin
25/02/19

PT Indo Tambangraya Megah Tbk mencatatkan pertumbuhan kinerja selama 2018. Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan pada Kamis (21/2), emiten berkode saham ITMG ini berhasil menorehkan pendapatan sebesar US$ 2 miliar, nilai ini naik 18,34% dari pendapatan pada periode yang sama tahun 2017 sebanyak US$ 1,69 miliar. Pendapatan ini diperoleh dari penjulan batubara ke pihak ketiga sebesar US$ 1,83 miliar, kemudian penjulan batubara dari pihak berelasi sebesar US$ 68,86 juta. Sementara, seiring dengan bertumbuhnya pendapatan, beban pendapatan mereka juga naik sebesar 20,33% menjadi US$ 1,42 miliar, padahal pada periode yang sama tahun 2017 mereka hanya mencatatkan beban pendapatan sebesar US$ 1,18 miliar.

RALS

Senin
25/02/19

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) mulai menjual saham simpanan hasil pembelian kembali (buyback) saham pada 2017 silam. Aksi pertama penjualan kembali saham simpanan alias treasury stock dilakukan pada 13 Februari 2019 lalu. Perusahaan ritel ini menunjuk Maybank Kim Eng Sekuritas sebagai pihak yang membantu dalam penjualan saham hasil buyback. Aksi tersebut berhasil mengalihkan 20 juta saham treasury milik RALS. Suryanto, Direktur Ramayana Lestari Sentosa, mengatakan, dari penjualan saham treasury tersebut telah menambah dana kas Ramayana sebesar Rp 35,37 miliar.

VRNA

Senin
25/02/19

PT Verena Multi Finance Tbk (VRNA) resmi memiliki pemegang saham pengendali baru, yakni IBJ Leasing Co Ltd. IBJ Leasing mengakuisisi saham VRNA dari Deutsche Investitions und Entwicklungsgesellschaft mbH (DEG) pada 5 Oktober 2018 sebesar 516,77 juta saham setara dengan 19,99% saham. IBJL juga kembali membeli saham baru yang diterbitkan VRNA dalam rangka penerbitan saham baru tanpa memesan efek terlebih dahulu. Hasilnya, pada 24 Januari 2019, IBJL memiliki 63,63% saham VRNA. Karena kondisi tersebut, IBJL harus melaksanakan penawaran tender wajib (tender offer) sebanyak 483,32 juta saham, setara 8,5% modal ditempatkan dan disetor penuh. IBJL menawarkan harga tender offer di Rp 140 per saham. Dalam prospektus ringkas, perusahaan ini menjelaskan, harga pengambilalihan adalah harga tertinggi selama 90 hari sebelum akuisisi IBJL pada Oktober 2018. Harga tersebut juga lebih tinggi 7,69% dari harga di pasar sekunder.

BNGA

Rabu
20/02/19

PT Bank CIMB Niaga Tbk ($BNGA) mencatatkan kenaikan laba bersih konsolidasian sebesar 16,65% sepanjang 2018 lalu. Nilai tersebut naik menjadi Rp 3,48 triliun dibandingkan dengan Rp 2,97 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.  Pendapatan bunga bersih mengalami penurunan menjadi Rp 12,01 triliun dari pendapatan bunga bersih di periode akhir 2017 yang senilai Rp 12,40 triliun. Pendapatan operasional selain bunga juga naik menjadi Rp 4,89 triliun dari Rp 4,45 triliun

PNBN

Rabu
20/02/19

PT Bank Pan Indonesia Tbk (Bank Panin) berhasil mencatatkan kinerja cemerlang sepanjang 2018. Bank Panin berhasil memperoleh laba Rp 3,18 triliun, tumbuh 59% (yoy) dibandingkan 2017 senilai Rp 2,00 triliun. “Raihan laba terutama berasal dari peningkatan pendapatan bunga bersih yang mencapai Rp 8,97 triliun, sejalan dengan meningkatnya net interest margin (NIM) yang kini mencapai 4,84%,” ujar Presiden Direktur Panin Herwidayatmo dalam keterangan resminya, Selasa (18/2). Di sisi lain, pertumbuhan terhadap pendapatan operasional lainnya juga naik sebesar 56,69% (yoy) senilai Rp 2,85 triliun, dibandingkan 2017 sebesar Rp 1,82 triliun. Sementara performa kredit Bank Panin hingga akhir 2018 mencapai Rp 151,56 triliun, dengan pertumbuhan 8,06% (yoy) dibandingkan 2017 senilai Rp 140,26 triliun. Pertumbuhan kredit tersebut ditopang dari segmen ritel dan komersial yang ambil porsi 58% dari total kredit. Sementara sisa 42% berasal dari segmen korporasi.

ELSA

Rabu
20/02/19

Sepanjang tahun 2018, perusahaan yang bergerak di bidang jasa minyak dan gas PT Elnusa Tbk (ELSA) menorehkan kinerja yang ciamik. Bedasarkan laporan keuangan tahun 2018 yang dipublikasikan pada Selasa (19/2), emiten berkode saham ELSA ini berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp 6,62 triliun naik 32,93% ketimbang perolehan tahun 2017 sebesar Rp 4,98 triliun. Bila dirinci pendapatan dari pihak ketiga, yaitu jasa distribusi dan logistik energi sebesar Rp 1,44 triliun, kemudian dari jasa hulu migas terintegrasi sebesar Rp 518,53 miliar, dan dari jasa penunjang migas mereka memperoleh Rp 204,64 miliar. Selanjutnya pendapatan dari pihak berelasi, dari bisnis jasa distribusi dan logistrik energi sebesar Rp 2,25 triiun, dari bisnis jasa hulu migas sebesar Rp 2,12 triliun, dan jasa penunjang migas sebanyak Rp 80,43 miliar.

MLBI

Rabu
20/02/19

PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) baru saja merilis laporan keuangan tahun 2018 nya di situs Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (19/2) ini. Mengulik laporan tersebut, pendapatan perseroan mengalami kenaikan. Tercatat revenue perseroan di sepanjang 2018 sebanyak Rp 3,64 triliun atau naik 7,6% year on year (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp 3,38 triliun. Kenaikan penjualan bersih diiringi pula oleh kenaikan beban pokok penjualan sebesar 6,3% menjadi Rp 1,18 triliun di 2018 kemarin. Di lihat dari sini, laba kotor MLBI masih mengalami pertumbuhan 8,3% dari Rp 2,27 triliun pada tahun 2017 menjadi Rp 2,46 triliun di tahun 2018. Namun beban penjualan menekan perolehan laba bersih perseroan, tercatat beban penjualan membengkak 16,1% yoy menjadi Rp 610 miliar sepanjang tahun 2018 itu.

EXCL

Selasa
19/02/19

PT XL Axiata Tbk (EXCL) mencatat kerugian bersih Rp 3,30 triliun pada tahun 2018, dari tahun 2017 dengan laba Rp 375,24 miliar. Lonjakan kerugian ini terutama berasal dari beban penyusutan dan amortisasi yang mencapai Rp 11,62 triliun.

GIAA

Selasa
19/02/19

Maskapai Garuda Indonesia dan Citilink mencatat kenaikan tingkat keterisian kursi atau load factor paska menurunkan harga tiket sebesar 20%. Sebelumnya, Grup Garuda Indonesia menurunkan harga tiket 20% setelah mendapat tekanan dari masyarakat yang menilai harga tiket pesawat terlampau mahal. Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Ashkara menjelaskan setelah penurunan harga tiket, Garuda Indonesia mencatat kenaikan tingkat keterisian kursi sebesar 27%. “Untuk Citilink naik 5%,” katanya kepada Kontan.co.id pada Senin (18/2). Adapun secara rata-rata sejak awal tahun ini, Ari belum mengungkapkan seberapa besar tingkat keterisian kursi di Grup Garuda Indonesia. “Tapi tahun lalu seat load factor di 74%,” jelasnya.

BTPN

Jumat
15/02/19

Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mengganjar peringkat AAA untuk PT Bank BTPN Tbk (BTPN) dengan prospek stabil. Peringkat juga berlaku untuk MTN II/2017 Bank Sumitomo Mitsui Indonesia yang belum jatuh tempo. Pefindo menyematkan peringkat tersebut pasca efektifnya proses merger antara PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) dengan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (SMBCI) per 1 Februari lalu. Pelaksanaan merger tersebut menyusul selesainya proses pembelian saham milik publik alias tender offer saham BTPN. Pada akhir Januari lalu, Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) telah menyelesaikan pembelian 3,33 miliar saham BPTN.

BNII

Jumat
15/02/19

PT Bank Maybank Indonesia Tbk (“Maybank Indonesia” atau “Bank”) hari ini mengumumkan bahwa laba bersih setelah pajak dan kepentingan non pengendali (PATAMI–profit after tax & minority interest) untuk tahun keuangan yang berakhir 31 Desember 2018 melonjak 21,6% mencapai rekor baru sebesar Rp2,2 triliun, didukung Pendapatan Bunga Bersih (NII) yang lebih tinggi dan perbaikan kualitas aset. Laba Sebelum Pajak (PBT) meningkat 20,5% mencapai rekor Rp3,0 triliun, sementara PBT recurring tumbuh 34,3% secara tahunan setelah eliminasi pendapatan one-off terutama dari penjualan surat berharga pada 2017. Kualitas aset yang lebih baik, pertumbuhan yang solid di bisnis Syariah disertai peningkatan kinerja pada anak perusahaan, dan pengelolaan biaya strategis secara berkelanjutan juga memberikan kontribusi bagi peningkatan kinerja Bank.

BMTR

Jumat
15/02/19

Rencana Vivendi SA masuk ke anak usaha PT Global Mediacom Tbk (BMTR) melalui investasi ke PT MNC Vision Network akan terealisasi dalam waktu dekat. Rencana ini sudah masuk dalam tahap finalisasi. Direktur BMTR David Fernando Audy mengatakan, nilai investasi mencapai US$ 400 jutaUS$ 500 juta, setara dengan Rp 5,6 triliunRp 7 triliun (asumsi kurs Rp 14.000 per dollar AS). Nilai ini untuk berinvestasi di 50% saham PT MNC Vision Network. Vivendi akan menggelontorkan investasi secara bertahap. Di tahap pertama, dana akan disetor sebesar 20% dari total transaksi. “Setelah dana masuk, MNC Vision Network akan IPO. Lewat IPO kepemilikan bisa mencapai 50%,” ujar David saat ditemui di MNC Tower, Kamis (14/2).

TINS

Kamis
14/02/19

PT Timah Tbk memproyeksikan produksi biji timah akan naik dua kali lipat pad kuartal pertama 2019. Proyeksi tersebut sejalan dengan penertiban penambangan ilegal oleh pemerintah dan larangan smelter swasta melakukan ekspor. Hingga Januari 2019, produksi timah mencapai 6660 ton sn atau 260%  dari yang ditargetkan. Sementara itu, produksi dan penjualan logam mencapai 5120  mt pada Januari 2019 atau melebihi 200% target yang ditetapkan perseroan. Secara keseluruhan perseroan menargetan total produksi bijih timah mencapai 38,000 ton sn pada 2019.

SPTO

Kamis
14/02/19

Perusahaan perdagangan produk saniter dan agen tunggal produk saniter merek Toto, PT Surya Perwiti Tbk (SPTO), kedagangan investor baru. Berdasarkan laporan kepemilikan efek 5% atau lebih per 11 Febuari 2018, ada nama pemegang saham baru di daftar pemegang saham Surya Pertiwi. Nama pemegang saham baru tersebut adalah NTAsian Discovery Master Fund. Berdasarkan laporan yang dirilis Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) itu, NTAsian Discovery Master Fund tercatat menggenggam 262,3 juta saham Surya Pertiwi. Jumlah tersebut mewakili 9,71% dari total saham Surya Pertiwi.

PGAS

Rabu
13/02/19

Perusahaan Gas Negara Tbk menganggarkan belanja modal US$400 juta pada 2019 yang sebagian besar digunakan untuk berinvestasi di jaringan pipa gas. Perseroan pun mengincar laba di atas US$ 200 juta sepanjang tahun ini atau meningkat 33,33% dibandingkan pendapatan tahun 2018 yang sekitar US$ 150 juta. Untuk mencapai target tersebut PGAS optimistis meraih pendapatan US$ 5 miliar tahun ini.

MASA

Rabu
13/02/19

Setelah mengakuisisi 80% saham PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA), Michelin segera melakukan penawaran tender wajib atau tender offer kepada pemegang saham MASA. Perusahaan ban asal Prancis ini berencana menggelar tender offer pada akhir Maret mendatang. Lewat pengumuman sebelumnya, Michelin mengatakan akan menggelar tender offer untuk membeli seluruh sisa saham MASA. Harga yang ditawarkan sama dengan ketika memborong saham MASA, sesuai dengan aturan pasar modal Indonesia. Dengan begitu, Michelin akan membeli sisa kepemilikan MASA di harga Rp 850 per saham. Sebelumnya, Michelin membeli 80% saham MASA dengan nilai total US$ 439 juta atau sekitar Rp 6,2 triliun.

GMFI

Selasa
12/02/19

Anak usaha Garuda Indonesia, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) atau GMF AeroAsia membentuk usaha patungan bernama PT Garuda Energi Logistik Komersial, dengan menggandeng PT Aero Wisata. Nilai modal disetor atas perusahaan baru ini masing-masing yakni GMF AeroAsia sebesar Rp 15,49 miliar, sedangkan Aero Wisata yang juga masuk Grup Garuda Indonesia menyetorkan hanya Rp 156,56 juta. Kegiatan operasional Garuda Energi Logistik Komersial adalah sinergi usaha.

JSMR

Selasa
12/02/19

PT Jasa Marga Tbk (JSMR) berencana akan melakukan penyesuaian tarif harga tol untuk 15 ruas jalan tol pada tahun ini. Adapun 15 tol proyek Jasa Marga yang akan melakukan penyesuaian tarif adalah Makassar Seksi IV, Gempol-Pandaan, Cikampek-Palimanan, Bali Mandara (Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa). Kemudian Tol Dalam Kota Jakarta, Surabaya-Gempol, Palimanan-Plumbon-Kanci, Belawan-Medan-Tanjung Morawa, Serpong-Pondok Aren, Tangerang-Merak, Ujung Pandang Tahap I dan II, Jakarta-Tangerang, Jakarta-Bogor-Ciawi, Padalarang-Cielunyi, Cikampek-Purwakarta-Padalarang.

ADRO

Selasa
12/02/19

Perusahaan tambang PT Adaro Energy Tbk (ADRO) mencetak produksi batubara sebanyak 54,04 juta ton pada tahun lalu. Produksi ini sesuai dengan target yang ditetapkan sebesar 54 juta ton sampai 56 juta ton pada tahun 2018. Pada kuartal akhir saja, emiten berkode saham ADRO ini memproduksi 15,06 juta ton batubara, atau naik 21% dari produksi periode yang sama tahun 2017, dan penjualannya sebesar 15,12 juta ton, atau naik 22% dari periode yang sama tahun 2017.

DEAL

Senin
11/02/19

Dewata Freight International Tbk (DEAL) yang bergerak dibidang jasa transportasi (freight forwarding) akan siapkan ekspansi dengan mengembangkan bisnis logistik energi seiring dengan anak usaha yang akan membangun Independent Power Producer (IPP) yang berbasis gas di tahun 2019 ini. Dari hajatan initial public offering, DEAL berhasil meraup dana segar, sebesar Rp 45 miliar. Berdasarkan prospektus dana sebesar Rp 16 miliar akan digunakan untuk penyertaan modal pada anak perusahaan DEAL, yang bernama PT Dewata Makmur Bersama (DMB). Kegiatan usaha DMB adalah perdagangan,tetapi ke depan akan fokus pada kegiatan usaha EPC (Engineering Procurement, dan Construction). DEAL juga memiliki anak perusahaan yang bernama PT Arrow Chain Management Logistics dan memiliki kegiatan usaha jasa transportasi. Kelak, dana Rp 16 miliar yang disuntikkan ke DMB akan digunakan untuk membangun proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) yang berada di Tulang Bawang, Lampung dan Tarakan.

BMTR

Senin
11/02/19

PT Global Mediacom Tbk (BMTR) umumkan bahwa dua investor bakal serap saham perusahaan itu dalam aksi korporasi penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement. Dengan begitu, Global Mediacom memperoleh dana hingga Rp 292,07 miliar.  Pelaksanaan private placement telah berlangsung 28 Januari 2019, dengan menerbitkan 811,27 juta saham baru dengan nilai nominal Rp 100. Adapun harga pelaksanaan sebesar Rp 360 per saham.

TELE

Senin
11/02/19

PT Tiphone Mobile Tbk (TELE) pada Senin 11 Februari 2019 ini mencatatkan Obligasi Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2019 dengan nilai nominal Rp53 miliar. Menurut keterangan BEI disebutkan, obligasi ini memiliki tingkat bunga 11,50% per tahun dengan jangka waktu 370 hari dan akan jatuh tempo pada 18 Februari 2020. Wali amanat obligasi adalah PT Bank Bukopin Tbk dimana hasil pemeringkatan untuk obligasi adalah idBBB+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia. Obligasi ini tidak dijamin dengan jaminan khusus tetapi dijamin dengan seluruh harta kekayaan perseroan baik yang bergerak maupun tidak bergerak.

VIVA

Jumat
08/02/19

Terjadi crossing saham PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) dalam perdagangan hari ini Kamis (7/2). Mengutip data RTI, crossing tersebut senilai Rp 15,5 miliar dengan memperjualbelikan saham sebanyak 1,10 juta di pasar negosiasi. Crossing saham VIVA diperdagangkan pada harga Rp 140 per saham. Transaksi tersebut melibatkan OCBC Sekuritas Indonesia sebagai pembeli dan Pilarma Investindo sebagai penjual. Dalam perdagangan kemarin, harga saham VIVA turun 1,19% ke level Rp 166 per saham.

TBIG

Jumat
08/02/19

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) segera menggelar tender offer. Ini seiring rampungnya akuisisi 51% saham perusahaan pemilik menara telekomunikasi, PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk (GOLD) per 14 Desember lalu. Di keterbukaan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (7/2), TBIG membeberkan telah mematok harga pelaksanaan tender offer Rp 556 per saham. TBIG bersedia membeli 28,43 juta, setara 9,04%, dari seluruh modal yang ditempatkan dan disetor penuh. Jika dihitung, tawaran TBIG premium 3,92% dibanding harga GOLD kemarin, Rp 535 per saham. Visi Menara pernah menyentuh harga tertinggi di Rp 595 pada September tahun lalu. Masa penawaran tender wajib ini akan berlangsung hingga 11 Maret 2019.

ARNA

Kamis
07/02/19

Emiten produsen keramik PT Arwana Citramulia Tbk. membukukan penjualan bersih sebesar Rp1,97 triliun sepanjang 2018, tumbuh 13,76% dari capaian tahun sebelumnya yang senilai Rp1,73 triliun. Dalam laporan keuangan per 31 Desember 2018 yang dipublikasikan di harian Bisnis Indonesia pada Kamis (7/2/2019), beban pokok penjualan emiten berkode ARNA itu tercatat Rp1,5 triliun atau meningkat 12,9% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,33 triliun.

MAPI

Kamis
07/02/19

PT Mitra Adiperkasa Tbk mencatatkan pertumbuhan penjualan 2018 naik 18% yoy. Pendapatan bersih sebesar Rp 19.24 triliun tumbuh 18% dari tahun sebelumnya Rp 16.3 triliun. Pertumbuhan pendapatan tersebut melampaui target 2018 yaitu sebesar 15%. Kenaikan pendapatan seiring dengan pulihnya perekonomian nasional pada 2018 dan perbaikan internal perusahaan yang telah membuahkan hasil.

TAXI

Kamis
07/02/19

PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) dalam waktu dekat akan melakukan penambahan modal lewat penerbitan saham baru tanpa melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau Private Placement. Emiten yang bergerak di bidang transportasi darat ini rencananya akan menambah 10 miliar saham baru senilai Rp 100 per saham atau total Rp 1 triliun rupiah. Nilai tersebut sama dengan 466,07% dari modal ditempatkan dan disetor penuh saat ini.

BIRD

Rabu
06/02/19

PT Blue Bird Tbk (BIRD) terus berupaya untuk memperlebar lini usahanya dengan kembali membentuk anak usaha baru di tahun 2019 ini. Emiten sektor transportasi ini membentuk anak usaha baru bernama PT Trans Antar Nusabird. Mengutip keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (4/1), Trans Antar Nusabird bergerak di bidang transportasi, pergudangan, pos dan kurir, pariwisata, perdagangan, sewa, agen perjalanan dan jasa keuangan. Transaksi pembentukan perusahaan telah dilaksanakan Jumat (1/2). Modal dasar pendirian perusahaan tersebut sebesar 400.000 saham dengan harga nominal saham sebesar Rp 1 juta per saham. Jadi, besar investasi untuk aksi korporasi tersebut senilai Rp 400 miliar.

SMGR

Rabu
06/02/19

PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) memang telah resmi memiliki saham PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB). Tapi SMGR masih memiliki kewajiban untuk membeli sisa saham di publik alias tender offer, sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 9/POJK.04/2018. Sekretaris Perusahaan Semen Indonesia Agung Wiharto mengatakan, saat ini tengah menanti keputusan dari OJK terkait tender offer. “Tanggal 4 Februari ini, kami baru saja melaporkan hasilnya ke OJK. Sekarang kami tinggal menanti keputusan dari OJK, bila data-data sudah lengkap maka tender offer bakal dilakukan secepatnya,” kata dia kepada KONTAN, Senin (4/2). Soal harga tender offer, Agung menyebut, kemungkinan menggunakan harga pada saat crossing saham Kamis (31/1), yaitu di harga Rp 2.097 per saham. “Ini adalah harga tertinggi terhitung dari pengumuman soal akuisisi pada bulan November 2018. Sehingga kemungkinan besar bakal dipakai sebagai harga tender offer,” lanjut dia. Usai crossing saham SMCB, perusahaan ini telah secara resmi menguasai 80,6% saham Holcim atau 6,18 miliar saham, yang sebelumnya dimiliki oleh Holderfin BV Netherlands. Sisa saham lainnya dimiliki oleh publik dengan kepemilikan saham kurang dari 5% sebesar 3,76% dan pemodal asing sebesar 15,6%.

BBCA

Rabu
06/02/19

Sepanjang 2018, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan laba bersih komprehensif tahun berjalan senilai Rp 25,55 triliun. Berdasarkan laporan bulanan BCA hingga Desember 2018, laba tersebut meningkat 12,11% secara year on year (yoy) dibandingkan eaihan laba pada Desember 2017 senilai Rp 22,79 triliun. Pertumbuhan laba BCA ditopang oleh penyaluran kredit yang mencapai Rp 537,91 triliun. Tumbuh 15,03% (yoy) dibandingkan Desember 2017 dengan penyaluran senilai Rp 467,61 triliun. Sementara penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp 630,09 triliun. Angka ini tumbuh 8,14% (yoy) dibandingkan Desember 2017 senilai Rp 581,18 triliun. Dari capaian tersebut, hingga 2018 berakhir aset BCA tercatat mencapai Rp 808,63 triliun. Tumbuh 10,05% (yoy) dibandingkan Desember 2017 senilai Rp 734,78 triliun.

SRAJ

Senin
04/02/19

PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) akan menambah rumah sakit baru. Untuk memuluskan rencana ini, pengelola rumah sakit Mayapada Hospital ini meminjam dana Rp 100 miliar untuk membeli lahan. Arif Mualim, Direktur Sejahteraraya Anugrahjaya, dalam keterbukaan informasi di BEI pada Jumat (1/2), menjelaskan, fasilitas pinjaman ini diterima dari PT Bank Mayapada Internasional. “Jenis pinjaman ini adalah pinjaman tetap angsuran line yang diberikan kepada PT Sejahtera Inti Sentosa, anak usaha SRAJ,” jelas Arif. Dia menambahkan jangka waktu pinjaman 120 bulan dengan grace period 24 bulan.

INCO

Senin
04/02/19

Kementerian BUMN menyatakan berminat terhadap saham divestasi PT Vale Indonesia Tbk yang wajib ditawarkan paling lambat pada Oktober 2019. Sementara dalam laporan keuangan perseroan membukukan kinerja baik pada 2018. Pendapatan tumbuh 23,44%, mencapai US$776,7 juta atau sekitar Rp11,19 triliun (kurs 31 Desember 2018 Rp14.402 per dolar AS). Sedangkan laba mencapai US$65,51 juta atau sekitar Rp871,49 miliar. Perseroa  juga menargetkan penghematan operasional hingga US$50 juta atau sekitar Rp700 miliar dalam tiga tahun. Hal ini seiring Konsumsi HSFO tahun 2018 per metrik ton nikel dalam matte yang diproduksi menurun sementara konsumsi batubara meningkat bila dibandingkan dengan 2017. Hal ini disebabkan oleh inisiatif konversi batubara yang menyumbang total penghematan sebesar US$40,1 juta pada 2018.

UNVR

Senin
04/02/19

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mencatatkan kenaikan laba hingga 30,1% sepanjang tahun 2018 lalu menjadi Rp 9,1 triliun. UNVR berhasil membukukan penjualan bersih sebesar Rp 41,8 triliun, meningkat 1,5%.

GMFI

Jumat
01/02/19

PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk membentuk satu anak usaha baru pada 25 Januari 2019. PT Garuda Daya Pratama Sejahtera dibentuk secara patungan dengan Koperasi Karyawan GMF AeroAsia. Modal setoran awal perseroan sebesar Rp 1.82 miliar  dan Koperasi Karyawan GMFI Aero Asia sebesar Rp 180 juta.

ANTM

Jumat
01/02/19

Tahun 2018  PT Aneka Tambang Tbk. Emiten (ANTM) mampu mengerek pertumbuhan penjualan bersihnya hingga 99,37% dibandingkan tahun sebelumnya. Perusahaan membukukan penjualan bersih Rp 25,22 triliun. Angka ini melesat dari penjualan tahun 2017 yang senilai Rp 12,65 triliun.

SQMI

Jumat
01/02/19

PT Renuka Coalindo Tbk menerbitkan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu atau rights issue. Emiten berkode saham SQMI di Bursa Efek Indonesia ini menawarkan 18,83 miliar unit saham baru dengan harga penawaran senilai Rp 250 per saham. Melalui aksi korporasi tersebut, Renuka mengharapkan bisa meraup dana segar maksimal senilai Rp 4,7 triliun dari pasar modal. Direktur Independen SQMI, Irwan Darmawan mengatakan, masa perdagangan rights issue dilakukan sejak 28 Januari hingga 1 Februari 2019. Dalam rights issue ini, Wilton Resources Holdings Pte Ltd (WRH) bertindak sebagai pembeli siaga atau stand buy buyer. Sebelumnya, pemegang saham SQMI adalah Renuka Energy Resources Holding (RERH) Dubai sebesar 20% dan kepemilikan investor publik sebesar 20%.

BBRI

Kamis
31/01/19

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) berhasil mencatatkan laba bersih sepanjang 2018 sebesar Rp 32,4 triliun. Laba bersih perseroan ini meningkat 11,6% dibandingkan pada 2017.Kinerja keuangan didukung oleh pendapatan jasa (fee based income) yang tumbuh 22,7% menjadi Rp 23,4 triliun. Pada 2018, kredit BRI mencapai Rp 843,6 triliun atau tumbuh 14,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

BABP

Kamis
31/01/19

Tahun ini PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) mengagendakan rencana penambahan modal. Dua cara yang disiapkan oleh emiten bersandi saham BABP ini, yaitu penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue, dan penambahan modal tanpa HMETD atawa private placement. Lewat agenda yang pertama, yakni private placement, Bank MNC akan menjual sebanyak-banyaknya 2.178.505.362 saham, yang jumlahnya setara dengan 10% dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh di dalam perusahaan ini.

TELE

Rabu
30/01/19

PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk segera melakukan penawaran umum berkelanjutan II Tiphone dengan target dana yang terkumpul total Rp 2 triliun. TELE akan menerbitkan obligasi II Tiphone tahap I tahun 2019 dengan jumlah pokok obligasi Rp 53 miliar. Obligasi tahap pertama ini bertenor 370 hari. TELE menerbitkan obligasi dengan tingkat bunga 11,5% per tahun yang akan dibayar tiap trilwulan. Obligasi berkelanjutan II Tiphone tahap II dan tahap selanjutnya (jika ada) akan ditentukan kemudian. Tanggal efektif didapat pada 28 Januari 2019 dan mulai ditawarkan secara umum pada 30 Januari-4 Februari 2019. Tangal distribusi secara elektronik dilakukan pada 8 Februari dan tiga hari setelahnya akan dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI).

WSKT

Rabu
30/01/19

PT Waskita Karya Tbk (WSKT) menambah modal anak usahanya, PT Waskita Karya Realty. Waskita Karya menambah modal Rp 15,52 miliar ke Waskita Karya Realty pada 25 Januari 2019.”Dengan adanya peningkatan modal tersebut, maka struktur kepemilikan saham pada Waskita Karya Realty adalah 99,99% atau setara Rp 2,32 triliun Waskita Karya dan 0,01% Koperasi Waskita,” ungkap Shastia Hadiarti, Sekretaris Perusahaan WSKT dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Selasa (29/1). Shastia mengatakan bahwa Waskita Karya Realty akan menggunakan dana suntikan modal ini untuk melakukan setoran modal pada anak usaha dan memenuhi kebutuhan operasional. Jika tidak menyuntik modal, maka kepemilikan WSKT pada Waskita Karya Realty akan terdilusi. Selain itu tujuan peningkatan modal akan berdampak terhadap perusahaan, karena akan mempengaruhi kegiatan pembangunan pada anak usaha Waskita Karya Realty.

PSSI

Rabu
30/01/19

PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) berhasil memperoleh fasilitas pinjaman senilai total US$ 12 juta. Fasilitas pinjaman tersebut diberikan oleh Citibank NA dalam bentuk pinjaman jangka pendek dan pinjaman kontijensi tanpa ada jaminan apapun dari emiten jasa pelayaran itu. Fasiltas pinjaman yang diberikan terdiri dari pinjaman jangka pendek dengan nilai US$ 10 juta dengan jangka waktu 12 bulan sejak tanggal penandatangan. Sedangkan untuk pinjaman kontijensi diberikan dengan nilai US$ 2 juta. Pinjaman tersebut memiliki jangka waktu yang sama dengan pinjaman jangka pendek.

BMRI

Selasa
29/01/19

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan menerbitkan instrumen utang pada kuartal I-2019. “Yang utama kita akan mulai MTN (medium term notes) global berkelanjutan yang target tahun ini terbit US$ 1 miliar-US$ 2 miliar,” kata Kartika Wirjoatmodjo saat paparan kinerja 2018, Senin (28/1) di Jakarta.Pada tahap awal, MTN senilai US$ 500 juta-US$ 1 miliar menurut Tiko, sapaan Kartika akan mulai dirilis pada kuartal I-2019. Penerbitan instrumen utang berdenominasi dollar ini dilakukan lantaran sepanjang 2018 transaski menggunakan dollar di Mandiri cukup besar.

MYTX

Selasa
29/01/19

PT Asia Pacific Investama Tbk (MYTX) mengatakan telah menggadaikan saham anak usaha, PT Apac Inti Corpora pada 24 Januari 2019. MYTX mengungkapkan bahwa Apac Inti Corpora menerima sejumlah fasilitas kredit dari Bank Mandiri. Adapun dalam perjanjian keduanya, Bank Mandiri meminta perusahaan untuk menggadaikan saham yang dimiliki dalam Apac Inti Corpora sebesar 8,32 miliar saham atau senilai Rp 832,62 miliar.

ARMY

Senin
28/01/19

Aksi korporasi melalui penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement yang dilakukan PT Armidian Karyatama Tbk (ARMY) telah mendapatkan restu dari para pemegang sahamnya. Emiten ini menargetkan dana segar sebesar Rp 239,89 miliar dari aksi korporasi ini. Sebagai calon investor dalam private placement ARMY ini adalah Benny Tjokrosaputro.

INDY

Senin
28/01/19

PT Indika Energy Tbk melalui anak perusahaannya yaitu PT Indika Mineral Investindo (IMI) resmi menguasai 19,9% saham perusahaan pertambangan emas, yakni Nusantara Resources Limited. Pada 23 Januari 2019 perseroan melalui IMI telah melakukan penyertaan atas 2,78 juta saham di Nusantara. Harga penyertanyaan AUD$0,23 per lembar, sehingga total transaksi mencapai AUD$639.459,80 atau setara dengan US$456.045,68. Nusantara adalah sebuah perusahaan tambang yang terdaftar di Australian Stock Exchange (ASX) dengan kode saham ASX: NUS. Adapun, IMI masuk menjadi salah satu pemegang saham melalui private placement.

ADHI

Jumat
25/01/19

Adhi Karya (Persero) Tbk. akan berkolaborasi dengan PT Adaro Energy Tbk. untuk menggarap tiga proyek sistem penyediaan air minum di tiga lokasi. Dalam keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Adhi Karya dan entitas anak Adaro Energy, PT Adaro Tirta Mandiri, pekan lalu telah dinyatakan sebagai pemenang proyek investasi sistem penyediaan air minum (SPAM) di Kota Dumai, Riau. Total investasi diperkirakan senilai Rp489 miliar dengan masa konsesi selama 25 tahun.

APOL

Jumat
25/01/19

Restrukturisasi utang PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk (APOL) menemui titik terang. Perusahaan perkapalan ini sudah mendapat dukungan dari 69,9% pemegang obligasi global dollar AS untuk melakukan konversi utang menjadi saham. Sekretaris Perusahaan Arpeni Pratama mengatakan, total obligasi yang akan dikonversi senilai US$ 113 juta. Dengan restrukturisasi ini, Arpeni Pratama berharap dapat memangkas utang yang senilai US$ 437 juta per 30 September 2018, menjadi US$ 105 juta.

ISAT

Jumat
25/01/19

PT Indosat Tbk (ISAT) merealisasikan rencana ekspansinya mulai tahun ini. Sebagai permulaan, perusahaan ini menerbitkan surat utang dengan plafon maksimal Rp 10 triliun. Surat utang tersebut terbagi menjadi dua bagian. Pertama, Obligasi Berkelanjutan III senilai Rp 7 triliun. Untuk tahap satu, nilainya Rp 1,5 triliun, yang terbagi dalam sejumlah seri. Kedua, ISAT juga bakal merilis sukuk senilai Rp 3 triliun. Penerbitan tahap pertamanya Rp 500 miliar.

PTBA

Kamis
24/01/19

PT Bukit Asam Tbk membukukan kenaikan produksi batubara pada 2018 dan dapat melampaui target sebesar 26.36 juta ton naik 3.2% dari target yang ditetapkan. Sementara penjualan batubara di 2018 sebesar 24.70 juta ton atau kurang 4.5% dari target yang ditetapkan. Untuk 2019, perusahaan menargetkan produksi batubata sebesar 27.26 juta ton naik 3.4% yoy dan penjualan batubara diharapkan mencapai 28.37 juta ton naik 15% yoy.

BTPN

Kamis
24/01/19

Bank BTPN meraih laba bersih tahun 2018 sebesar Rp 1,97 Triliun atau naik dibandingkan tahun 2017 sebesar Rp 1,22 T.

MAMI

Kamis
24/01/19

PT Mas Murni Indonesia Tbk akan melakukan rights issue untuk mengakuisisi mayoritas saham dua perusahaan. Perseroan akan menerbitkan saham sebanyak-banyaknya 7.18 miliar lembar berupa saham seri B dan waran maksimal 1.79 miliar lembar. Perseroan akan memjnta izin terlebih dahuli pada RUPS 1 Maret 2019. Dana dari rights issue akan digunakan untuk pengembalian Obligasi Wajib Konversi (OWK) PT Anugrah Mitra Lestari sebesar 95.42%, pengambilalihan OWK PT Indo Udang Mas Lestari sebesar 80%, pengambilahlihan tanah 19 ha di Cisarua, Bogor, dan untuk modal kerja.

MASA

Rabu
23/01/19

Produsen ban asal Perancis, Michelin, mengakuisisi PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA). Michelin mengakuisisi 80% saham Multistrada senilai US$439 juta (Rp 6,2 triliun), melalui pembiayaan internal perusahaan. Nantinya sesuai peraturan yang berlaku, Michelin akan melakukan penawaran umum untuk sisa saham biasa dengan harga sama yang ditawarkan kepada 80% pemegang saham Michelin.

DILD

Rabu
23/01/19

Mencatatkan penjualan sebesar Rp2.28T pada 2018, turun 22.1% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp2.93T. Namun, pendapatan berkelanjutan tercatat naik 12.8% dari Rp282.2M menjadi Rp595.7M.

BMTR

Selasa
22/01/19

PT Global Mediacom Tbk (BMTR) segera meraup dana Rp 292,05 miliar di akhir Januari 2019. Dana segar ini berasal dari penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih (PMTHMETD) dahulu alias private placement. BMTR mengungkapkan bahwa private placement ini akan dilakukan pada 28 Januari 2019 dan pemberitahuan hasil pelaksanaan PMTHMETD pada 30 Januari 2019. Aksi korporasi ini telah mengantongi persetujuan pemegang saham lewat rapat umum pemegang saham luar biasa pada 29 Juni 2018. Total saham yang diterbitkan ini mencapai 811,27 juta saham atau setara dengan 5,71% dari total saham ditempatkan dan disetor BMTR sebelum private placement dan 5,40% setelah private placement. Sedangkan harga pelaksanaannya Rp 360 per saham, lebih tinggi daripada harga penutupan BMTR kemarin pada Rp 336 per saham.

WIKA

Selasa
22/01/19

Kembali menawarkan obligasi tanpa jatuh tempo (perpetual bond) sebesar Rp. 1,4 triliun. Saat ini penawaran awal (bookbuilding) surat utang tersebut masih berlangsung. Perpetual bond merupakan salah satu instrument pembiayaan perseroan dan merupakan lanjutan dari penerbitan sebelumnya yang menargetkan sebelumnya yang menargetkan raihan dana Rp. 2 triliun.

JPFA

Senin
21/01/19

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) telah menuntaskan akuisisi 51% saham anak usaha PT Pertamina (Persero), Pertamina Gas (Pertagas). Kini, PGN juga tengah menyelesaikan pelepasan anak usahanya di bidang hulu migas, Saka Energi Indonesia, ke holding BUMN Migas yaitu Pertamina. Direktur Utama PGN Gigih Prakoso menyebut keputusan untuk melepas Saka Energi sesuai dengan pembentukan sub holding gas. Dalam sub holding gas, bisnis PGN hanya yang terkait hilir gas.

PGAS

Senin
21/01/19

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) telah menuntaskan akuisisi 51% saham anak usaha PT Pertamina (Persero), Pertamina Gas (Pertagas). Kini, PGN juga tengah menyelesaikan pelepasan anak usahanya di bidang hulu migas, Saka Energi Indonesia, ke holding BUMN Migas yaitu Pertamina. Direktur Utama PGN Gigih Prakoso menyebut keputusan untuk melepas Saka Energi sesuai dengan pembentukan sub holding gas. Dalam sub holding gas, bisnis PGN hanya yang terkait hilir gas.

BDMN

Senin
21/01/19

Merger antara PT Bank Danamon Tbk (BDMN) dan PT Bank Nusantara Parahyangan Tbk (BBNP) nampaknya akan segera terealisasi. Kedua bank yang berada di bawah naungan bank terbesar asal Jepang, Mitsubishi UFJ Financial Group Inc (MUFG) telah mengumumkan secara resmi rencana merger yang sudah mencuat sejak tahun lalu itu. Berdasarkan informasi yang diperoleh melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia kedua bank saat ini masih melakukan penelaahan atau mengkaji proses merger tersebut. Sebagai informasi, MUFG saat ini memiliki 40% saham Bank Danamon dan 7,91% saham Bank Nusantara Parahyangan.

BBTN

Jumat
18/01/19

Bank Tabungan Negara (BBTN) menjajaki beragam alternatif pendanaan non konvensional seperti sekuritisasi kredit pemilikan rumah (KPR) sintetik di tahun ini. BBTN telah menargetkan akan mencari dana sekitar Rp 14 triliun di luar penghimpunan dana dari masyarakat. Dari mekanisme pendanaan sekuritisasi KPR sintentik ini, BBTN menargetkan dana sekitar Rp 2 triliun yang diharapkan terealisasi pada kuartal I 2019 ini.

ADMF

Jumat
18/01/19

Akan tawarkan obligasi berkelanjutan IV tahap IV tahun 2019 senilai Rp618M dan sukuk Mudharabah berkelanjutan III tahap III tahun 2019 sebesar Rp214M. Surat hutang tersebut akan dilepas dengan kupon berkisar 8.05%-9.5% per tahun

IPCC

Kamis
17/01/19

Mencatatkan pertumbuhan volume penanganan yang signifikan sepanjang tahun 2018 dimana pertumbuhan perindahan domestik tumbuh tiga digit. Seluruh lini bisnis perseroan yaitu complete built up, alat berat, suku cadang dan kunjungan kapal meningkat di atas 100% dimana yang mengalami kenaikan paling tinggi yaitu volume perindahan alat berat domestik yang melonjak 617% di sepanjang 2018.

HRUM

Kamis
17/01/19

Berencana melakukan lagi pembelian kembali (buy back) saham perseroan sebanyak-banyaknya 4,93% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh atau maksimal 133.379.900 saham. Pada 11 Januari 2019, perseroan menyatakan rencana tersebut kepada BEI. Tujuan buy back tersebut untuk memberikan fleksibilitas pada perseroan untuk mencapai permodalan yang lebih efisien sehingga perseroan bisa menurunkan keseluruhan biaya modal dan meningkatkan earning per share dan return to equity secara berkelanjutan.

SOCI

Kamis
17/01/19

Fitch Ratings menurunkan peringkat atau rating surat utang PT Soechi Lines Tbk (SOCI). Penurunan tersebut kemungkinan membuat kupon atas surat utang senilai US$ 200 juta yang diterbitkan pada awal 2018 lalu oleh emiten perkapalan ini meningkat. eperti diketahui, perusahaan menerbitkan surat utang itu dengan kupon 8,375%. Surat utang bakal jatuh tempo pada 2023. Fitch sebelumnya memberikan rating B+. Rating kemudian diturunkan menjadi B dengan outlook stabil. Alasannya, tingkat utang atau leverage SOCI selama sembilan bulan tahun lalu naik menjadi 5 kali dari sebelumnya 4,6 kali di 2017.

AGRS

Rabu
16/01/19

Industrial Bank of Korea telah mengambil alih 95,79% saham PT Bank Agris Tbk. Jumlah yang dibeli sebanyak 5.035.057.480 lembar

SRIL

Rabu
16/01/19

PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) tengah memfinalisasi pinjaman sindikasi senilai US$ 185 juta. Perusahaan tekstil yang terkenal dengan nama Sritex ini akan menggunakan dana pinjaman tersebut untuk membeli kembali (buyback) obligasi global yang diterbitkan pada 2016 silam. Obligasi tersebut senilai US$ 350 juta, namun, jumlah yang akan dibuyback hanya US$ 185 juta. Surat utang ini sejatinya baru akan jatuh tempo pada 7 Juni 2021 mendatang. Namun, SRIL ingin menurunkan beban bunga. Pinjaman baru ini yang digunakan untuk buyback memiliki bunga lebih rendah.

SMGR

Rabu
16/01/19

Hasil penjualan semen PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) berhasil melampaui industri. Hingga akhir tahun lalu, SMGR mampu membukukan pertumbuhan penjualan semen sekitar 7% menjadi 33,6 juta ton. Tumbuhnya penjualan semen perusahaan ini ditopang oleh penjualan ekspor yang naik lebih tinggi. Untuk konsumsi semen nasional sepanjang tahun lalu hanya naik 4,8% menjadi 69,5 juta ton. Tahun ini, manajemen SMGR memperkirakan, konsumsi semen nasional dapat tumbuh 4%–5%.

ULTJ

Selasa
15/01/19

Tahun ini sumber produksi susu perseroan bertambah. Perseroan mengoperasikan peternakan di berastagi, sumatera utara. Untuk tahap pertama peternakan berastagi beroperasi dengan 2,000 ekor sapi perah. Lalu target jangka panjangnya 6.000 ekor sapi perah. Peternakan sapi ini di kelola oleh PT Ultra Sumatera Dairy Farm yang merupakan anak perusahaan perseroan.

TAXI

Selasa
15/01/19

Aksi jual aset PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) telah dimulai. Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), TAXI menjelaskan telah menjual tanah senilai Rp 112,15 miliar. Tanah tersebut merupakan bagian dari jaminan atas utang bank Grup Express kepada PT Bank Central Asia Tbk (BCA). “Penjualan tanah tersebut untuk melunasi sebagian utang Grup Express yang telah jatuh tempo,” jelas Sekretaris Perusahaan TAXI Megawati Affan dalam keterbukaan informasi, Senin (14/1). Berdasarkan laporan keuangan audit yang disampaikan ke bursa efek pada 26 Desember 2018, modal kerja dan ekuitas TAXI masing-masing masih negatif Rp 1,12 triliun dan negatif Rp 366,98 miliar di sembilan bulan yang berakhir 30 September 2018.  Untuk menanggulangi kinerja yang negatif, TAXI juga akan menambah modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu dan menerbitkan obligasi konversi. Perusahaan tersebut akan menerbitkan 10 miliar saham baru senilai Rp 1 triliun. Nantinya, saham baru tersebut akan dikonversi bertahap.

TINS

Selasa
15/01/19

Mengeluarkan biaya eksplorasi sebesar Rp165M untuk bulan Desember 2018 dimana jumlah itu terdiri dari Rp 155M untuk biaya operasional dan Rp10M untuk biaya investasi. Kegiatan eksplorasi laut berupa kegiatan pemboran rinci di perairan Bangka dengan menggunakan 5 unit kapal bor dengan total meter bor 4,986 meter.

TOWR

Senin
14/01/19

Desember tahun lalu PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) berhasil memperoleh pinjaman sebesar Rp 600 miliar melalui PT iForte Solusi Infotek, yang 99,99% sahamnya dimiliki langsung oleh PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo).  Lalu 99,99% saham Protelindo dimiliki oleh TOWR. Melalui iForte Solusi Infotek, nantinya akan menjalankan proyek – proyek membangun jaringan serat optik sepanjang 16.000 km untuk menunjang kegiatan operator telekomunikasi di Tanah Air. Proyek jaringan serat optik TOWR ini diprediksi terealisasi sepenuhnya di tahun 2020.

ADHI

Senin
14/01/19

Sepanjang tahun ini, PT Adhi Karya (Persero) Tbk menargetkan perolehan kontrak baru sekitar Rp 29 triliun atau 22,88% lebih tinggi dibandingkan pencapaian tahun lalu senilai Rp 23,6 triliun. Sementara total pekerjaan yang akan mereka garap sebanyak 80 proyek. Proyek baru dengan nilai terbesar adalah kongsi Adhi Karya dengan PT Hutama Karya (Persero). “Kontrak baru yang besar dengan PT Hutama Karya untuk menggarap proyek jalan Tol Sigli-Banda Aceh dan sudah dijalankan sejak akhir tahun lalu,” ujar Entus Asnawi Mukhson, Direktur Keuangan PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

LPKR

Jumat
11/01/19

PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) akhirnya merealisasikan penjualan aset rumahsakit di Myanmar. Aset ini dijual ke perusahaan investasi Singapura yang masih terafiliasi dengan Grup Lippo, OUE Lippo Healthcare Limited (OUELH). OUELH telah meneken perjanjian jual beli dengan anak usaha LPKR, PT Waluya Graha Loka untuk mengakuisisi 40% saham di Yoma Siloam Hospital Pun Hlaing Limited (YSHPH) dan 35% saham di Pun Hlaing International Hospital Limited (PHIH). Total nilai transaksi ini mencapai US$ 19,5 juta.

MYOR

Jumat
11/01/19

Emiten produk makanan dan minuman, PT Mayora Indah Tbk. siap melunasi obligasi jatuh tempo pada Mei 2019 sebesar Rp750 miliar dengan menggunakan dana dari kas internal. Direktur Keuangan Mayora Indah Hendrik Polisar mengatakan bahwa perseroan telah menyiapkan pendanaan untuk pembayaran obligasi jatuh tempo. Sumber pendanaan berasal dari dana internal dan pinjaman, kendati tidak disebutkan komposisinya

MASA

Kamis
10/01/19

Sejumlah investor strategis dikabarkan masih tertarik untuk masuk menjadi pemegang saham di PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA). produsen ban asal Perancis, Michelin pun dikabarkan ingin menjadi salah satu pemilik MASA. Michelin dikabarkan mengincar saham mayoritas MASA di bawah 50%. Sebelumnya santer diberitakan Hankook Tire (Hankook) ingin menjadi salah satu pemegang saham mayoritas di MASA.

GMFI

Kamis
10/01/19

PT Garuda Maintenance Tbk anggarkan belanja modal US$ 50 juta pada 2019. Capex akan digunakan untuk pengembangan kapabilitas yang meliputi pembelian peralatan untuk perawatan pesawat dan pembangunan hanggar baru. Selain itu perusahaan juga akan berekspansi seperti pembangunan pabrik untuk memproduksi dan vulkanisir ban pesawat hingga mendirikan anak usaha.

ADMG

Rabu
09/01/19

PT Polychem Indonesia Tbk (ADMG) menginformasikan telah membeli saham PT Bank Ganesha Tbk (BGTG) senilai Rp 9,49 miliar. ADMG membeli sebanyak 114,43 juta saham BGTG dengan harga Rp 83 per saham. Pasca pembelian ini, kepemilikan saham ADMG di Bank Ganesha menjadi 114,43 juta atau setara 1,03%, dari sebelumnya tidak ada.

ASSA

Rabu
09/01/19

PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) telah menyiapkan sejumlah ekspansi di tahun ini. Perusahaan rental mobil ini menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai Rp Rp 1 triliun hingga 1,2 triliun di tahun ini. Anggaran tersebut sekitar 80% dari pinjaman dan sisanya kas internal. Direktur ASSA Hindra Tanujaya mengungkapkan, bahwa belanja modal tersebut akan digunakan untuk mendukung ekspansi bisnis berupa penambahan armada baru, perluasan bisnis jasa lelang dan logistik (courier service) yang meliputi usaha lelang sepeda motor dan penyewaan kendaraan logistik yakni truk berukuran besar.

SMRA

Selasa
08/01/19

Summarecon Agung (SMRA) pada tahun 2019 menargetkan marketing sales sebesar Rp 4 triliun. Untuk tahun 2018, emiten properti ini mencatatkan marketing sales full year sebesar Rp 3,4 triliun atau 85% dari target yang ditetapkan Rp 4 triliun. Sepanjang tahun 2018, marketing sales SMRA sebesar Rp 3,4 triliun disumbangkan oleh Summarecon Serpong sebanyak 46%, Summarecon Bekasi 22%, Summarecon Bandung 16%, Summarecon Kelapa Gading 8%, Summarecon Makassar 5% dan Summarecon Karawang 4%

SMBR

Selasa
08/01/19

Bukukan volume penjualan selama 2018 sebesar 2.2 ton atau tumbuh 24 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 1.8 ton. Pangsa pasar SMBR masih menjadi pemimpin pangsa pasar SumSel dan Lampung dengan persentase 54% dan 26%.

ACST

Selasa
08/01/19

PT Acset Indonusa Tbk. merealisasikan kontrak baru Rp1,5 triliun pada 2018 atau lebih rendah dari target yang dipasang Rp10 triliun. Maria Cesilia Hapsari, Corporate Secretary & Investor Relations Acset Indonusa mengatakan perseroan mengantongi kontrak Rp1,5 triliun sepanjang 2018. Proyek infrastruktur masih mendominasi pekerjaa perseroan dengan komposisi 37% disusul oleh pondasi 30% dan struktur 33%.

SRIL

Senin
07/01/19

PT Sri Rejeki Isman Tbk  akan membeli kembali atau buyback obligasi yang jatuh tempo pada tahun 2021 senilai U$ 350 juta atau setara dengan Rp 4,99 triliun. Surat utang lama yang akan dibeli kembali tersebut memiliki bunga 8,25%. Buyback akan dilakukan melalui tender, dengan harga buyback obligasi yang ditawarkan US$ 1.012,5 atau lebih tinggi US$ 12,5 dari harga pokok obligasi sebesar US$ 1.000.

INCO

Senin
07/01/19

PT Vale Indonesia  menyatakan bersedia menawarkan divestasi saham kepada Pemerintah Indonesia. Untuk itu, Vale Indonesia sudah menyampaikan surat kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait hal ini.

HITS

Senin
07/01/19

PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) memperoleh kembali memperoleh pinjaman melalui dua anak usahanya, yakni PT Permata Khatulistiwa Regas. Anak usaha emiten transportasi laut tersebut menerima pinjaman sebesar US$ 19,44 juta dari Mitsui O.S.K Lines (MOL) Ltd. Rencananya, Permata Khatulistiwa akan menggunakan pinjaman salah satu raksasa pelayaran asal Jepang itu untuk keperluan belanja modal di tahun 2019 dan pembiayaan proyek regasifikasi terapung atau Floating Storage Regasification Unit (FSRU) Jawa 1 di Cilamaya, Karawang, Jawa Barat dengan kapasitas 170.000 meter kubik (m3) oleh PT Jawa Satu Regas.

SMSM

Jumat
04/01/19

Mendapatkan dividen dari anak usahanya di Malaysia, Bradke Synergies Sdn Bhd.sebesar 2 juta ringgit atau sekitar Rp6,9M.

CMPP

Jumat
04/01/19

Melalui PT Indonesia Air Asia (IAA) pasa 31 Des 2018 melakukan penandatanganan conditional perpetual capital security purchase agreement dengan Air Asia Berhad (AAB) sebagai pemegang sekuritas perpetual sejumlah US$ 80 juta atau sekitar Rp1,17 T.

DGIK

Jumat
04/01/19

Majelis hakim mencabut hak PT Duta Graha Indah (DGI) atau yang telah berganti nama menjadi PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK) untuk mengikuti lelang proyek pemerintah selama 6 bulan. Vonis ini lebih rendah dari tuntutan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yaitu selama dua tahun. DGIK juga divonis membayar pidana denda sebesar Rp 700 juta. Majelis hakim juga menjatuhkan pidana tambahan dengan membayar uang pengganti sebesar Rp 85,5 miliar.

SMCB

Kamis
03/01/19

Menerima pinjaman 40 juta Euro untuk kebutuhan operasional dari Holderfin B.V. (transaksi afiliasi) yang telah ditandatangani oleh keduanya pada 27 Desember 2018. Penarikan maksimal 10 hari sejak penandatangan perjanjian pinjaman.

MEDC

Kamis
03/01/19

Melalui anak usahanya Medco Energi Global Pte Ltd (MEG) menjajaki kemungkinan pembelian secara tunai saham yang diterbitkan Ophir Energy Plc. MEG memiliki waktu hingga 28 Januari 2019 untuk melakukan pengumuman atas keputusan untuk melakukan atau tidak penawaran membeli saham Ophir.

ANTM

Rabu
02/01/19

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dengan Showa Denko K.K (SDK) Jepang telah menandatangi akta perjanjian jual beli saham PT Indonesia Chemical Alumina (ICA) sebagai proses final dari pembelian keseluruhan saham SDK di PT ICA oleh ANTAM pada tanggal 28 Desember 2018. Dengan itu, ANTM secara resmi memiliki keseluruhan saham di PT ICA (100%) dari posisi kepemilikan sebelumnya yaitu sebesar 80% dengan 20% kepemilikan saham dimiliki oleh SDK

VRNA

Rabu
02/01/19

PT Verena Multi Finance Tbk  dalam waktu dekat akan melakukan melakukan Penawaran Umum Terbatas (PUT) II dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue. Rencana tersebut dilakukan setelah emiten pembiayaan kendaraan bermotor ini mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 28 Desember 2018.

Verena Multi Finance berencana menerbitkan 3,10 miliar saham baru dengan menawarkan harga rights issue Rp 140 per saham. Harga rights issue tersebut masih di atas harga penutupan saham VRNA pada akhir perdagangan tahun 2018 sebesar Rp 116 per saham.

WSBP

Rabu
02/01/19

PT Waskita Beton Tbk (WSBP) telah menerima pembayaran sebesar Rp 1,8 T di bulan Desember 2018 untuk beberapa proyek turnkey. Dengan adanya pembayaran ini, WSBP  menutup tahun 2018 dengan cashflow positif sekitar 1,4 T atau lebih baik dibandingkan tahun 2017 (minus Rp 2,4T) dan tahun 2016 (minus Rp 3 T)

MARK

Jumat
28/12/18

Pemegang saham PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Menyetujui rencana pemecahan nilai nominal saham (stock split). Persetujuan pemegang saham ini membuat nilai nominal saham Perseroan yang tadinya Rp 100 per saham akan dipecah dengan rasio 1 : 5 menjadi Rp 20 per saham. Pemecahan ini otomatis akan meningkatkan jumlah saham beredar yang yang tadinya sebanyak 760.000.062 saham akan menjadi 3.800.000.310 saham.

INDY

Jumat
28/12/18

PT Indika Energy Tbk (INDY) pada 21 Desember 2018 melalui anak usahanya yakni PT Petrosea Tbk (PTRO) telah melakukan penandatanganan jual beli saham atas PT Karingau Gapura Terminal Energi. Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), PTRO melakukan pendatanganan dengan PT Interport Mandiri Abadi (IMA) terkait aksi PTRO yang melepas kepemilikan saham di PT Karingau Gapura Terminal Energi kepada IMA sebanyak 1.250 saham atau 25% dari modal disetor.  Total harga penjualan sebesar Rp 1,26 miliar.

KONI

Kamis
27/12/18

Bursa Efek Indonesia membuka perdagangan saham PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) setelah suspensi sejak 21 Desember 2018. “Suspensi atas perdagangan saham Perdana Bangun Pusaka (KONI) di pasar reguler dan pasar tunai dibuka kembali mulai perdagangan sesi I tanggal 27 Desember 2018,” ungkap Irvan Susandy, Kepala Divisi Operasional Perdagangan dan Zakky Ghufron, PH Kadiv Pengawasan Transaksi BEI dalam pengumuman tadi malam. Pada 20 Desember, perdagangan terakhir sebelum suspensi, harga saham KONI berada di Rp 610 per saham, naik 14,02% dalam sehari. Ini adalah harga tertinggi saham KONI sejak April 2017.

PGAS

Kamis
27/12/18

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) akhirnya memperoleh persetujuan pemegang saham untuk melakukan akuisisi empat anak usaha Pertagas sekaligus. Adapun dana yang awalnya disiapkan untuk akuisisi 51% saham Pertagas sebesar US$ 1,2 miliar akan bertambah terhitung adanya penambahan jumlah akuisisi anak usaha Pertagas.

PEHA

Rabu
26/12/18

PT Phapros Tbk (PEHA) resmi mencatatkan diri di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/12). PEHA mencatatkan total 840 juta saham di Bursa Efek Indonesia. Pemegang saham pengendali Phapros adalah PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) dengan kepemilikan 56,77%. Per September 2018, laba bersih Phapros mencapai Rp 96 miliar.

CSAP

Rabu
26/12/18

Emiten perdagangan dan bahan bangunan, PT Catur Sentosa Adiprana Tbk. (CSAP) memberikan suntikan modal kepada entitas anak hingga Rp230 miliar. Perseroan melakukan peningkatan modal dasar kepada PT Catur Sentosa Anugerah (CSAN) senilai Rp200 miliar untuk menaikkan modal dasar, sehingga total modal dasar menjadi Rp300 miliar. Selain itu, CSAP juga menaikkan modal ditempatkan dan disetor CSAN senilai Rp30 miliar, sehingga menjadi Rp110 miliar. Tujuan peningkatan peyertaan modal CSAN adalah mendukung pengembangan kegiatan usaha CSAN antara lain pembelian barang dagangan dan pendanaan operasional CSAN

TBIG

Jumat
21/12/18

Melakukan penawaran tender wajib milik PT. Gihon Telekomunikasi Indonesia (GHON). Perseroan menetapkan harga penawaran tender wajib sebesar Rp.1.350/saham. Total nilai tender wajib tersebut sebesar Rp 70,12 M atau sebanyak 51.942.360 saham ( 9,44 % ).

Pelaksanaan pada tgl 21 Des 2018 hingga 21 Januari 2019. Pembayaran dilakukan pada 1 Februari 2019.

SRTG

Jumat
21/12/18

Meningkatkan kepemilikan saham pada PT. Aneka Gas Industri Tbk (AGII) dan PT. Merdeka Copper Gold (MDKA). Nilai Investasi Saratoga atas transaksi penambahan saham di kedua emiten tersebut mencapai Rp 338,08 Miliar.

INDY

Kamis
20/12/18

PT Indika Energy Tbk terus mencari peluang ekspansi di luar bisnis inti yakni batubara. Pada tahun depan, perusahaan berkode saham INDY di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini akan mulai mengembangkan proyek tangki penyimpanan bahan bakar minyak (BBM). Managing Director & CEO PT Indika Energy Tbk, Azis Armand mengatakan, untuk memulai proyek di tahun depan, INDY sudah menunjuk PT Tripatra Engineers and Constructors (Tripatra) dan PT Petrosea Tbk sebagai kontraktor untuk proyek engineering, procurement and construction (EPC). Kelak, pembangunan tangki penyimpanan BBM ini dilakukan oleh anak usaha INDY, yakni PT Kariangau Gapura Terminal Energi. INDY akan menggelontorkan investasi US$ 108 juta dan saat ini mereka tengah memfinalisasi pendanaan.

DEWA

Kamis
20/12/18

PT Darma Henwa Tbk (DEWA) prediksikan capital expenditure (capex) atau belanja modal perusahaan di tahun depan bakal lebih rendah dari target 2018. Asal tahu saja, tahun ini emiten kontraktor tambang ini anggarkan capex sebanyak US$ 40 juta, namun hingga September 2018 batu terserap sebanyak US$ 17 juta. Chief Financial Officer DEWA B Chandrasekaran memperkirakan, untuk belanja modal 2019 maksimal mencapai US$ 30 juta. “Sekarang masih proses negosiasi (proyek dan pembiayaan capex 2019),” jelasnya.

ALDO

Rabu
19/12/18

Akan proses akuisisi PT.Eco Paper Indonesia untuk mengamankan pasokan bahan baku perseroan.Adapun nilai transaksi akuisisi 99 % saham PT.Eco Paper Indonesia dari PT.Golden Ariesta International mencapai Rp.198 M.

ANTM

Selasa
18/12/18

Meraih kredit investasi sebesar US$ 82 juta (Rp.1,19 T) dari BNI. Mayoritas dana tersebut akan dialokasikan untuk pembiayaan kembali (Refinancing) Obligasi tahap I tahun 2011 seri A sebesar Rp.900 M yang jatuh tempo.

UNTR

Selasa
18/12/18

Mencatatkan pesanan 800 unit alat berat untuk pengiriman hingga juni 2019,atau setara 16,33 % dari total target tahun depan sejumlah 4.900 unit.

TPIA

Selasa
18/12/18

Telah merampungkan bookbuilding Obligasi senilai Rp.500 M dengan kupon 10 % dan tenor 2 tahun. Perseroan juga meraih fasilitas kredit ekspor 8 tahun dari BNP Paribas cabang Tokyo dan Japan Bank for International Cooperation (JBIC).

WSKT

Senin
17/12/18

Menerima pembayaran sebesar RP.1.9 T selaku kontraktor proyek ruas Tol Terbanggi besar – Pematang Panggang – Kayu Agung dengan skema dukungan dana Tunia dari Pemerintah. Waskita telah menerima Pembayaran pertama dan sisanya Rp. 600 M akan dibayar pada 20 Des 2018.

PSAB

Senin
17/12/18

PT J Resources Asia Pasifik Tbk  sudah menjual volume emas sebanyak 119,800 troi ons (troy oz) sepanjang periode Januari hingga September 2018. “Tahun ini menargetkan volume penjualan emas sebanyak 173.000 hingga 174.000 troi ons sepanjang 2018,” kata William Surnata, Direktur PSAB, Jumat (14/12). William mengatakan untuk tahun depan target volume produksi sebanyak 168.000 troi ons. “Kalau cuaca mendukung perkiraan dapat mencapai produksi 168.000 troi ons. Jangan dilihat ada penurunan produksi, untuk tahun depan kita akan membangun pabrik di Doup, sebagian ada yang kami alokasi di sana,” tegasnya.

MAPI

Jumat
14/12/18

Akan berekspansi dengan menambah gerai seluas 50.000 M2 – 60.000 M2 dengan belanja Modal sebesar Rp.800M. Jenis toko yang akan ditambah yaitu Merchant olahraga , Fashion hingga Food & beverage.

TOBA

Jumat
14/12/18

Melalui anak usahanya PT Toba Bara Energi akan membeli 100% saham PT Batu Hitam Perkasa dari PT Agung Indonesia Mandiri sebanyak 83,3% atau senilai Rp. 657,585 M dan PT Saratoga Sedaya Investama Tbk sebanyak16,7% atau senilai Rp.131,517M yang telah di tanda tangani pada tanggal 12/12.

BRPT

Kamis
13/12/18

PT Barito Pasific Tbk (BRPT) dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa (12/12), menginformasikan, Prajogo Pangestu selaku Komisaris Utama perseroan melepas saham ke publik. Tujuannya, disebutkan untuk menambah saham free float di bursa. Transaksi dilakukan pada 4 Desember 2018 dengan melepas sebanyak 800 juta lembar juta saham atau setara dengan 4,497% dari jumlah seluruh saham yang telah dikeluarkan perseroan. Adapun harga penjualan Rp 1.720 per saham. Sebelum transaksi kepemilikan saham Prajogo 13,82 miliar lembar saham atau setara 77,69% dari jumlah seluruh saham yang telah dikeluarkan perseroan dan setelah transaksi mengalami penurunan menjadi 73,19% dari jumlah seluruh saham yang telah dikeluarkan perseroan

MAYA

Kamis
13/12/18

PT Indika Energy Tbk (INDY) melalui anak perusahaannya yaitu PT Indika Mineral Investindo menandatangani perjanjian penyertaan saham atau subscription agreement dengan Nusantara Resources Limited. INDY akan melakukan penyertaan 33,4 juta saham Nusantara Resources pada harga AUD$ 0,23 per saham, dengan total nilai transaksi sebesar AUD$ 7,68 juta melalui private placement. Nusantara Resources adalah sebuah perusahaan tambang yang terdaftar di Australian Stock Exchange (ASX) dengan kode saham NUS. Dengan terpenuhinya syarat dan kondisi yang diatur dalam perjanjian, Indika Energy akan menjadi pemegang saham di Nusantara dengan total kepemilikan 19,9%.

INDY

Rabu
12/12/18

PT Indika Energy Tbk (INDY) melalui anak perusahaannya yaitu PT Indika Mineral Investindo menandatangani perjanjian penyertaan saham atau subscription agreement dengan Nusantara Resources Limited. INDY akan melakukan penyertaan 33,4 juta saham Nusantara Resources pada harga AUD$ 0,23 per saham, dengan total nilai transaksi sebesar AUD$ 7,68 juta melalui private placement. Nusantara Resources adalah sebuah perusahaan tambang yang terdaftar di Australian Stock Exchange (ASX) dengan kode saham NUS. Dengan terpenuhinya syarat dan kondisi yang diatur dalam perjanjian, Indika Energy akan menjadi pemegang saham di Nusantara dengan total kepemilikan 19,9%.

MAGP

Rabu
12/12/18

PT Multi Agro Gemilang Plantation Tbk (MAGP) pada tanggal 7 Desember 2018 melakukan pembelian saham PT Meta Epsi Agro. Perusahaan ini telah menandatangani perjanjian jual beli saham dengan PT Waringin Agro Jaya untuk membeli 69.998 saham Meta Epsi atau setara 99,99%. Jarot Handoko, Sekretaris Perusahaan MAGP dalam keterbukaan informasi menyampaikan bahwa transaksi tersebut merupakan transaksi material sesuai peraturan No IX.E,2 dengan nilai transaksi melebihi 20% ekuitas perusahaan namun tidak melebihi 50% dari nlai ekuitas perusahaan per 30 Juni 2018. Total pembelian sebesar Rp 138 miliar sehingga perusahaan menjadi pengendali utama untuk PT Meta Epsi Agro. Untuk pembelian tersebut, perusaaan melakukan perjanjian pinjaman dengan PT Bengkayang Nabati Indonesia sebesar Rp 138 miliar dengan jangka waktu peminjaman selama 5 tahun dan bunga pinjaman sebesar 4% per tahunnya

AMRT

Selasa
11/12/18

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) pada tahun depan memasang target konservatif untuk penambahan gerai. Hal ini karena perusahaan berupaya memperkuat organic growth di gerai-gerai eksisting, sehingga target penambahan gerai tidak akan semasif tahun-tahun sebelumnya. Anggara Hans Prawira, Presiden Direktur AMRT menyampaikan bahwa dari target tahun ini sebesar 800 gerai sampai akhir tahun diperkirakan hanya 200 gerai. Tahun depan, dirinya mengatakan target penambahan gerai tahun depan akan konservatif tidak akan setinggi tahun-tahun sebelumnya. Sampai dengan kuartal III, pendapatan AMRT tercatat sebesar Rp 49,6 triliun, jumlaah tersebut meningkat 8,77% dibandingkan sebelumnya Rp 45,6 triliun. Sedangkan performa bottomline lebih masif dengan mencatat kenaikan 621,14% dari Rp 47,77 miliar menjadi Rp 344,53 miliar.

MEDC

Selasa
11/12/18

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) akhirnya merilis kinerja keuangan untuk periode triwulan ketiga 2018. Mengutip laporan kinerjanya, Selasa (11/12), emiten yang bergerak di sektor eksplorasi minyak dan gas ini membukukan kenaikan pendapatan yang cukup signifikan pada akhir September 2018, yaitu sebesar 55% menjadi US$ 757,37 juta. Pada periode yang sama tahun lalu, pendapatan perusahaan US$ 597,81 juta.

ACES

Selasa
11/12/18

PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) siap melanjutkan agenda ekspansi di tahun 2019. Perusahaan yang menjadi bagian dari Grup Kawan Lama tersebut mengalokasikan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) Rp 175 miliar untuk tahun depan. Aces Hardware akan memanfaatkan dana belanja modal tahun depan untuk menambah sekitar 20 gerai baru. Target penambahan gerai tersebut juga sama dengan tahun ini. Hingga November 2018, perusahaan yang tercatat dengan ode saham ACES di Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut sudah membuka 15 gerai baru. Desember ini mereka masih akan membuka lima gerai baru. Total jumlah gerai Ace Hardware hingga tutup tahun 2018 nanti akan menjadi 174 gerai. Sementara jika seluruh agenda ekspansi gerai tahun depan terpenuhi, mereka akan mengoperasikan total 194 gerai.

PTBA

Senin
10/12/18

PT Bukit Asam Tbk menyiapkan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) mencapai Rp 6,5 triliun untuk tahun depan. Anggaran belanja tersebut sama dengan tahun ini. Sejauh ini, sumber capex 2019 berasal dari kas internal Bukit Asam. Hingga 30 September 2018 lalu, Bukit Asam masih memiliki kas dan setara kas senilai Rp 6,06 triliun. Dana lancar tersebut naik lebih dari 1,5 kali lipat ketimbang posisi akhir tahun lalu yang tercatat sebesar Rp 3,56 triliun. Adapun tujuan penggunaan capex tahun depan untuk investasi rutin, berupa peremajaan alat produksi pertambangan. Mereka juga berencana mencuil capex untuk meningkatkan kapasitas pelabuhan dan membiayai sejumlah proyek strategis.

PPRO

Senin
10/12/18

PT PP Properti tbk (PPRO) masih optimistis, tahun depan pasar properti akan lebih baik. Pengembang proyek apartemen Grand Kamala Lagoon ini menargetkan pendapatan prapenjualan alias marketing salestumbuh sekitar 10% pada 2019. Untuk tahun ini, PPRO juga masih percaya diri bisa mencapai target marketing sales Rp 3,8 triliun. Sepanjang Januari-September lalu, anak usaha PT PP Tbk ini berhasil membukukan Rp 3,1 triliun atau 81,5% dari target

ANTM

Senin
10/12/18

Menjelang penutupan tahun, perusahaan pertambangan mineral sudah menyiapkan rencana bisnis untuk sepanjang 2019. Salah satunya PT Aneka Tambang Tbk yang menyiapkan belanja modal sebesar Rp 3,4 triliun. Pada tahun depan, emiten berkode saham ANTM ini masih fokus mengawal sejumlah proyek hilirasasi pertambangan, proyek hilirisasi alumina salah satunya. Tak hanya itu, ANTM juga memiliki proyek hilirisasi tambang lain yaitu pabrik feronikel di Halmahera Timur. Pabrik ini memiliki kapasitas produksi hingga 13.500 ton nikel per tahun. Proyek lainnya ada smelter grade alumina di Kalimantan Barat yang memiliki kapasitas 1 juta ton yang digarap barsama induk usaha PT Indonesia Asahan Aluminium.

PGAS

Senin
10/12/18

PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) Tbk akan mendapat penugasan untuk membangun jaringan gas (jargas) rumahtangga satu juta sambungan per tahun mulai 2019. Proyek itu bakal bergulir setelah pemerintah menerbitkan surat penugasan. Direktur Utama PGAS  Gigih Prakoso, proyek jargas dengan target satu juta pelanggan per tahun itu rencananya akan berlangsung sampai 2025.

MPMX

Senin
10/12/18

PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) berencana untuk menambah kepemilikan di PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) dengan melakukan penawaran tender sukarela. Adapun jumlah saham yang akan diambil alih sebanyak 446,29 juta saham atau setara dengan 10% dari jumlah saham yang ditempatkan. Harga penawaran yang ditawarkan SRTG sebesar Rp 950 per saham. Dana yang telah disiapkan untuk aksi korporasi tersebut sebanyak-banyaknya sebesar Rp 424 miliar.

AISA

Senin
10/12/18

Mendapat izin perpanjangan waktu penindaan kewajiban pembayaran hutang (PKPU) dari kreditor selama 60 hari kedepan.

Bursa AS

Jumat
19/01/18

Bursa saham Wall Street berakhir melemah pada Kamis (Jumat pagi WIB) karena para Investor mengunci kenaikan tajam yang dicapai pada sesi sebelumnya. Para Investor juga terus memantau laporan laba terbaru perusahaan-perusahaan.

WICO

Jumat
19/01/18

DKSH Holding AG selaku pemegang saham pengendali dari WICO merampungkan penawaran tender offer atas 10,1 % saham anak usahanya, kini menjadi 70,1 % sahamnya yang sebelumnya 60 %. Porsi 60 % setara dengan 761.370.587 saham dengan harga Rp.659.08 per saham dengan nilai mencapai Rp.501,81 M.

Bursa AS

Jumat
19/01/18

Bursa saham Wall Street berakhir melemah pada Kamis (Jumat pagi WIB) karena para Investor mengunci kenaikan tajam yang dicapai pada sesi sebelumnya. Para Investor juga terus memantau laporan laba terbaru perusahaan-perusahaan.

Bursa AS

Jumat
19/01/18

Bursa saham Wall Street berakhir melemah pada Kamis (Jumat pagi WIB) karena para Investor mengunci kenaikan tajam yang dicapai pada sesi sebelumnya. Para Investor juga terus memantau laporan laba terbaru perusahaan-perusahaan.

Bursa AS

Jumat
19/01/18

Bursa saham Wall Street berakhir melemah pada Kamis (Jumat pagi WIB) karena para Investor mengunci kenaikan tajam yang dicapai pada sesi sebelumnya. Para Investor juga terus memantau laporan laba terbaru perusahaan-perusahaan.

Bursa AS

Jumat
19/01/18

Bursa saham Wall Street berakhir melemah pada Kamis (Jumat pagi WIB) karena para Investor mengunci kenaikan tajam yang dicapai pada sesi sebelumnya. Para Investor juga terus memantau laporan laba terbaru perusahaan-perusahaan.